TOLERANSI NABI TERHADAP NON-MUSLIM DAN BAU BUSUK MULUT PENDUKUNG TERORISME

SIapakah kalian, mengaku Islam tapi meludahi wajah mulia Nabi SAW. Siapakah kalian, mengatasnamakan Islam, tapi kekaluan kalian persis seperti babi hutan....
Siapakah kalian, mengaku Islam tapi meludahi wajah mulia Nabi SAW. Siapakah kalian, mengatasnamakan Islam, tapi kelakuan kalian persis seperti babi hutan….

Fallacy atau sesat pikir adalah senjata terampuh siapapun untuk membuat audience-nya selalu membebek. Karena dengan fallacy ini, audience terjaga kebodohannya. Termasuk para teroris, mereka menyebarkan ajaran-ajarannya pun selalu melalui fallacy. Mereka mengetahui betul bahwa penyakit rata-rata orang adalah malas berpikir, sehingga ajaran apapun yang mampu menina-bobokkan akan laris ditelan mentah-mentah.

Saya ambil kasus yang belum lama terjadi, misalnya tewasnya Santoso. Dahulu Santoso lebih dikenal sebagai teroris daripada sebagai mujahidin. Sekarang, setelah tewas, Santoso dikenal sebagai agen minyak wangi: konon mayatnya mengeluarkan semerbak harum mewangi. Tentu saja sangat menggelikan, karena pelaku perampokan, pembunuhan, dan puluhan kriminal ini, tewasnya malah dianggap sebagai pahlawan.

Fallacy-nya mudah saja dikenali. Islam itu mengakui adanya 2 jenis orang kafir (non-muslim), yaitu Dzimmi dan Harbi. Yang dzimmi harus dilindungi, seperti orang-orang Islam melindungi diri dan keluarganya sendiri. Itu ajaran Nabi SAW. yang kebenarannya diakui oleh ijma’ ulama. Berbeda dengan Dzimmi, jenis kafir yang kedua, yaitu Harbi, harus diperangi, meskipun para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Ramadhan Buthi dalam Fiqhu al-Sirah, menyarankan agar orang-orang muslim yang hidup di negara kafir harby, boleh bertaqiyyah, atau berpura-pura tidak melakukan apa-apa, padahal sedang berjuang di bawah tanah.

Bank BCA, para anggota kepolisian RI, dan—apalagi—masyarakat awam yang non muslim sekalipun, adalah entitas-entitas yang hidup di negara Indonesia. Mereka hidup di dalam naungan negara Republik Indonesia. Jika pun diantara mereka ada yang berlabel “non-muslim”, jelas kufurnya mereka itu ada dalam jenis Dzimmi, yaitu kafir yang harus dilindungi, karena mereka tidak sedang berperang dengan kita. Mereka tidak mengangkat senjata melawan orang Islam. Jika pun ada pemikiran filosofis yang mengatakan bahwa BCA, misalnya, adalah bank kafir yang merugikan negara dalam kasus BLBI, maka cara memeranginya pun harus seimbang dengan cara dia berperang melawan kita, ini baru misalnya lho. Jika, misalnya ini benar, BCA berperangnya dengan jalan politik dan keuangan, maka kita tak boleh mengangkat senjata memberangusnya, karena secara Qawaid Fiqih, tuduhan bahwa BCA tengah memerangi kita hanya dikategorikan sebagai “kecurigaan” atau al-dzann, sedangkan kaidahnya berbunyi: jika ada dzann yang bertentangan dengan hakikat, maka yang dimenangkan adalah hakikat. Hakikatnya apa? Pada hakikatnya, BCA tidak tengah melakukan makar di negara kita ini. Artinya, bahwa bank-bank yang dirampok oleh kelompok Sanatoso, dan entitas-entitas yang diterror, bahkan dibunuh, itu wajib dilindungi oleh umat Islam. Continue reading TOLERANSI NABI TERHADAP NON-MUSLIM DAN BAU BUSUK MULUT PENDUKUNG TERORISME

BUKTI NABI TAK BERMUKA MASAM

Ya Nabi, salam alayka... Ya Rasul salam alayka...
Ya Nabi, salam alayka… Ya Rasul salam alayka…

Apa yang saya bahas ini—dalam aqidah—mungkin saja bukanlah masalah yang sangat krusial. Mungkin saja, bagi Anda, tidak akan mengganggu keimanan Anda. Tetapi, jika hendak dibilang tidak penting, tidak juga. Masalah ini justru penting. Ini akan membawa Anda kepada pendalaman al-Quran Anda. Bahwa ayat-ayat al-Quran tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lain. Jika ada yang mempertentangkan, lalu membawa ta’wil di dalamnya, maka pastikan bahwa pertentangan itu bukan dari ayatnya, tetapi dari ta’wil atau tafsir itu. Mari kita bahas apakah Nabi kita, Muhammad SAW. pernah bermuka masam kepada Abdullah bin Ummi Maktum?

Dalam Tafsir Aththabari

Al-Thabari berkata: telah bercerita kepada saya Muhammad bin Sa’d, berkata: telah bercerita kepada saya bapakku, berkata: telah bercerita kepada saya pamanku, berkata: telah bercerita kepada saya bapakku, dari bapakku: dari Ibnu Abbas. Firman-Nya: Abasa watawalla an jaa-ahul a’ma. Dia berkata: Rasulullah SAW. menerangkan kepada kita, beliau menemui Utbah bin Rabiah, Abu Jahl bin Hisyam, dan Abbas bin Abdul Muththalib.  Nabi sering menemui mereka agar mereka beriman. Lalu datang kepada mereka orang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum, berjalan dan menghadap kepada mereka. Abdullah meminta Nabi membaca ayat al-Quran. Dan berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku apa yang diajarkan oleh Allah.” Lalu Rasulullah membalikkan badannya yang mulia dan bermuka masam, tidak suka terhadap pertanyaan Abdullah, lalu menghadap lagi ke Utbah dan kawan-kawannya. Saat Rasulullah SAW.  hendak melakukan itu, Allah menahan mata mulia Rasulullah SAW. mengembalikan kepala Rasulullah SAW. ke arah Abdullah dan turunlah ayat:

عَبَسَ وَتَولَّى أنْ جاءَهُ الأعْمَى وَما يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى أوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذّكْرَى

Setelah ayat itu turun, Rasulullah SAW. lalu memuliakan Abdullah dan berkata, “Ada yang bisa saya bantu?” Lalu turun ayat:

أمَّا مَنِ اسْتَغْنَى فأنْتَ لَهُ تَصَدَّى وَما عَلَيْكَ ألاَّ يَزَّكَّى

Menurut al-Zamakhsari Continue reading BUKTI NABI TAK BERMUKA MASAM

5 DALIL SUPER KUAT KEISLAMAN ABU THALIB

Nabi SAW. tidak meminta apa-apa atas jasa-jasa beliau. Beliau hanya diperintahkan oleh Allah agar meminta balasan kepada kita agar mencintai keluarganya. Tidak lebih dari itu.
Nabi SAW. tidak meminta apa-apa atas jasa-jasa beliau. Beliau hanya diperintahkan oleh Allah agar meminta balasan kepada kita agar mencintai keluarganya. Tidak lebih dari itu.

Sebenarnya, keluarga Nabi SAW. tidak perlu dibela-bela, kerena Allah SWT. yang akan membela mereka. Mungkin kalimat yang pas untuk mengungkapkannya begini, “Walaupun seluruh dunia mengkafirkan keluarga Nabi SAW., jika memang kenyatannya mereka memang muslim, ya muslim saja.” Tetapi, sebagai pencinta Nabi SAW. saya merasa terpanggil menuliskan bukti-bukti keislaman Abu Thalib. Dengan bukti ini, seharusnya kita semua sudah teryakinkan bahwa Abu Thalib adalah seorang Muslim.

Berikut adalaha 5 dalil yang membuktikan bahwa Abu Thalib adalah seorang Muslim.

DALIL PERTAMA:
Tidak Dipisahkannya Fatimah binti Asad dengan Abu Thalib
Firman Allah SWT:
ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.” (Qs. al-Baqarah 221)

Al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawaaid wa Manba’ al-Fawaaid dalam bab Keutamaan Zainab binti Rasulullah SAW. Juz 9 hal. 213 Continue reading 5 DALIL SUPER KUAT KEISLAMAN ABU THALIB

Amiin, Aamiin, atau Amin, Sama Saja

"Amiin.." Kabulkanlah doa kami ya Allah...
“Amiin..” Kabulkanlah doa kami ya Allah…

Dari sejak saya kecil, pembahasan hukum Amiin dan Aamiin itu masih berlanjut. Bedanya, waktu saya kecil, jawabannya tidak ngawur. Para ustadz menjawabnya dengan baik. Meskipun detail jawaban itu saya telah lupa, tapi yang saya ingat adalah bahwa aamiin dan amiin mempunyai makna yang sama dalam bahasa Arab Masmu’ah.

Sekarang, ustadz-ustadz artis itu menjawab asal-asalan. Saya lihat, syndrome surban telah menjangkiti mereka. Mereka mengira bahwa dengan memakai surban orang langsung menjadi alim ilmu agama dan dapat menjawab sekenanya saja.

Jika mau membahas yang benar Amiin atau Aamiin, kita harus merujuk pada ilmu tata bahasa Arab, yaitu ilmu Nahwu. Rujukan ilmu Nahwu yang teruji–karena kelengkapannya–adalah Alfiyah Ibnu Malik. Berikut saya kutip Syarah Asymuni untuk Alfiyah Ibni Maalik. Syarah ini akan berguna bagi kita untuk mengungkap yang mana yang benar: aamiin atau amiin, atau malah amin saja? -lihat naskah lanjutannya>

PUYENGNYA FAHAM JILBAB PUNUK UNTA

Perempuan yang kesenangannya bersolek dan mejeng kiri-kanan untuk menarik perhatian lawan jenis, itu diibaratkan seperti wanita beramput punuk unta.
Perempuan yang kesenangannya bersolek dan mejeng kiri-kanan untuk menarik perhatian lawan jenis, itu diibaratkan seperti wanita beramput punuk unta.

Saya ini orang malas. Jika saya merujuk sebuah apalagi beberapa referensi, khusus untuk jamaah facebook, saya langsung tulis saja apa adanya. Tp saya jelaskan maksudnya sesingkat2nya.

Jadi, selama saya hidup, belum pernah saya menemukan zaman dimana orang2 yang tak mengerti agama menjadi sok mengerti agama hanya karena membaca sebuah artikel. Bahkan jika isi artikelnya adalah bolehnya membunuh ibu yg tak mau berbaiat kpd syaikh2 mereka pun mungkin akan dijalankannya dengan senang hati. Ini sudah banyak buktinya. Mereka tak tau harus bagaimana menyikapi hidup. AlQuran yg mereka bangga2kan tak diketahui kandungannya, apalagi hadis yg dgn seenaknya dibelok2kan maknanya.

Kasus jilbab punuk unta itu sesungguhnya sangat menjijikkan. Padahal kita tau tak ada satu pun lafadz yg menyebutkan kata jilbab. Kata2nya kan kaasiyaatun aariyaatun mumiilaatun maailaatun ru-uussuhunna ka-asnimatil bukhti almaailah. Jadi, kepala yg mirip punuk unta itu tidak berdiri sendiri.

Kita lihat saja syarah orang2 pintar dulu. Jangan buru2 menghakimi dgn ilmu orang2 gak jelas. Imam Nawawi dalam riyadhussalihin bab HARAMNYA PEREMPUAN MENYERUPAI LAKI2 DAN SEBALIKNYA. -lihat naskah lanjutannya>

Ayah-Bunda Nabi SAW. Bukan Penyembah Berhala

penyembah berhala
Jika kepada anak-istrimu saja Anda pasti memilah-milah kabar yang berhembus tentang mereka, lalu bagaimana mungkin Anda menyatakan cinta kepada Rasulullah, sedangkan Anda bernafsu sekali memilih hadis-hadis yang mengkafirkan ayah-bunda beliau? Padahal itu adalah hadis bermasalah.

Hari-hari ini saya benar-benar mual mendengar orang membahas dengan bahagianya bahwa ayah-bunda Nabi SAW. pasti masuk neraka hanya bersandar pada hadis yang tak mutawatir. Yang penting perawinya Bukhari-Muslim pasti merupakan kebenaran. Jadi ukuran kebenaran berpindah dari kevalidan sanad dan matan menjadi asal diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, maka hadis lain bahkan ayat alQuran, yaitu ayat fatrah, menjadi salah. Atau ini hobby mengkafirkan yg akut, sampai2 orangtua Nabi SAW yg mulia saja tak luput dari hobby buruk mereka.

Para ulama berbeda pendapat ttg masalah ibunda dan ayahanda Rasulullah SAW. Pertama adalah kelompok yg berpendapat bahwa siapapun yg mati sblm Rasul diutus, maka matinya adalah selamat. Ini dikemukakan oleh al-Suyuthi dan ulama2 al-Syafi-iyyah. Kelompok kedua berpendapat bahwa yg selamat selama masa fatrah (masa ketiadaan seorang Rasul) hanyalah anak2. Ini dikemukakan oleh ibnu hazm, ibnu hajar al-asqalani, imam Qurtuby, dan Ibnu al-Jauzi.

Imam Nawawi jelas menyampaikan bahwa orang musyrik pada masa fatrah (jahiliyah) adalah yang menyembah berhala. Sedangkan kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidaklah menyembah berhala. Silahkan baca tulisan tentang bagaimana akhlak kedua orangtua beliau pada berbagai referensi, Demikian juga dengan Ibnu Hajar, beliau pernah berkata yang menyampaikan ucapan Al Kirmaniy bahwa Kabar Aahaad dipakai hanya pada amal perbuatan, bukan pada I’tiqadiyyah (Fathul baari Almasyhur Juz 13 hal 231), termasuk karya-karya Imam Nawawi. Continue reading Ayah-Bunda Nabi SAW. Bukan Penyembah Berhala

APAKAH PATUNG ITU BERHALA?

memahat patung
Bekerjalah sesukamu. Asal engkau tidak menduakan Tuhanmu, dan berkehndak ingin menandingi kekuasan-Nya, maka engkau berada pada koridor yang aman.

Patung dalam al-Quran

Dalam al-Qur’an ada dua jenis patung: PERTAMA: PATUNG YANG DISEMBAH. Patung inilah yang disebut sebagai berhala (ashnaam) dan anshaab.

“Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu (ashnaamakum) setelah kamu pergi meninggalkannya.” (Qs. al-Anbiya 57)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (Qs. Ibrahim 35)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala (anshaab), mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. al-Maidah 90)

Anshaab adalah berhala yang disembah dengan mengorbankan sesembahan (sesajen berupa hewan yang disembelih).

Maka, sudah jelas bahwa patung seperti yang ada pada ayat-ayat di atas dilarang bagi Muslim: memproduksinya, menjualnya, apalagi menyembelih hewan untuknya. Menyembah patung-patung itu jelas hukumnya syirk. Continue reading APAKAH PATUNG ITU BERHALA?

ISTRI BOLEH MEMAKAI NAMA SUAMI DI BELAKANG NAMANYA

suami istri
Hanya cinta yang membuat suami/istri mau menghabiskan waktu seumur hidup bersama pasangannya: berjuang bersama melewati segala hal.

Di Indonesia, baik di media sosial, maupun di alam nyata, baik oleh anak-anak muda yang tidak belajar agama, maupun para pengajar agama, mempermasalahkan pemakaian nama suami di belakang istri itu sangat marak. Banyak sekali—bahkan bisa dibilang rata-rata—yang mengharamkan pemakaian nama suami di belakang istri itu. Sedikit sekali yang memperbolehkannya.

Yang dipakai adalah dalil ini:
“Panggillah mereka (anak-anak angkat itu) dengan memakai nama bapak-bapak mereka, itulah yang lebih adil d sisi Allah.” [QS. Al-Ahzab : 5]

Berkenaan dengan ayat ini, al-Bukhari berkata, telah menuturkan kepada kami Ma’la bin Asad, teleh menuturkan kepada kami Abdul Aziz bin al-Mukhtar, telah menuturkan kepada kami Musa bin Uqbah berkata, telah menuturkan kepada saya Salim dari Abdullah bin Umar, dari Zaid bin Haritsah anak angkat Nabi SAW. kami memanggilnya Zaid bin Muhammad, sehingga wahyu turun,

“Panggillah mereka dengan memakai nama bapak-bapak mereka. Itulah yang lebih adil di sisi Allah.” Selain Bukhari, juga ada Muslim, Nasa’i, dan Turmudzi yang meriwayatkannya dari jalan Musa bin Uqbah. Continue reading ISTRI BOLEH MEMAKAI NAMA SUAMI DI BELAKANG NAMANYA

Kenapa Tak Semua Orang Boleh Berdalil Dengan al-Quran-Hadis?

Berdalillah dengan al-Quran dan Hadis sesukamu. Sebannyak-banyaknya orang yang kausesatkan dan kaubuat sesat dari dalil-dalil ngawurmu itu, mungkin menguntungkanmu di dunia, tapi akan menjadi bebanmu di akhirat kelak.
Berdalillah dengan al-Quran dan Hadis sesukamu. Sebannyak-banyaknya orang yang kausesatkan dan kaubuat sesat dari dalil-dalil ngawurmu itu, mungkin menguntungkanmu di dunia, tapi akan menjadi bebanmu di akhirat kelak.

Dahulu, media sosial kembali dibuat bingung dengan kutipan hadis, yang disampaikan oleh Tifatul Sembiring. Twitannya berbunyi begini: “Siapa yang kalian dapati mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual), maka bunuhlah…” (HR. Ahmad).

Naskah lengkapnya begini:

من وجدتموه يعمل عمل قوم لوط فاقتلوا الفاعل والمفعول به

“Siapa yang kalian dapati mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual), maka bunuhlah kedua pelakunya.”

Pertanyaannya, apakah hadis ini valid? Bagaimana pendapat para ulama mengenai hadis ini? Lalu bagaimana sebenarnya pendapat para ulama mengenai hukuman terhadap LGBT?

Tidak Valid

Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Talkhis al-Habir fi Takhrij Ahadits al-Rafi’ al-Kabir membahas hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud (dengan lafadz yang mirip), Turmudzi, Ibn Majah, al-Hakim, dan al-Bayhaqi ini. Menurutnya, sanad hadis ini sangat-sangat dhaif (lemah). Walaupun al-Qurthubi menyatakan kevalidan matan (naskah) hadis ini. Di lain kesempatan, al-Bazzar mentakhrij hadis dari jalan Ashim bin Umar bin Umar al-Umari dari Suhail dari bapaknya, menurutnya hadis ini adalah hadis matruk (yaitu hadis yang salah-satu rawinya dianggap berbohong), yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan naskah seperti ini: “……maka rajamlah dari atas ke bawah.” Benar, hadis ini adalah hadis marfu’ (hadis yang diceritakan oleh sahabat mengenai Nabi), tapi hadis ini dianggap matruk. Continue reading Kenapa Tak Semua Orang Boleh Berdalil Dengan al-Quran-Hadis?

MEMANJANGKAN JENGGOT MUBAH SAJA

jenggot
Jenggotmu adalah pilihanmu. Jika memelihara jenggot  itu sunnah menurutmu, maka tunjukkanlah bahwa engkau pengikut sunnah sejati: berperilakulah selayaknya Nabi berperilaku. 

Mungkin tulisan ini sudah basi. Tapi, menurut saya saya harus menuliskannya. Karena orang2 masih saja berdebat mengenai wajib dan tidaknya memelihara jenggot. Orang-orang yang berjenggot bersikeras menyatakan bahwa berjenggot itu wajib dan mendapatkan pahala melakukannya. Sedangkan yang tak berjenggot ada yang mengetahui dalilnya, ada yang asal bersih saja. Ya sudah, saya akan coba berpartisipasi. Semoga ada manfaatnya.

Bantahan dari Sayyid Abdul Aziz Al-Ghumari

Para ulama berpendapat bahwasannya mencukur jenggot itu tidak boleh. Mereka berdalil dengan hadis-hadis Rasulullah SAW. dan Ijma’, bahwasannya mencukur jenggot itu ada tasyabbuh (penyerupaan) dengan wanita dan merubah ciptaan Allah. Dalil ini ditentang oleh Sayyid Abdul Aziz Siddiq al-Ghumari dalam kitabnya Ifaadatu Dzawi al-Afhaam bianna halqi al-lihyah makruuh walaysa biharaam.

Dalil Pertama
Para Ulama berpendapat bahwa perintah untuk memelihara jenggot itu WAJIB, tujuannya untuk membedakan diri kita dengan orang-orang musyrik.  Continue reading MEMANJANGKAN JENGGOT MUBAH SAJA

KITA TAK BISA MENGATUR CARA ALLAH MENCINTAI KITA

"Kita berdoa meminta pesawat terbang, Allah malah memberi kita masalah sebesar pesawat terbang. Bagi pengeluh, yang demikian adalah bukti bahwa doanya tidak dikabulkan. Namun bagi penyukur, dia mengerti Allah sedang memberinya sesuatu yang lebih besar dari sekedar pesawat terbang."
“Kita berdoa meminta pesawat terbang, Allah malah memberi kita masalah sebesar pesawat terbang. Bagi pengeluh, yang demikian adalah bukti bahwa doanya tidak dikabulkan. Namun bagi penyukur, dia mengerti Allah sedang memberinya sesuatu yang lebih besar dari sekedar pesawat terbang.”

Sepuluh tahun belakangan ini, kita sering dijejali dengan dakwah-dakwah instan. Bahwa dengan bersedekah sejumlah tertentu kita akan mendapatkan balasan 10 kali lipat atau bahkan 700 kali lipat langsung di dunia ini. Bahwa sedekah akan membuat kita kaya-raya. Dan bahwa sedekah itu adalah sebenarnya senjata orang-orang Islam untuk menguasai dunia.

Benarkah? Nabi SAW. secara de facto tidak kaya. Kalaupun Nabi adalah pemimpin yang hartanya seharusnya melimpah, tapi kenyataannya tidak tuh. Kenapa? Karena setiap kali Nabi Muhammad SAW. menerima harta, maka harta itu langsung habis diinfaq-kan. Nabi bahkan pernah setelah melaksanakan shalat berjamaah langsung terburu-buru pulang karena ingat ada emas yang belum diinfaq-kan. Nabi tidak mau ada harta menginap di rumahnya tanpa diinfaq-kan. -lihat naskah lanjutannya>

Semua Ada di Hatimu

"Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih."
“Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih.”

Tiada jurang yang paling berbahaya
Melebihi hati yang dengki
Tiada hati yang paling berbahaya
Melebihi hati yang tinggi

Ketinggian hanya milik Allah
Tak ada satu makhluk pun yang punya
Setan mengajarimu dengki dan pongah
Allah mengajarimu sabar dan sederhana
-lihat naskah lanjutannya>

MASIH TAKUT DAN BERHARAP KEPADA SELAIN ALLAH

"Engkau kepada Tuhanmu ibarat anak kepada orang-tuanya. Engkau semestinya merasa aman dalam aturan-Nya. Sedangkan cinta Tuhan kepadamu tak terhingga melebihi cinta orang-tua kepada anak-anaknya."
“Engkau kepada Tuhanmu ibarat anak kepada orang-tuanya. Engkau semestinya merasa aman dalam aturan-Nya. Sedangkan cinta Tuhan kepadamu tak terhingga melebihi cinta orang-tua kepada anak-anaknya.”
Iman melahirkan rasa takut dan harapan: takut terhadap berbagai keburukan, dan harapan terhadap berbagai kebaikan. Makrifat melahirkan rasa takut dan harapan: yaitu takut dan berharap terhadap yang telah berlalu. Tauhid melahirkan rasa rakut dan harapan terhadap berbagai hakikat. Rasa takut ini mengacu kepada pe-nyaksian Tuhan, yaitu, takut kepada Allah swt. tanpa takut kepada selain-Nya, dan berharap kepada-Nya tanpa pernah berharap kepada selain-Nya. -lihat naskah lanjutannya>

QAIDAH TADĀKHUL DALAM SIKAP ANTI KEBENARAN

"Menjadi Pandawa atau Kurawa adalah pilihan. Dan pilihan terbaik adalah pilihan yang membuatmu menjadi manusia berakhlak baik."
“Menjadi Pandawa atau Kurawa adalah pilihan. Dan pilihan terbaik adalah pilihan yang membuatmu menjadi manusia berakhlak baik.”

Menurut Babad Tanah Jawi, Sumatera, Madura, Bali itu dulunya adalah pulau Jawa. Kemudian th 1208 M terjadi gempa yg memisahkan Jawa dengan Sumatera, dan tahun 1254 gempa memisahkan Jawa dengan Madura. Sedangkan pulau Jawa sendiri awalnya adalah bagian dari India dengan nama Nusa Kendang. Yang kemudian berpisah karena letusan Gunung menjadi Pulau Jawa dan Bali.

Pada kitab yang sama diceritakan perwatakan orang Jawa, yang menurut saya bukan saja Jawa tetapi sekarang menjadi Indonesia, bahwa watak mereka itu persis seperti cerita Kurawa yang menggambarkan perwatakan satria jahat. Pandawa adalah perwatakan satria baik. Kresna adalah lambang satria yang membela pandawa dgn berbagai konsekwensinya. Karna adalah lambang pembela kurawa dgn berbagai konsekwensinya. Terhadap tokoh Karna ini, menurut Babad Tanah Jawi, terdapat ambivalensi kepribadian orang jawa. -lihat naskah lanjutannya>

AKAL MUSTAFAD MENGHUBUNGKAN MANUSIA DENGAN ALAM MALAKUT DAN KETUHANAN

"Akalmu adalah alam semestamu. Jika pemikiranmu sempit, pertanda alammu sempit. Takutnya kuburmu juga akan sempit."
“Akalmu adalah alam semestamu. Jika pemikiranmu sempit, pertanda alammu sempit. Takutnya kuburmu juga akan sempit.”

akal mustafat
Setiap orang mempunyai akal mustafad. Akal ini menghubungkannya dengan alam malakut atau Ketuhanan. Pernahkah engkau terbersit dalam hatimu hendak melaksanakan kebaikan tertentu, lalu sepersekian detik setelah itu engkau langsung diuji atas kehendak baikmu itu? Saya sendiri mengalaminya. Dan banyak orang yang saya wawancara mengalaminya. Saya yakin setiap orang mengalaminya. Inilah salah-satu pengejawantahan dari QS. al-Ankabut: 2-3 yang berbunyi “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” -lihat naskah lanjutannya>