Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka (Bagian 2)

Habib itu bermakna orang yang dikasihi sekaligus bermakna orang yang mengasihi. Adalah janggal jika ada habib yang penuh kebencian dan menyebarkannya.
Habib itu bermakna orang yang dikasihi sekaligus bermakna orang yang mengasihi. Adalah janggal jika ada habib yang penuh kebencian dan menyebarkannya.

Lalu, seiring berjalannya waktu banyak orang menganggap bahwa keluarga Nabi SAW. berada di atas aturan-aturan Islam itu. Anggapan ini lalu menjadi seperti ajaran Islam yang benar: bahwa dzurriyah Nabi SAW. memang berada di atas hukum-hukum Islam, sehingga mereka boleh berbuat apa pun yang mereka mau. Hal inilah yang menimbulkan masalah antara aturan Islam dan fakta (lihat Hasharat Ali Li’adilin Rauf, hal. 168). Jika masalahnya adalah bahwa umat Islam harus mencintai keluarga Nabi SAW., maka itu sangat berbeda dengan menempatkan dzurriyyah Nabi SAW.—karena keluarga Nabi SAW. jelas ma’sum di dalam Qs. al-Ahzab hanyalah Ali, Fatimah, al-Hasan, dan al-Husain—di atas hukum Islam. Continue reading Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka (Bagian 2)

Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka (Bagian 1)

Habib itu bermakna orang yang dikasihi sekaligus bermakna orang yang mengasihi. Adalah janggal jika ada habib yang penuh kebencian dan menyebarkannya.
Habib itu bermakna orang yang dikasihi sekaligus bermakna orang yang mengasihi. Adalah janggal jika ada habib yang penuh kebencian dan menyebarkannya.

Artikel ini umumnya akan memakai rujukan Syiah ahlul bayt. Namun begitu, justru pada dalil utama, yaitu pada hadis “inna Faathimah ahshanat farjaha faharramallahu dzurriyyatahu ‘ala al-naar”, diriwayatkan oleh belasan ulama sunni yang mu’tabar seperti al-Suyuthi, al-Tabari, al-Dar Quthni, dan seterusnya. Juga dalam riwayat kemaksuman ahlul bayt dalam Qs. Al-Ahzab ayat 33 yang secara massive diriwatakan oleh puluhan ulama Sunni. Yang menarik adalah justru imam-imam Syiah ahlul bayt yang menganulir hadis “dzurriyyah Fatimah” tersebut dengan memberikan penjelasan yang mengkhususkan dzurriyyah Fatimah yang diharamkan atas neraka itu. Baiklah, kita coba memulai pembahasannya. Continue reading Membahas Hadis Keturunan Fatimah Diharamkan Atas Neraka (Bagian 1)

ISIS BUATAN ASSAD?

"Mikir!"
“Mikir!”

Saya coba menulis tulisan lagi mengenai Syria. Kali ini, hanya ingin mengumpulkan bahan-bahan yang memperjelas posisi ISIS, yang mungkin bagi sebagian orang ini adalah bukti yang sudah diketahui atau well-known. Saya terkaget-kaget, karena ternyata buanyak yang percaya bahwa ISIS itu adalah buatan Assad; mengesampingkan logika bahwa para pseudo ustadz dari berbagai belahan dunia mengirimkan berbagai-macam orang yang ingin berjihad di Syria dan bergabung dengan ISIS, tujuan mereka tidak lain adalah melawan Assad yang jahat. Logikanya menjadi kacau berantakan karena Assad membentuk pasukan yang akan menggulingkan pemerintahannya sendiri. Orang-orang yang mengatakan bahwa ISIS adalah buatan Assad, sama seperti mengatakan bahwa hanya mereka saja yang memiliki otak, sedangkan belasan milisi yang mendukung Assad seperti pasukan Pemerintah, tentara Pembebasan Palestina (mantan sayap militer PLO), Garda Revolusi Iran, Hizbullah, Brigade Fatimiyun dan Zainabiyoun, Brigade Abu al Fadl al Abbas, Brigade Dzul Fiqar, Brigade Muhammad Baqir, Liga Ahlul Haq, Brigade Imam Husain, Jaysy al-Mahdi, Brigade Baath, Ansharullah Yaman, Faksi Perlindungan Syria, dan SWAT Iraq Army, adalah orang-orang bodoh yang mau memerangi ISIS sekaligus membela Assad, sebuah kebodohan yang hanya dimiliki oleh orang gila, jika tidak yang berpikir demikianlah yang sedang gila, itu pasti. Berikut saya kumpulkan berbagai macam bahan yang akan menerangkan posisi ISIS itu di mana. Continue reading ISIS BUATAN ASSAD?

PEMBANTU IMAM SIBAWAIH

jariyah

Suatu hari ada orang yang merasa jago ilmu nahwu ingin menantang Imam Sibabawaih. Tetapi, Imam Sibawaih tidak ada di rumah; dia ditemui oleh pembantu Imam Sibawaih. Orang tersebut bertanya kepada pembantu itu, “Di mana Sibawaih?” Lalu, pembantu itu berkata begini:

فاء الفيء الى الفيافئ ليفيء لنا بفيئ ولما فاء الفيء فاء فيئة و تفييئا

Orang tersebut lalu ngacir, karena omongan pembantunya saja dia tak bisa mengerti, apalagi Imam Sibawaih.

Cara membaca perkataan pembantu Imam Sibawayh tadi adalah seperti ini:

فَاءَ الْفَيْءُ اِلَى الْفَيَافِئِ لِيُفِيْءَ لَناَ بِفيْئٍ وَلَمَّا فاَءَ الْفَيْءَ فاَءَ فَيْئَةً و تَفْيِيْئاً

Artinya: Orangnya telah pergi ke gurun agar pulang membawa buruan. Jika telah mendapatkan buruan, dia akan pulang dengan kebahagiaan.

Ini yang ngomong pembantu lho. Malu dong kita jika tidak mengerti nahwu seperti pembentu itu. Ayo belajar nahwu.

ASSAD MEMBANTAI WARGA SURIAH?

hoax

Ini tulisan yang agak panjang. Tapi, saya akan coba membuat Anda tidak bosan membacanya. Caranya, sambil membaca, Anda boleh ngemil. Bukan, bukan karena itu saja. Ini menurut saya penting, agar kita mengerti cara menyikapi media, alias tak mudah percaya media sebelum investigasi. Juga tak memiliki peluang untuk mencutikan nalar dan otak kita.

Saya akan membahas mengenai “demonstrasi di Dera’a”, yang dianggap sebagai awal dari perang Suriah. Kenapa saya membahasnya? Apakah saya orang yang paling tahu masalah ini? Tentu saja saya bukan orang yang paling tahu masalah ini. Ini saya tulis untuk mencoba memberikan contoh bahwa melihat sebuah kejadian besar, seperti perang Suriah, tidak cukup hanya dengan membaca satu dua berita online. Yang harus dilakukan adalah jurnalisme investigasi atau investigative journalism. Jika tidak mampu, maka kita coba melakukan sebaik mungkin sebagaimana seorang jurnalis investigasi biasa lakukan.

Membahas jurnalisme investigasi, saya akan mencopas status FB saya yang pernah saya tulis beberapa bulan yang lalu, yang kebetulan dipublish di beberapa media online. Ini penting, agar kita mengerti bagaimana cara kita menyikapi berita media. Saat itu saya membahas mengenai Haji di Karbala, yang kacau itu. Dalam status itu, saya memulai dengan kasus heboh menyangkut emas Busang dan isu bunuh-dirinya Michael De Guzman, sang penemu emas Busang. Continue reading ASSAD MEMBANTAI WARGA SURIAH?

MAKNA HADIS “MAN TASYABBAHA BIQAUMIN”: HUKUM BAJU SINTERKLAS BAGI MUSLIM

baju-sinterklas

Setiap orang memiliki pilihan masing-masing dalam melaksanakan agamanya. Ada yang maunya ikut ajaran yang keras: sedikit-sedikit bunuh, orang lewat di depan shaff shalatnya bunuh, istri berdiskusi dengan suami dianggap membantah dan berhak ditempeleng, dan seterusnya. Ada pula yang memilih pilihan madzhab agama yang kalem dan tenang. Pilihan yang kedua ini alasannya adalah karena Islam itu memang berarti kedamaian. Karena itu, kelompok kedua memahami bahwa imam-imam atau ulama-ulama yang mengajarkan dalil-dalil kedamaianlah yang diikuti. Ini tentu tidak sedang membahas ayat perang, dimana perang pun adalah adalah kelanjutan diplomasi melalui
sarana lain (Clausewitz).Artinya, perang di dalam Islam pun adalah proses menciptakan kedamaian itu, entah dalam rangka mempertahankannya atau mengadakannya.

Mari kita membahas hadis ini:

من تشبه بقوم فهو منهم

“Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia adalah bagian dari kaum tersebut.” Continue reading MAKNA HADIS “MAN TASYABBAHA BIQAUMIN”: HUKUM BAJU SINTERKLAS BAGI MUSLIM

AKAD GO-FOOD HALAL

gofood

 

Kemarin saya membaca ada postingan yang mengharamkan akad GoFood atau semacamnya. Alasannya karena akadnya murakkab atau lebih dari dua. Mereka mengambil dalil bahwa tidak boleh ada 2 akad dalam 1 akad. Mengenai ini, mari kita bahas hukumnya.

Rukun jual-beli itu ada 3: Aqid (penjual dan pembeli), ma’qud alayh (barang dagangan), dan Shighah (Ijab-qabul). Ijab itu adalah lafadz yang diucapkan oleh penjual, seperti, “Saya menjual.” Qabul adalah lafadz yang diucapkan oleh pembeli, seperti, “Aku membeli.” Ini adalah ijab-qabul qauliyah atau lewat perkataan. Sedangkan ijab-qabul fi’liyah atau melalui perbuatan adalah dengan memberi dan menerima (take and give), yaitu saat pembeli membayar harga barang dagangan kepada penjual. Jadi tidak harus memakai kata “aku menjual” dan “aku membeli”, kuno banget. Jika dilakukan melalui internet, pembeli tinggal pencet tombol barang dagangan apa, lalu klik beli, maka jual-beli sudah terjadi. Continue reading AKAD GO-FOOD HALAL

MUSLIM YANG TAK MENGERTI ISLAM

jihad

 

Siapa itu muslim yang tak mengerti Islam? Yaitu muslim yang bahkan kewajibannya sebagai muslim pun dia tidak mengerti. Apa itu kewajiban muslim? Yaitu agar menjadi orang yang baik. Apa bukti kebaikannya? Buktinya umat Islam yang lain tidak tersakiti oleh ulahnya. Apa lagi? Yaitu sesama manusia lain tidak merasa tersakiti oleh ulahnya. Apa lagi? Tetangganya tidak terganggu oleh keburukannya. Apa lagi? Menyebarkan kedamaian, bukan pengerusakan dan terror.

Tak ada satu orang pun yang berhak mempertanyakan keislaman seseorang yang mengaku dirinya muslim, apalagi beraksesoris muslim, kecuali si penanya itu adalah orang gila. Di Indonesia, tidak ada orang selain muslim yang mengenakan jilbab. Jika pun ada orang agama lain yang mengenakan hal semacam jilbab di Indonesia, biasanya cara mengenakannya sangat terlihat bedanya. Berbeda dengan orang-orang Kristen di negara Arab, banyak diantara mereka yang mengenakan pakaian persis seperti gamis dan jilbab yang dikenakan oleh orang-orang Islam. Artinya apa? Orang yang mengenakan jilbab di Indonesia itu adalah orang Islam atau setidaknya orang yang menyatakan diri sebagai orang Islam. Continue reading MUSLIM YANG TAK MENGERTI ISLAM

TOLERANSI NABI TERHADAP NON-MUSLIM DAN BAU BUSUK MULUT PENDUKUNG TERORISME

SIapakah kalian, mengaku Islam tapi meludahi wajah mulia Nabi SAW. Siapakah kalian, mengatasnamakan Islam, tapi kekaluan kalian persis seperti babi hutan....
Siapakah kalian, mengaku Islam tapi meludahi wajah mulia Nabi SAW. Siapakah kalian, mengatasnamakan Islam, tapi kelakuan kalian persis seperti babi hutan….

Fallacy atau sesat pikir adalah senjata terampuh siapapun untuk membuat audience-nya selalu membebek. Karena dengan fallacy ini, audience terjaga kebodohannya. Termasuk para teroris, mereka menyebarkan ajaran-ajarannya pun selalu melalui fallacy. Mereka mengetahui betul bahwa penyakit rata-rata orang adalah malas berpikir, sehingga ajaran apapun yang mampu menina-bobokkan akan laris ditelan mentah-mentah.

Saya ambil kasus yang belum lama terjadi, misalnya tewasnya Santoso. Dahulu Santoso lebih dikenal sebagai teroris daripada sebagai mujahidin. Sekarang, setelah tewas, Santoso dikenal sebagai agen minyak wangi: konon mayatnya mengeluarkan semerbak harum mewangi. Tentu saja sangat menggelikan, karena pelaku perampokan, pembunuhan, dan puluhan kriminal ini, tewasnya malah dianggap sebagai pahlawan.

Fallacy-nya mudah saja dikenali. Islam itu mengakui adanya 2 jenis orang kafir (non-muslim), yaitu Dzimmi dan Harbi. Yang dzimmi harus dilindungi, seperti orang-orang Islam melindungi diri dan keluarganya sendiri. Itu ajaran Nabi SAW. yang kebenarannya diakui oleh ijma’ ulama. Berbeda dengan Dzimmi, jenis kafir yang kedua, yaitu Harbi, harus diperangi, meskipun para ulama berbeda pendapat dalam hal ini. Ramadhan Buthi dalam Fiqhu al-Sirah, menyarankan agar orang-orang muslim yang hidup di negara kafir harby, boleh bertaqiyyah, atau berpura-pura tidak melakukan apa-apa, padahal sedang berjuang di bawah tanah.

Bank BCA, para anggota kepolisian RI, dan—apalagi—masyarakat awam yang non muslim sekalipun, adalah entitas-entitas yang hidup di negara Indonesia. Mereka hidup di dalam naungan negara Republik Indonesia. Jika pun diantara mereka ada yang berlabel “non-muslim”, jelas kufurnya mereka itu ada dalam jenis Dzimmi, yaitu kafir yang harus dilindungi, karena mereka tidak sedang berperang dengan kita. Mereka tidak mengangkat senjata melawan orang Islam. Jika pun ada pemikiran filosofis yang mengatakan bahwa BCA, misalnya, adalah bank kafir yang merugikan negara dalam kasus BLBI, maka cara memeranginya pun harus seimbang dengan cara dia berperang melawan kita, ini baru misalnya lho. Jika, misalnya ini benar, BCA berperangnya dengan jalan politik dan keuangan, maka kita tak boleh mengangkat senjata memberangusnya, karena secara Qawaid Fiqih, tuduhan bahwa BCA tengah memerangi kita hanya dikategorikan sebagai “kecurigaan” atau al-dzann, sedangkan kaidahnya berbunyi: jika ada dzann yang bertentangan dengan hakikat, maka yang dimenangkan adalah hakikat. Hakikatnya apa? Pada hakikatnya, BCA tidak tengah melakukan makar di negara kita ini. Artinya, bahwa bank-bank yang dirampok oleh kelompok Sanatoso, dan entitas-entitas yang diterror, bahkan dibunuh, itu wajib dilindungi oleh umat Islam. Continue reading TOLERANSI NABI TERHADAP NON-MUSLIM DAN BAU BUSUK MULUT PENDUKUNG TERORISME

BUKTI NABI TAK BERMUKA MASAM

Ya Nabi, salam alayka... Ya Rasul salam alayka...
Ya Nabi, salam alayka… Ya Rasul salam alayka…

Apa yang saya bahas ini—dalam aqidah—mungkin saja bukanlah masalah yang sangat krusial. Mungkin saja, bagi Anda, tidak akan mengganggu keimanan Anda. Tetapi, jika hendak dibilang tidak penting, tidak juga. Masalah ini justru penting. Ini akan membawa Anda kepada pendalaman al-Quran Anda. Bahwa ayat-ayat al-Quran tidak mungkin bertentangan satu dengan yang lain. Jika ada yang mempertentangkan, lalu membawa ta’wil di dalamnya, maka pastikan bahwa pertentangan itu bukan dari ayatnya, tetapi dari ta’wil atau tafsir itu. Mari kita bahas apakah Nabi kita, Muhammad SAW. pernah bermuka masam kepada Abdullah bin Ummi Maktum?

Dalam Tafsir Aththabari

Al-Thabari berkata: telah bercerita kepada saya Muhammad bin Sa’d, berkata: telah bercerita kepada saya bapakku, berkata: telah bercerita kepada saya pamanku, berkata: telah bercerita kepada saya bapakku, dari bapakku: dari Ibnu Abbas. Firman-Nya: Abasa watawalla an jaa-ahul a’ma. Dia berkata: Rasulullah SAW. menerangkan kepada kita, beliau menemui Utbah bin Rabiah, Abu Jahl bin Hisyam, dan Abbas bin Abdul Muththalib.  Nabi sering menemui mereka agar mereka beriman. Lalu datang kepada mereka orang buta yang bernama Abdullah bin Ummi Maktum, berjalan dan menghadap kepada mereka. Abdullah meminta Nabi membaca ayat al-Quran. Dan berkata, “Wahai Rasulullah, ajarkan kepadaku apa yang diajarkan oleh Allah.” Lalu Rasulullah membalikkan badannya yang mulia dan bermuka masam, tidak suka terhadap pertanyaan Abdullah, lalu menghadap lagi ke Utbah dan kawan-kawannya. Saat Rasulullah SAW.  hendak melakukan itu, Allah menahan mata mulia Rasulullah SAW. mengembalikan kepala Rasulullah SAW. ke arah Abdullah dan turunlah ayat:

عَبَسَ وَتَولَّى أنْ جاءَهُ الأعْمَى وَما يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى أوْ يَذَّكَّرُ فَتَنْفَعَهُ الذّكْرَى

Setelah ayat itu turun, Rasulullah SAW. lalu memuliakan Abdullah dan berkata, “Ada yang bisa saya bantu?” Lalu turun ayat:

أمَّا مَنِ اسْتَغْنَى فأنْتَ لَهُ تَصَدَّى وَما عَلَيْكَ ألاَّ يَزَّكَّى

Menurut al-Zamakhsari Continue reading BUKTI NABI TAK BERMUKA MASAM

5 DALIL SUPER KUAT KEISLAMAN ABU THALIB

Nabi SAW. tidak meminta apa-apa atas jasa-jasa beliau. Beliau hanya diperintahkan oleh Allah agar meminta balasan kepada kita agar mencintai keluarganya. Tidak lebih dari itu.
Nabi SAW. tidak meminta apa-apa atas jasa-jasa beliau. Beliau hanya diperintahkan oleh Allah agar meminta balasan kepada kita agar mencintai keluarganya. Tidak lebih dari itu.

Sebenarnya, keluarga Nabi SAW. tidak perlu dibela-bela, kerena Allah SWT. yang akan membela mereka. Mungkin kalimat yang pas untuk mengungkapkannya begini, “Walaupun seluruh dunia mengkafirkan keluarga Nabi SAW., jika memang kenyatannya mereka memang muslim, ya muslim saja.” Tetapi, sebagai pencinta Nabi SAW. saya merasa terpanggil menuliskan bukti-bukti keislaman Abu Thalib. Dengan bukti ini, seharusnya kita semua sudah teryakinkan bahwa Abu Thalib adalah seorang Muslim.

Berikut adalaha 5 dalil yang membuktikan bahwa Abu Thalib adalah seorang Muslim.

DALIL PERTAMA:
Tidak Dipisahkannya Fatimah binti Asad dengan Abu Thalib
Firman Allah SWT:
ولا تنكحوا المشركين حتى يؤمنوا

“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman.” (Qs. al-Baqarah 221)

Al-Haitsami dalam Majma’ al-Zawaaid wa Manba’ al-Fawaaid dalam bab Keutamaan Zainab binti Rasulullah SAW. Juz 9 hal. 213 Continue reading 5 DALIL SUPER KUAT KEISLAMAN ABU THALIB

Amiin, Aamiin, atau Amin, Sama Saja

"Amiin.." Kabulkanlah doa kami ya Allah...
“Amiin..” Kabulkanlah doa kami ya Allah…

Dari sejak saya kecil, pembahasan hukum Amiin dan Aamiin itu masih berlanjut. Bedanya, waktu saya kecil, jawabannya tidak ngawur. Para ustadz menjawabnya dengan baik. Meskipun detail jawaban itu saya telah lupa, tapi yang saya ingat adalah bahwa aamiin dan amiin mempunyai makna yang sama dalam bahasa Arab Masmu’ah.

Sekarang, ustadz-ustadz artis itu menjawab asal-asalan. Saya lihat, syndrome surban telah menjangkiti mereka. Mereka mengira bahwa dengan memakai surban orang langsung menjadi alim ilmu agama dan dapat menjawab sekenanya saja.

Jika mau membahas yang benar Amiin atau Aamiin, kita harus merujuk pada ilmu tata bahasa Arab, yaitu ilmu Nahwu. Rujukan ilmu Nahwu yang teruji–karena kelengkapannya–adalah Alfiyah Ibnu Malik. Berikut saya kutip Syarah Asymuni untuk Alfiyah Ibni Maalik. Syarah ini akan berguna bagi kita untuk mengungkap yang mana yang benar: aamiin atau amiin, atau malah amin saja? Mari kita kutip kitab Asymuni yang membahas tentang “amin” ini.  -lihat naskah lanjutannya>

PUYENGNYA FAHAM JILBAB PUNUK UNTA

Perempuan yang kesenangannya bersolek dan mejeng kiri-kanan untuk menarik perhatian lawan jenis, itu diibaratkan seperti wanita beramput punuk unta.
Perempuan yang kesenangannya bersolek dan mejeng kiri-kanan untuk menarik perhatian lawan jenis, itu diibaratkan seperti wanita beramput punuk unta.

Saya ini orang malas. Jika saya merujuk sebuah apalagi beberapa referensi, khusus untuk jamaah facebook, saya langsung tulis saja apa adanya. Tp saya jelaskan maksudnya sesingkat2nya.

Jadi, selama saya hidup, belum pernah saya menemukan zaman dimana orang2 yang tak mengerti agama menjadi sok mengerti agama hanya karena membaca sebuah artikel. Bahkan jika isi artikelnya adalah bolehnya membunuh ibu yg tak mau berbaiat kpd syaikh2 mereka pun mungkin akan dijalankannya dengan senang hati. Ini sudah banyak buktinya. Mereka tak tau harus bagaimana menyikapi hidup. AlQuran yg mereka bangga2kan tak diketahui kandungannya, apalagi hadis yg dgn seenaknya dibelok2kan maknanya.

Kasus jilbab punuk unta itu sesungguhnya sangat menjijikkan. Padahal kita tau tak ada satu pun lafadz yg menyebutkan kata jilbab. Kata2nya kan kaasiyaatun aariyaatun mumiilaatun maailaatun ru-uussuhunna ka-asnimatil bukhti almaailah. Jadi, kepala yg mirip punuk unta itu tidak berdiri sendiri.

Kita lihat saja syarah orang2 pintar dulu. Jangan buru2 menghakimi dgn ilmu orang2 gak jelas. Imam Nawawi dalam riyadhussalihin bab HARAMNYA PEREMPUAN MENYERUPAI LAKI2 DAN SEBALIKNYA. -lihat naskah lanjutannya>

Ayah-Bunda Nabi SAW. Bukan Penyembah Berhala

penyembah berhala
Jika kepada anak-istrimu saja Anda pasti memilah-milah kabar yang berhembus tentang mereka, lalu bagaimana mungkin Anda menyatakan cinta kepada Rasulullah, sedangkan Anda bernafsu sekali memilih hadis-hadis yang mengkafirkan ayah-bunda beliau? Padahal itu adalah hadis bermasalah.

Hari-hari ini saya benar-benar mual mendengar orang membahas dengan bahagianya bahwa ayah-bunda Nabi SAW. pasti masuk neraka hanya bersandar pada hadis yang tak mutawatir. Yang penting perawinya Bukhari-Muslim pasti merupakan kebenaran. Jadi ukuran kebenaran berpindah dari kevalidan sanad dan matan menjadi asal diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, maka hadis lain bahkan ayat alQuran, yaitu ayat fatrah, menjadi salah. Atau ini hobby mengkafirkan yg akut, sampai2 orangtua Nabi SAW yg mulia saja tak luput dari hobby buruk mereka.

Para ulama berbeda pendapat ttg masalah ibunda dan ayahanda Rasulullah SAW. Pertama adalah kelompok yg berpendapat bahwa siapapun yg mati sblm Rasul diutus, maka matinya adalah selamat. Ini dikemukakan oleh al-Suyuthi dan ulama2 al-Syafi-iyyah. Kelompok kedua berpendapat bahwa yg selamat selama masa fatrah (masa ketiadaan seorang Rasul) hanyalah anak2. Ini dikemukakan oleh ibnu hazm, ibnu hajar al-asqalani, imam Qurtuby, dan Ibnu al-Jauzi.

Imam Nawawi jelas menyampaikan bahwa orang musyrik pada masa fatrah (jahiliyah) adalah yang menyembah berhala. Sedangkan kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidaklah menyembah berhala. Silahkan baca tulisan tentang bagaimana akhlak kedua orangtua beliau pada berbagai referensi, Demikian juga dengan Ibnu Hajar, beliau pernah berkata yang menyampaikan ucapan Al Kirmaniy bahwa Kabar Aahaad dipakai hanya pada amal perbuatan, bukan pada I’tiqadiyyah (Fathul baari Almasyhur Juz 13 hal 231), termasuk karya-karya Imam Nawawi. Continue reading Ayah-Bunda Nabi SAW. Bukan Penyembah Berhala

APAKAH PATUNG ITU BERHALA?

memahat patung
Bekerjalah sesukamu. Asal engkau tidak menduakan Tuhanmu, dan berkehndak ingin menandingi kekuasan-Nya, maka engkau berada pada koridor yang aman.

Patung dalam al-Quran

Dalam al-Qur’an ada dua jenis patung: PERTAMA: PATUNG YANG DISEMBAH. Patung inilah yang disebut sebagai berhala (ashnaam) dan anshaab.

“Dan demi Allah, sungguh, aku akan melakukan tipu daya terhadap berhala-berhalamu (ashnaamakum) setelah kamu pergi meninggalkannya.” (Qs. al-Anbiya 57)

Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku agar tidak menyembah berhala. (Qs. Ibrahim 35)

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala (anshaab), mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Qs. al-Maidah 90)

Anshaab adalah berhala yang disembah dengan mengorbankan sesembahan (sesajen berupa hewan yang disembelih).

Maka, sudah jelas bahwa patung seperti yang ada pada ayat-ayat di atas dilarang bagi Muslim: memproduksinya, menjualnya, apalagi menyembelih hewan untuknya. Menyembah patung-patung itu jelas hukumnya syirk. Continue reading APAKAH PATUNG ITU BERHALA?