Nama aslinya adalah al-Mughirah. Digelari Qamar al-bat-ha (rembulan yang indah), karena ketampanannya. Kata manaf asalnya adalah manat, manat, yang merupakan nama berhala terbesar. Oleh ibunya, ia dijadikan pelayan berhal tersebut. Saat itu ibunya berkata, “Saya menghibahkan anak saya untuk berhala ini, ia adalah anak pertama dari Qushay.”
Di zaman pemerintahan Abdu Manaf ini, majelis-majelis yang telah dibangun oleh Qushay, ditambah menjadi beberapa majelis lagi. Kemudian pada masa pemerintahan telah pindah ke tangan Hasyim. Majelis-majelis itu adalah:
a. al-Siqayah, ialah majelis yang mengurus semua urusan air minu, terutama untuk para jamah haji yang datang dari luar negeri. Majelis ini suatu majelis yang terpenting, karena urusan air ini bukan urusan mudah, terutama bagi kota Makkah. Atas usaha majelis ini, telaga Zamzam yang tekenal itu diketemukan kembali, yang mulanya telah terbenam, lalu digali kembali dan diperbaiki. Di samping itu majelis ini berusaha membuat kolam-kolam yang teruat dari kulit, lalu diletakkan di halaman Ka’bah dan airnya diambilkan dari perigi-perigi Banu Hasyim.
b. Al-Rifadah, adalah majelis yang mengurus urusan makanan terutama jamuan bagi para jamaah haji yang datang dari luar negeri. Adapun biaya untuk kepentingan ini dipungut setiap tahun dari segenap kepala bangsa Quraisy. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Banu Naufal: kemudian di belakang hari dipindahkan ke tangan seorang dari Banu Hasyim.
c. Al-Imarah, ialah majelis yang memlihara kehormatan Ka’bah di Mesjid al-Haram, dan menjaga ketentramannya. Seseorang tidak diperkenankan mengeluarkan perkataan yang kotor dan tidak boleh mengeraskan suaranya di dalam mesjid, terutama di dekat Ka’bah. Majelis ini diketahai oleh seorang dari Banu Hasyim juga.
d. Al-Sidanah, ialah majelis yang mengurus urusan keamanan rumah suci Ka’bah dan memelihara kuncinya. Orang yang mengetuai majelis ini adalah yang dipandang lebih tinggi danlebih terhormat daripada yang mengetuai majelis lainnya bagi segenap bangsa Arab, karena dialah yang berkuasa membuka dan mengunci rumah suci itu. Majelis ini dinamakan juga dengan al-Hijabah. Majelis ini diketahi oleh seorang dari Bani Abd al-Dar.
e. Al-Nadwah, ialah majelis yang mengurus semua urusan ketatanegaraan. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Bani Abd al-Dar juga.
f. Al-Musyawarah, ialah majelis untuk berhimpunnya segenap ketua-ketua dan pemuka-pemuka Quraisy, terutama dari mereka yang mengetuai empat belas majelis. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Bani Asad.
g. Al-Asynaq, ialah majelis yang mengurus urusan tanggungan jiwa dan tanggungan harta benda. Misalnya urusan membayar denda, karena kesalahan membunuh orang. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Banu Taim.
h. Al-Qubbah, ialah majelis yang mengurus urusan genderang perang, yakni jika ketua dari majelis ini pada suatu hari telah memukul genderang, maka segenap penduduk terutama golongan Quraisy harus bersiap-siap mengadakan perlengkapan untuk berperang. Majelis ini bersiap-siap mengadakan perlengkapan untuk berperang. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Banu Makzum.
i. Al-A’inah, ialah majelis yang mengurus urusan pasukan berkuda dan lain-lain kendaraan untuk keperluan berperang. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Bani Makhzum pula.
j. Al-Safarah, ialah majelisyang mengurus urusan perwakilan pemerintahan untuk membuat perdamaian dengan bangsa lain, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Majelis ini diketahui oleh seorang dari Bani Ady.
k. Al-Aisar, ialah majelis yang mengurus urusan panah-panah suci yang dipergunakan untuk undian yang dilakukan di muka berhala. Yakni kalau terjadi pertikaian atau saling sengketa di antara golongan Quraisy, seperti peristiwa yang terjadi antara Hasyim dan Umayyah sebagai yang telah diuraikan di atas, lalu diadakan undian dan diadakan suatu keputusan, maka urusan itu diserahkan kepada majelis ini. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Bani Jamuh.
l. Al-Amwalul Muhajjarah, ialah majelis yang mengurus urusan harta yang dikumpulkan untuk kepentingan rumah suci dan berhala. Urusan ini serupa dengan wakaf dan baitul mal dalam Islam. Majelis ini diketuai oleh seorang dari Banu Saham.
m. Al-Iqabah, ialah majelis yang mengurus urusan bendera kaum Quraisy yang akan dikeluarkan dan dikibarkan, apabila mereka itu perlu kelur untuk berperang. Sewaktu-waktu bendera itu keluar dan berkibar, berarti segenap kaum Quraisy harus siap sedia untuk keluar berperang melawan musuh. Majelis ini diketuai oleh seorang Bani Umayyah.
n. Al-Khizanah, ialah majelis yang mengurus urusan perbendarahaan negara. Majelis ini diketauai oleh seorang dari Bani Saham.
o. Al-Qiyadah, ialah majelis yang mengurus urusan pimpinan perang, atau urusan ketentaraan dan kepolisian. Majelis ini diketauai oleh seorang dari Banu Umayyah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s