KARIR BAGI ANAK AUTIS

Sejak kapan memiliki gairah, teliti terhadap detail, dan kurang perhatian pada gosip kantor menjadi masalah di tempat kerja? Karena tempat kerja didefinisikan sebagai latar sosial 9-5! Memang benar bahwa kantor – dan kamar saham di Walmart – adalah setting kerja yang “biasa”. Tapi orang autistik tidaklah biasa. Mereka juga tidak biasa bagi karir dimana mereka telah menjadi kandidat yang baik.

Mereka Suka Melihat Pohon daripada Hutannya:
Ini merupakan ciri umum di antara orang-orang autistik: mereka melihat bagian-bagiannya (detailnya) bukan keseluruhan. Ini merupakan masalah di beberapa tempat kerja, tapi merupakan atribut yang luar biasa jika Anda mencari … detail ruang anomaly yang luar biasa (sebagai astronom), sel-sel yang unik (sebagai teknisi laboratorium), perbedaan-perbedaan di antara spesies (sebagai peneliti biologis), karakteristik suara yang dihasilkan instumen musik (sebagai musikus atau music arranger), berbagai kelemahan dalam rangka dan hitungan permesinan (sebagai engineer), sifat-sifat khusus benda (sebagai gemologist, juru taksir barang-barang antik, atau sejarawan seni). -LIHAT NASKAH LANJUTANNYA>

Advertisements

10 FAKTA PENTING TENTANG AUTISME

Inilah fakta-fakta autisme yang harus diterima oleh orang-tua. Ada banyak yang negative, tapi tidak sedikit yang positif. Penerimaan sepenuhnya dari orang-tua akan membawa pada keikhlasan mendidik anaknya yang autis menjadi orang yrang mampu mengarahkan kemampuan positif-nya dalam rangka menjalani hidup. Bahkan, bisa jadi, hanya anak-anak yang. autisticlah yang dapat mengerjakan banyak jenis pekerjaan tertentu yang orang biasa berada beberapa tingkat di bawah mereka. Inilah fakta-faktanya:

1. Autisme adalah ‘Spectrum’ Disorder: orang-orang dengan autisme mungkin saja sedikit autistik atau sangat autistik. Dengan demikian, mereka mungkin saja adalah anak yang cerdas, verbal, dan cacat mental, non-verbal. Suatu penyimpangan yang meliputi berbagai gejala ini sering disebut spektrum disorder (gangguan spektrum autisme). Gejala yang paling sering komunikasi sosial (kontak mata, percakapan, mempunyai perspektif yang berbeda dari orang biasa, dll).
2. Sindrom Asperger (SA) adalah dianggap sebagai bagian dari spektrum autisme. Satu-satunya perbedaan yang signifikan -LIHAT NASKAH LANJUTANNYA>

ANAKKU AUTIS ATAU INDIGOKAH KAU?

Selama bersekolah di TKAI (Taman Kreativitas Anak Indonesia), anak saya, Mohammad Jevera Lateef (dipanggil J) begitu gembira. Hari-hari bersekolah di sana tampak begitu menyenangkan bagi kehidupannya, walaupun—seperti yang akan dijelaskan pada pembahasan nanti—anak-anak seperti J ini mestinya sangat susah untuk menyenangi tempat seperti sekolah.

Dahulu, sebelum bersekolah di TKAI—di tingkat Taman Kanak-Kanak A—J begitu sulit tidur, baik pada siang maupun malam hari. Bagi J, tidur jam 02.00 sudah biasa baginya, padahal siang harinya dia tidak tidur sama sekali. Bahkan, tidak jarang pula J tidur malam jam 04.00 dini hari. Tetapi, setelah beraktivitas di Taman Kanak-Kanak A, J tidurnya mulai teratur, yaitu antara jam 21.00 dan jam 21.30 wib.

Sebagai anak yang diidentifikasi mengidap autis PDD NOS (Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified) J memang sering menunjukkan perilaku autistic: tidak bisa tenang, sering berteriak, mempunyai rasa khawatir yang berlebihan, “anti sosial”, gerakan badan yang tidak seimbang, refleks yang jelek, -lihat naskah lanjutannya>

TIPS MENANGANI ANAK AUTIS

Pernahkah Anda gemes melihat anak Anda yang autis bertingkah aneh, misalnya teriak-teriak gak jelas sebabnya? Pasti sering. Nah, jika itu terjadi, jangan sekali-sekali membentaknya, karena kebanyakan anak autis malah tidak diam gara-gara bentakan kita, bisa-bisa teriakannya bertambah histeris dan kencang. Perlakukan mereka dengan penuh kasih-sayang. Memang lain anak lain penanganannya, tapi mungkin ini bisa menjadi obat alternative untuk Anda. Jika anak saya melakukan hal yang sama, saya menirukan gaya dia berteriak (mimiknya) tapi tidak mengeluarkan teriakan. Atau malah kita bikin lebih jelek lagi muka saya. Biasanya cara ini manjur untuk membuat si buah hati yang kebetulan terkena autis tertawa senang dan mendengarkan nasehat sederhana kita. -lihat naskah lanjutannya>

NEGARAKU SARANG PARA KORUPTOR

Negara ini tidak saja kaya dengan potensi bencana alam, dari gempa sampai banjir, yang kalau perspektif Islam mengatakan disebakan oleh tindakan dhalim manusia baik kepada Allah, sesama manusia dan lingkungan, tapi juga kaya dengan bencana sosial disebabkan oleh kejahatan sosial yang dilakukan oleh baik masyarakat maupun—terutama—oleh pemerintah yang terdiri dari lembaga eksekutif, legislative, kepolisian, bahkan sampai aparat kelurahan sekalipun.

Tak terbayang sebelumnya begitu mudahnya seorang anggota masyarakat biasa mengatur aparat penegak hukum untuk menentukan kebenaran dan kesalahan. Juga tak bisa dilogikakan oleh otak orang waras -lihat naskah lanjutannya>

Anakku Yang Autis, Anakku Yang Beruntung

Pertama kali mendengar bahwa anakku, Mohammad Jevera Lateef (lahir tahun 2005), autis aku dan isteri begitu panik. Hampir seluruh tempat therapy sudah kami datangi. Juga, tidak sedikit dokter ahli autisme atau psycholog yang kami kunjungi. Bahkan, kami pernah pergi ke Hypnotherapy dengan harapan bahwa dengan menghipnotisnya, kami dapat mengontrol prilaku tak biasa pada anak kami.

Dari kecil, memang, kami melihat ada yang tak biasa pada J (nama panggilan Jevera). Energi yang serasa tiada pernah habis, tidak pernah bisa diam, selalu membuat gaduh, susah dipeluk, serasa tidak merasa sakit kalau jatuh, suka berteriak-teriak tanpa sebab biasa, dan seterusnya. Tapi kami tidak menyangka bahwa itu adalah sedikit dari tanda autisme. Saat kami mendaftar ke TKAI (Taman Kreativitas Nak Indonesia binaan mbak Romi), kami baru mengetahui dari mbak Romi bahwa ada kemungkinan J mengidap autisme. -lihat naskah lanjutannya>