MASALAH ABDULLAH BIN ABDUL MUTHTHALIB ITU MUDAH


images (5)

Ini yang dijawab oleh Abdullah bin Abdul Muththalib (ayahanda Nabi SAW) saat diajak berhubungan badan oleh Fatimah binti Murr al-Khats’amiyyah:

اما الحرام فالممات دونه# فالحل لاحل فاستبينه
فكيف لي الامر الذي تبغينه

Daripada melaksanakan hal yang haram mendingan saya mati saja# karena hal yang halal tak perlu dijelaskan lagi# Bagaimana mungkin saya menuruti kemauanmu

Pertanyaannya: mungkinkah Abdullah bin Abdul Muththalib bukan termasuk orang2 yang ahnāf (mengikuti agama Ibrahim) dengan pengetahuannya tentang yang halal tersebut? Padahal kebiasaan Arab yang dinamakan ‘urus (pesta sex disertai musik kendang dll) pada saat itu sangatlah menjamur di kalangan pemudanya.

Sudahkah kaugunakan akal kalian semaksimal mungkin untuk membela Nabi SAW? Karena sesungguhnya untuk membuktikan kehanifan bapak dan ibunda Nabi SAW (seperti halnya Qas bin Saidah al-Iyadi, Riab al-Syinni, Buhaira al-Rahib, Waraqah bin Naufal, dst) itu sangat mudah. Ini hanya masalah Anda cinta atau tidak kepada Nabi SAW dan keluarganya.

Apalagi jika ditambah dengan hadis ini, maka jelas bahwa nasab Nabi SAW tidak ada yang pernah mengalami kejahiliyaan.

أنا محمد بن عبد الله بن عبد المطلب بن هاشم بن عبد مناف بن قصي بن كلاب بن مرة بن كعب بن لؤي بن غالب بن فهر بن مالك بن النضر بن كنانة بن خزيمة بن مدركة بن إلياس بن مضر بن نزار وما افترق الناس فرقتين إلا جعلني الله في خيرهما فأخرجت من بين أبوي فلم يصبني شيء من سنن الجاهلية وخرجت من نكاح ولم أخرج من سفاح من لدن آدم حتى انتهيت إلى أبي وأمي ا فأنا خيركم نسبا وخيركم أب أخرجه البيهقي في دلائل النبوة والحاكم عن أنس رضي الله عنه

“Aku Muhammad bin Abdillah bin Abdulmuttalib, bin Hasyim, bin Abdumanaf, bin Qushay, bin Kilaab, bin Murrah, bin Ka’b bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihir bin Malik bin Nadhar bin Kinaanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudharr bin Nizaar, tiadalah terpisah manusia menjadi dua kelompok (nasab) kecuali aku berada diantara yang terbaik dari keduanya, maka aku lahir dari ayah ibuku dan tidaklah aku terkenai oleh ajaran jahiliyah, dan aku terlahirkan dari nikah (yang sah), tidaklah aku dilahirkan dari orang jahat sejak Adam sampai berakhir pada ayah dan ibuku, maka aku adalah pemilik nasab yang terbaik diantara kalian, dan sebaik baik ayah nasab”. (dikeluarkan oleh Imam Baihaqi dalam dalail Nubuwwah dan Imam Hakim dari Anas ra, Imam Ibn Katsir dalam tafsirnya juz 2, Imam Al-Tabari dalam tafsirnya juz 2, al-Suyuthi al-Durr al-Mantsur dan al-Jami’ al-Shaghir, al-Alusi dalam Tafsir al-Alusi, Ibnu Asyakir dalam Tarikh Dimisq, al-Sam’ani dalam al-Ansab, dalam riwayat lain yang diriwayatkan oleh al-Bukhari, matannya berbunyi: Saya Nabi, tidak bohong, saya anak Abdul Muththalib).

Belakangan ini orang2 dari kalangan takfiri tidak hanya gemar mengafirkan sesama muslim, bahkan keluarga nabinya pun dikafirkan juga. Dengan bermodal takfirisme ini, orang merasa punya hak untuk membunuh sesama muslim dan sesama manusia. Sesungguhnya, siapapun yang mengajarkan Anda menfafirkam orangtua Nabi SAW, sangat berpeluang mengafirkan siapa pun yang tidak sepaham dengannya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s