Orang yang berhijrah karena Allah, tidaklahbumi ini sempit baginya. Karena, bumi ini sangat luas, lapang, dan tidak sempit, kecuali bagi orang yang sempit cita-cita serta semangatnya. Jika seseorang keluar dari rumah karena Allah, ia akan berada dalam perlindungan Allah sehingga hilang darinyakebimbangan, ringan padanya segala beban, dan Allah ‘Azza wa Jalla menyerunya kepada salah satu dari dua hal; hidup mulia di bumi yang luas atau pahala berlimpah disertai ampunan dan rahmat apabila kematian menjemputnya dalam perjalanan.
Hijrah karena Allah lebih berharga dari harta, keluarga, dan seluruh kesenangan duniawi. Orang-orang yang berhijrah pertama kali, tidak seorang pun dari mereka memikirkan apakah kampung halamannya yang baru menyambutnya dengan kehangatan persahabatan atau permusuhan. Ia keluar sebagaimana Sang Khalil Ibrahim ‘alaihissalam keluar karena Allah. “Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya akupergi menghadap Rabbku, dan Diaakan memberipetunjukkepadaku. ” (QS. as-Shafat: 99) Khalil Ibrahim ‘alaihissalam keluar menuju Allah. “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorangpemberiperingatan yang nyata dari Allah untuk kalian. ” (QS. adz-Dzariat: 50)
Dhamrah keluar untuk berhijrah karena Allah, saat ia mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah. Anak-anaknya saat itu bermaksud mencegahnya untuk melakukan hijrah karena sakit yang dideritanya. Namun, ia membacakan firman Allah, “Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki maupun perempuan ataupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan [untuk hijrah], ” (QS. An-Nisa: 98) dan melanjutkan, “Aku memiliki harta dan aku pun mampu melakukan upaya.” Lalu, ia berangkat hijrah dan ajal menjemputnya di sebuah tempat bemama Tan’im. Ia nafikan kesenangan dan kenyamanan duniawi dari dirinya, takut kepada akibat yang akan ditanggung orang-orang yang tidak berhijrah, yang rela dengan kehinaan, yang dimurkai oleh Rabb mereka. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang mereka:
‘ ‘Sesungguhnya orang-orang yag dhvafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [kepada mereka] malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimanakah kalian mi?”
Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang tertindas di negeri [MekahJ. ” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu? ” Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. ” (QS. an-Nisa: 97)
Hijrah haruslah ikhlas karena Allah Ta’ala semata, bukan karena dunia atau mencari keuntungan materi dan bukan pula karena wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niat. Danhanya saja setiap or-ang itu mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, berarti ia berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya. Dan siapa saja yang berhijrah karena dunia yang ingjn ia raih atau karena wanita untuk ia nikahi, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang kepadanya ia berhijrah.” (Muttafaq ‘alaih)
Di antara rahasia-rahasia hijrah adalah hijrah merupakan bentuk pemberontakan terhadap kerusakan, kesesatan akidah, dan kesewenang-wenangan penguasa. Hijrah adalah sebuah gerakan untuk suatu perubahan. Hijrah bukanlah pelarian dari bumi Mekah, melainkan perpindahan yang disertai perjuangan berat di mana jiwa mereka terhinakan sehingga Allah Ta’ala memuliakan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ alaberfirman, “Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezekiyang baik (surga). Dan Sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baik Pemberi rezeki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga)yangdisenangi oleh mereka.”(QS. Al-Hajj: 58-59)
Hijrah karena Allah lebih berharga dari harta, keluarga, dan seluruh kesenangan duniawi. Orang-orang yang berhijrah pertama kali, tidak seorang pun dari mereka memikirkan apakah kampung halamannya yang baru menyambutnya dengan kehangatan persahabatan atau permusuhan. Ia keluar sebagaimana Sang Khalil Ibrahim ‘alaihissalam keluar karena Allah. “Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya akupergi menghadap Rabbku, dan Diaakan memberi petunjuk kepadaku. “(QS. as-Shafat: 99) Khalil Ibrahim ‘alaihissalam keluar menuju Allah. “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yangnyata dari Allah untuk kalian.” (QS. adz-Dzariat: 50)
Dhamrah keluar untuk berhijrah karena Allah, saat ia mengetahui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sal lam hijrah. Anak-anaknya saat itu bermaksud mencegahnya untuk melakukan hijrah karena sakit yang dideritanya. Namun, ia membacakan firman Allah, “Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki maupun perempuan alaupun anak-anak yang tidak mampu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan [untuk hijrah], ” (QS. An-Nisa: 98) dan melanjutkan, “Aku memiliki harta dan aku pun mampu melakukan upaya.” Lalu, ia berangkat hijrah dan ajal menjemputnya di sebuah tempat bernama Tan’im. Ia nafikan kesenangan dan kenyamanan duniawi dari dirinya, takut kepada akibat yang akan ditanggung orang-orang yang tidak berhijrah, yang rela dengan kehinaan, yang dimurkai oleh Rabb mereka. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman tentang mereka:
“Sesungguhnya orang-orang yag dnvafatkan malaikat dalam keadaan menganiaya diri sendiri [kepada mereka] malaikat bertanya, “Dalam keadaan bagaimanakah kalian ini?”
Mereka menjawab, “Kami adalah orang-orang yang terlindas di negeri Makkah. ” Para malaikat berkata, “Bukankah bumi Allah itu luas, sehingga kalian dapat berhijrah di bumi itu? ” Orang-orang itu tempatnya neraka jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali. ” (QS. an-Nisa: 97)
Hijrah haruslah ikhlas karena Allah Ta’ala semata, bukan karena dunia atau mencari keuntungan materi dan bukan pula karena wanita. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amal itu tergantung niat. Dan hanya saja setiap or-ang itu mendapatkan apa yang ia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, berarti ia berhijrah kepada Allah dan rasul-Nya. Dan siapa saja yang berhijrah karena dunia yang ingin ia raih atau karena wanita untuk ia nikahi, maka hijrahnya sesuai dengan apa yang kepadanya ia berhijrah.” (Muttafaq’alaih)
Di antara rahasia-rahasia hijrah adalah hijrah merupakan bentuk pemberontakan terhadap kerusakan, kesesatan akidah, dan kesewenang-wenangan penguasa. Hijrah adalah sebuah gerakan untuk suatu perubahan. Hijrah bukanlah pelarian dari bumi Mekah, melainkan perpindahan yang disertai perjuangan berat di mana jiwa mereka terhinakan sehingga Allah Ta’ala memuliakan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian mereka dibunuh atau mati, benar-benar Allah akan memberikan kepada mereka rezekiyang baik (surga). Dan Sesungguhnya Allah adalah Sebaik-baik Pemberi rezeki. Sesungguhnya Allah akan memasukkan mereka ke dalam suatu tempat (surga) yangdisenangi oleh mereka.”(QS. Al-Hajj: 58-59)
Selain itu, hijrah juga merupakan langkah untuk menghadapi secara langsung kaum Yahudi di Madinah yang merupakan ancaman besar bagi umat manusia di samping mereka pun menguasai harta, tanah, benteng-benteng, dan senjata. Lalu Allah ‘AzzawaJalla memporak-porandakan pos-pos mereka serta mengenyahkan mereka dengan tidak seorang pun menduganya.
“Dialah yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara Ahli Kitab dari kampung kampung mereka pada saat pengusiran kali yang pertama. Kalian tidak menyangka bahwa mereka akan keluar dan mereka pun yakin bahwa benteng benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari [siksaan] Allah, maka Allah mendatangkan kepada mereka [hukuman] dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah melemparkan ketakutan ke dalam hati mereka, mereka memusnahkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang yang beriman. Maka ambillah [kejadian itu] untuk menjadi pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan. ” (Q$. al-Hasyr: 2)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s