POLITIK SATELIT DI SURIAH

politik-satelit-di-syria

Pada tahun 2012, perusahaan NileSat pernah menghentikan broadcast dari Saluran Satelit Syria dalam prosedur unilateral dengan alasan Syria telah melanggar kode etik. Media Syria menyatakan bahwa ini adalah skema zionis.

Pada tahun yang sama, Asia Satellite Telecommunications Co.Ltd (AsiaSat) yang berbasis di Hongkong pernah mematikan seluruh channel TV asal Iran di Asia Timur berdasarkan aturan baru Amerika yang ditanda-tangani oleh Presiden Barack Obama sekitar November 2012.

Menurut Obama, perusahaan-perusahaan Amerika terlarang untuk berbisnis dengan Iran. Dan memang, hampir 37 persen saham AsiaSat dimiliki oleh General Electric yang merupakan sebuah perusahaan Amerika.

Pada tahun yang sama pula, perusahaan layanan satelit Eropa Eutelsat melakukan penghentian siaran stasiun-stasiun TV Iran dari HotBird, dilakukan atas tekanan Uni Eropa. Manajer Area Eutelsat, Karen Badalov mengatakan bahwa pemblokiran itu berdasarkan keputusan Dewan Uni Eropa. Continue reading POLITIK SATELIT DI SURIAH

Advertisements

LOGICAL DIVISION: SIMPLIFIKASI DIKOTOMI SYIAH NON-SYIAH

logical-fallacy

Orang yang mengajarkan kepada Anda dikotomi, seperti Syiah non Syiah, kafir non kafir, itu alasan secara manthiq-nya adalah karena tidak cukup pengetahuan mengenai denotasi sebagai unsur penting dari logical division. Malah, biasanya, para pengajar itu seringkali tersandung pada cross division atau division yang overlap. Kenapa? Tentu karena ketakmengertiannya mengenai cara berpikir yang logis.

Contohnya adalah pemberitaan uk.reuters.com mengenai ditemukannya logistik sumbangan IHR yang dipimpin oleh bachtiar nasir. Dengan menyebut bahwa masyarakat harus berhati-hati dengan media Syiah, dr. bachtiar seperti ingin mengatakan bahwa berita apa pun yang bertentangan dengan yang dilakukannya adalah Syiah. Dia seperti menggolongkan Syiah sebagai spesia di bawah genera yang serampangan. Continue reading LOGICAL DIVISION: SIMPLIFIKASI DIKOTOMI SYIAH NON-SYIAH

3 ORANG HEBAT, 1 ADA DI INDONESIA

quraish-shihab

Ini adalah Status mengenai 3 orang hebat. Yang pertama dan kedua adalah ketua Komisi Fatwa Mesir Periode sekarang dan periode 2003-2013. Mereka berdua orang-orang hebat dan dihormati dengan keilmuannya. Dari mana kita dapat menilai ilmu mereka? Tentu dari karya-karya ilmiahnya. Mereka didaulat menjadi ketua Komisi Fatwa di Mesir. Sedangkan orang yang ketiga adalah orang hebat yang hidup di Indonesia. Kehebatannya tentu semua orang mengetahuinya dari karya-karya Ilmiahnya, baik yang tertulis maupun yang terucap. Kepandaiannya pun ditopang dengan akhlak dan keteduhan sikapnya. Bedanya dengan orang pertama dan kedua, orang ini tidak dihargai di negaranya sendiri (setidaknya oleh orang-orang bodoh). MUI seharusnya dihuni oleh orang-orang seperti orang yang ketiga ini, juga ulama-ulama selevel dengannya, ingat ya, selevel.

Yang pertama adalah Ketua Darul Ifta’ atau Komisi Fatwa di Mesir periode 2013 sampai sekarang, yaitu Syeikh Syauqi Ibrahim Abd al-Karim ‘Allam. Karya Ilmiah Syaikh Syauqi dalam bidang fatwa adalah: Continue reading 3 ORANG HEBAT, 1 ADA DI INDONESIA

BERMAIN MUSIK HALAL

habib-luthfi

Dalam hal permainan musik dan penyanyi, ada sebagian ulama yang mengharamkannya, ada juga yang menghalalkannya. Dalil yang dipakai adalah hadis ini:

ليكونن من أمتي أقوام يستحلون الحر والحرير والخمر والمعازف

“Akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menghalalkan zina, sutera, khamr, alat musik (al-ma’aazif).”

Hadis ini konon hadis muallaq dari Abi Malik atau Abi Amir al-Asy’ari. Meskipun hadis ini ada dalam shahih al-Bukhari tetapi dinyatakan sebagai hadis muallaq alias tidak bersambung ke Rasulullah SAW.

Ibnu Hazm menolaknya karena keterputusan sanadnya. Para ulama berkata bahwa sesungguhnya sanad dan matannya tidak selamat dari idthirab (kekacauan); sanadnya berputar2 atas Hisyam bin Ammar (Lihat al-Mizan dan Tahdzib al-Tahdzib). Hadis ini, oleh karenanya, didhaifkan oleh para ulama dzahiriyah, malikiyyah, Hanabilah, dan Syafi’iyyah. Continue reading BERMAIN MUSIK HALAL

SUDDENLY ULAMA

Tak pernah belajar di pesantren, tak pernah meneliti literatur-literatur keagamaan, tiba-tiba orang bisa merasa menjadi ulama.
Tak pernah belajar di pesantren, tak pernah meneliti literatur-literatur keagamaan, tiba-tiba orang bisa merasa menjadi ulama.

Saya kira semua sudah mengetahui kabar penyair Taufik Ismail yang mak bedunduk mengharamkan lagu Padamu Negeri. Dia menyatakan bahwa lagu itu adalah lagu syirik, sehingga yang menyanyikannya akan menjadi musyrik. Saya bilang, wow, rupanya virus “suddenly ulama” telah menjalar ke mana-mana.

Saya ingin mengatakan begini, hai para “suddenly ulama”, ketahuilah, bahkan seorang ulama sekaliber Muhammad al-Ghazali saja akan merujuk kepada literatur-literatur yang banyak agar mendapatkan hasil ijtihad yang—paling tidak—telah sangat melelahkannya untuk mencapai hasil yang maksimal. Setelah berlelah-lelah menelusuri literatur hanya untuk satu masalah saja, pun para ulama tidak merasa bahwa apa yang dikatakannya adalah kebenaran mutlak. Yang ditelusuri itu macam-macam: apakah pernah Nabi SAW. menyatakan seperti itu atau semisal itu; apakah pernah ulama-ulama kenamaan menyatakan hal semisal itu. Lalu, di dalam ilmu tauhid apakah hal semacam itu mengganggu keimanan. Continue reading SUDDENLY ULAMA

Fiqih Awlawiyyat Dan Konsensus Bangsa

fiqih-awlawiyat

Saya kepingin sekali membahas rame-rame di Indonesia ini memakai pisau bedah Fiqih Awlawiyyat (Fiqih prioritas) dan Fiqih Muwazanat (Fiqih Perbandingan). Tetapi, baru saja mau memulai membahasnya, saya terbentur pada aturan baku dalam berfiqih, yaitu mendahulukan hal-hal yang bersifat Dharuriyaat (kebutuhan yang tanpanya kita mati), atas hal-hal yang bersifat haajjiyyaat (hal-hal yang tanpanya hidup akan menderita); mendahulukan hal-hal yang bersifat haajjiyyaat atas hal-hal yang bersifat tahsinaat (kebutuhan tersier untuk kesempurnaan atau pelengkap hidup saja). Ini saja membutuhkan pemikiran yang mendalam yang seharusnya dilakukan bersama-sama oleh para ulama dan para pakar ketatanegaraan, hukum, politik, ekonomi, dan militer, yang dilakukan secara jujur tanpa ada kepentigan politik dan uang. Diskusi inilah yang akan menentukan mana hal-hal dharuriyyah bagi bangsa ini, yang jika tidak dilakukan akan menghancurkan kehidupan bangsa Indonesia; mana yang haajjiyah, yang juga penting agar bangsa Indonesia tidak seperti Suriah atau Yaman; dan mana yang hanya bersifat Tahsinaat. Continue reading Fiqih Awlawiyyat Dan Konsensus Bangsa

Suami Menyusu Kepada Isterinya

Di bawah ini ada cuplikan dari kitab al-Durr al-Mantsur karya Jalaluddin al-Suyuthi yang membahas tentang persusuan.

al-durr-al-mantsur2al-durr-al-mantsur1

Artinya persusuan tidak bisa menjadikan mahram, kecuali (susuan) yang mengenyangkan dan terjadi sebelum disapih. Ini jawaban bagi ustadz2 yang mengharamkan suami–maaf–menyusu kepada isterinya. Beda kan antara yang merujuk pada kitab-kitab mu’tabar dengan yang merujuk pada hayalan.

Mengartikan Hadis Man Tasyabbaha Biqawmin Lagi

Dalam sebuah status di FB tentang OPB atau Orang Pintar Baru, seorang teman membahas mengenai haramnya duduk-duduk bersama orang-orang kafir; yang dikutip adalah Qs. al-Nisa ayat 140 yang berarti: “Dan sungguh, Allah telah menurunkan ketentuan kepadamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir), maka janganlah kamu duduk bersama mereka, sebelum mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena (kalau kamu tetap duduk dengan mereka), tentulah kamu serupa dengan mereka. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan semua orang-orang munafik dan orang-orang kafir di neraka Jahanam.”

Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa yang dilarang itu adalah jika orang Islam—yang notabene wajib atas mereka amar ma’ruf, nahyu munkar, dan berkata-kata baik—yang duduk di majelis dimana orang-orang di dalamnya menghina al-Quran, menertawakan ayat-ayat Allah, menertawakan Nabi SAW., dan ridha atas penghinaan itu, maka dia dianggap masuk di dalam golongan itu. Bahkan, dijelaskan lagi di dalam tafsir tersebut dengan hadis, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka diharamkan atasnya duduk di majelis dimana ada khamr di dalamnya.” Maksudnya, duduk-duduk sambil ridha terhadap perbuatan mereka. Continue reading Mengartikan Hadis Man Tasyabbaha Biqawmin Lagi

Salafiyah Itu Bukan Madzhab

Salafiyyah: Marhalah Zamaniyyah Mubarakah Lā Madzhab Islamiyy
Salafiyyah: Marhalah Zamaniyyah Mubarakah Lā Madzhab Islamiyy

Pernah mendengar hadis ini?: “Sebaik baik manusia ialah orang yang sezaman dengan saya (para shahabat) kemudian generasi yang mengikuti mereka (para Taabi`iin) kemudian generasi yang mengikuti mereka dengan baik (Atbaa`ut Taabi`iin), kemudian datang satu kaum dimana persaksian mereka mendahului sumpahnya dan sumpah mereka mendahului persaksiannya.” Continue reading Salafiyah Itu Bukan Madzhab

HUKUM GHASAB

Al-Bajuri
Al-Bajuri

Ghasab adalah menguasai harta orang lain secara sewenang-wenang. Di dalam kitab yang saya foto ini, Kata “hak” meliputi harta benda dan semua hak milik seperti kucing, pupuk, burung, manfa’at dan hak-hak orang lain, seperti peluang usaha, link bisnis, dan lain-lain.

jika nilai barang yg dighasab melebihi nisab pencurian, yaitu senilai 4,25 gram emas; maka dosanya dihitung sebagai dosa besar. Dalam hadis di kitab ini, hukumannya adalah 7 lapis bumi akan dikalungkan ke lehernya, menggambarkan betapa beratnya hukumannya.

من ظلم من الأرض شيئاً طوقه من سبع أرضين
من ظلم من الأرض شيئاً طوقه من سبع أرضين

Alam Penghambaan Itu Berbeda

Orang yang ada di ketinggian tak sempat bercerita
Orang yang ada di ketinggian tak sempat bercerita

Ngene lho nduk, tak wenehi ngerti. Urip sing berkenaan dengan ibadah dan kedekatan kepada Allah itu tidak seperti rumus-rumus di dunia formal. Tasawwuf atau penyembahan kepada Allah itu kebalikan dari formalitas.

Jika ada orang yang mengatakan dia dekat dengan Allah, sesungguhnya dia sangat jauh. Jika ada orang yang mengatakan ibadahnya sangat banyak, pamer puasa, pamer tahajjud, sesungguhnya dia tidak pernah melakukan apa-apa. Jika ada orang berdoa di facebook untuk dirinya sendiri sambil melolong menagih-nagih kebaikan-kebaikannya, sesungguhnya dia memang sedang melolong.

Gini nduk, tak kasih tau rumusnya:

“Siapa saja yang menghamba kepada Allah, dia akan melihat amal-amalnya sebagai amal yang riya’, menyaksikan ahwalnya hanya sebagai hal yang “ngaku-ngaku” saja, dan menyaksikan ucapan dan perbuatannya sebagai kebohongan.”

Gitu nduk… Nek kowe kepingin weruh ulama zaman iki, meluwo wong sing koyo ngono…

SABAR DAN PENGECUT

coward_sm2


Sabar yang berlebihan dalam menjalani hidup disebut zuhud, dan kebalikannya disebut tamak (hirsh). sabar atas kadar bagian yang sedikit disebut qana’ah, kebalikannya disebut rakus (al-Syarratu).

Pertanyaan: dimanakah posisi kita? Padahal Nabi SAW. bersabda: “Iman itu sabar.” Sedangkan Imam Ali berkata, “Sabar dalam Iman itu seperti kepala pada tubuh. Tidak ada tubuh jika tidak ada kepala. Tidak ada iman jika tidak ada kesabaran.” Lalu sabar itu bagaimana? Apakah sabar itu diam saja ketika ditindas, yang penting kebutuhan keluarga terpenuhi? Kata Imam al-Ghazali itu, itu bukan sabar, tetapi pengecut.

BANDWAGON EFFECT

Kesenangannya orang bodoh adalah mengikuti arus besar: pokoknya asal banyak yang melakukan, mereka akan melakukannya juga.
Kesenangannya orang bodoh adalah mengikuti arus besar: pokoknya asal banyak yang melakukan, mereka akan melakukannya juga.

Ini hanya tentang ilmu logika. Saya berharap agar tulisan jelek ini mentrigger orang untuk belajar logika atau mantiq. Ilmu ini sangat penting untuk mengarungi kehidupan yg dikuasai oleh informasi2 dan tokoh2 palsu ini. Menguasai ilmu ini, Anda tak mudah ikut arus, apalagi sampai terjebak menjadi jamaah besar sebuah kelompok yg berperang ideologi dengan kelompok ideologi lain, alias menjadi cecunguk.

Tulisan ini mengambil angle dari kalimat yg dilontarkan oleh Anton Medan. Sekali lagi, ini hanya soal logika, bukan masalah Ahok atau calon gubernur lain. Karena disamping dukung mendukung gubernur itu terlalu sempit cakupannya, saya pun juga tidak tertarik membahas calon2 gubernur itu. Kalimatnya berbunyi begini: “Tuhan saja ada yg membenci, apalagi Ahok.” Continue reading BANDWAGON EFFECT