ASSAD PEMBANTAI WARGA ALEPPO?


Children play while waiting to be evacuated with others from a rebel-held sector of eastern Aleppo, Syria December 17, 2016. REUTERS/Abdalrhman Ismail

Saya heran dengan orang-orang yang memercayai Assad membantai warga Aleppo. Jika Assad memang benar ingin membantai warga Aleppo, dengan gedung-gedung yang telah hancur oleh perang itu, tak susah bagi Assad yang dibantu oleh Russia untuk menghancurkan Aleppo dan warganya. Hanya dengan menjatuhkan beberapa bom FOAB, dalam sehari saja Assad sudah bisa menghancurkan Aleppo dan warganya.

Kenapa sampai memakan waktu 4 tahun? Karena Assad sangat hati-hati dalam menyerang pemberontak dan terroris yang sedang menduduki Aleppo. Selama ini, Russia memakai satelit canggih rahasia yang bisa “memusnahkan” rudal jelajah Barat. Rusia bisa menembakkan rudal jelajah yang menargetkan posisi-posisi kelompok teroris ISIS dan pemberontak di wilayah Suriah dari Laut Kaspia. Serangan dari jarak 1,500 kilometer ini mampu menghancurkan ratusan markas ISIS. Ingat film Sniper Ghost Shooter yang diperankan oleh Michael Collins dan Billi Zane? Dalam level tertentu, pemakaian satelit itu bisa dipakai untuk mengincar posisi lawan. Nah, pada level yang lebih advanced, teknologi pengintaian ini dipakai oleh Russia. Teknologi ini disebut dengan S-400, yaitu salah satu rudal permukaan-ke-udara yang paling canggih di dunia, mampu menargetkan beberapa ancaman ratusan mil jauhnya. Ada juga S-500 Promethey yang khusus yang mampu menghancurkan target udara termasuk rudal hipersonik pesiar serta rudal balistik antarbenua dan target dekat-ruang seperti hulu ledak nuklir.

Kita kembali ke FOAB. Dengan bobot 7,1 ton, bom ini mampu menghasilkan ledakan setara dengan 44 ton TNT dan dengan tingkat kerusakan radius 300 meter. Tapi jangan diasumsikan sama dengan daya ledak bom panci yang katanya hingga 300 meter. Jadi, yang dimaksud dengan daya ledak FOAB yang mencapai 300 meter itu adalah Blast Radius, yaitu jarak dari sumber ledakan yang akan terpengaruh oleh ledakan itu. Pengaruhnya adalah total destruction atau kerusakan total dalam jarak 300 meter itu: gedung-gedung akan collapse, manusia akan terbakar karena temperature yang sangat-sangat panas dengan temperature lebihd ari 100 juta derajat Celsius. Bahkan, dalam radius lebih dari 300 meter, jendela-jendela akan pecah karena ledakan itu. Jadi beda ya dengan bom panci. Kalau bom panci, yang dimaksud dengan daya ledak hingga 300 meter itu adalah explosive shockwave. Jadi, jika Blast Radius itu merusak gedung-gedung dan seluruh yang ada dalam radius tertentu, maka explosive sockwave hingga 300 meter itu hanya menarget manusia, karena rata-rata bom panci ditanam proyektil atau paku.

Artinya apa? Jika Assad benar hendak menghabisi warganya sendiri, dia tinggal meledakkan beberapa FOAB ke atas kota Aleppo, dan dalam sehari atau seminggu saja, Aleppo habis terbakar. Sekarang, apa yang Anda lihat? Butuh waktu 4 tahun bagi Assad untuk memerangi terroris dan pemberontak di sana. Berita yang sering kita dengar adalah bahwa Russia sering menggunakan s-400 yang ditembakkan dari laut Kaspia. Itu karena Assad memang hanya menarget para terroris dan pemberontak saja. Sekali lagi, jika tidak, jika memang Assad hendak membantai warga Aleppo, maka dengan bantuan persenjataan canggih dari Russia, tak butuh waktu lama baginya untuk membakar habis kota Aleppo.

Simple-nya begini. Bayangkan TNI kita bekerjasama dengan Russia ingin membakar habis kota Jakarta. Kira-kira, butuh waktu berapa lama bagi TNI untuk menghancurkan kota Jakarta dan menghabisi warganya? Masuk akalkah jika TNI sampai membutuhkan waktu hingga 4 tahun? Tidak masuk akal. Kenapa sampai 4 tahun? Karena di sana ada para pemberontak yang dibantu oleh Amerika-Israel-Inggris yang juga menggunakan senjata canggih. Dan Anda harus ingat, S-400 Rusia adalah sistem rudal pertahanan udara jarak jauh, sedangkan MEADS buatan Amerika-Eropa adalah sistem pertahanan udara kisaran menengah. Triumf system (sebutan dari s-400) dapat mendeteksi low-signature target, yaitu target-target yang bercampur-baur ditengah-tengah pemukiman penduduk sipil; juga memiliki anti-missile, sehingga mampu meng-intercept target-target dengan kecepatan lebihd ari 4.8 km/detik, sebanding dengan jarak ballistic missile, 3,500 km.

Prof. Tim Anderson menjelaskan bahwa setelah pengevakuasian sekitar 100,000 penduduk sipil dan ribuan teroris dan keluarganya, kini Aleppo sedang dibangun, dan tentara-tentara di-deploy untuk menjaga kota itu. Reporter Suria, Iran, Russia, reporter independen termasuk Maytham al Ashkar, Shadi Halwi, Asser Khatab, Khaled Alkhateb, Ali Musawi, Lizzie Phelan, Murad Gazdiev, Vanessa Beeley, Eva Bartlett dan mendiang Mohsen Khazaei, telah menceritakan kepada kita banyak sekali informasi yang akurat. Mereka menginformasikan sangat berbeda dengan informasi yang diberikan oleh media-media apocalyptic Barat. Contohnya adalah Sekjen PBB Ban Ki-Moon, sekutu dekat dari Washington, dia mengklaim dalam konferensi pers-nya bahwa Aleppo sekarang adalah kata lain daripada neraka. Itu tentu saja berdasarkan cerita dari Jihadis NATO.

Menurut Prof. Tim Anderson, faktanya adalah pasukan Suriah telah memukul mundur pasukan al Qaeda, warga yang terjebak telah dibebaskan. Mereka pun telah mempublish video suka-cita dari warga sipil Aleppo Timur (lihat video). Russia dan Iran memberikan ber-ton-ton makanan, perlindungan, pakaian, selimut, dan tempat berlindung, sebaliknya, Barat dan Amerika tidak memberikan apa-apa. Malah, pada tanggal 15 Desember 2016 lalu, Fares Shehabi MP, salah seorang anggota parlemen Suriah dan kepala Kamar Dagang Aleppo, mempublish nama-nama pejabat militer Koalisi AS yang ditangkap di Bunker Aleppo Timur. Mereka adalah Mutaz Kanoğlu dari Turki, David Scott Winer dari US, David Shlomo Aram dari Israel, Muhamad Tamimi dari Qatar, Muhamad Ahmad Assabian dari Saudi, Abd-el-Menham Fahd al Harij dari Saudi, Islam Salam Ezzahran Al Hajlan dari Saudi, Ahmed Ben Naoufel Al Darij dari Saudi, Muhamad Hassan Al Sabihi dari Saudi, Hamad Fahad Al Dousri dari Saudi, Amjad Qassem Al Tiraoui dari Jordan, Qassem Saad Al Shamry dari Saudi, Ayman Qassem Al Thahalbi dari Saudi, dan Mohamed Ech-Chafihi El Idrissi dari Maroko. Itulah bantuan dari Amerika dan Barat, yaitu pasukan-pasukan teroris beserta persenjataan lengkapnya.

Maka, saran saya adalah, tak usahlah memperdebatkan sesuatu yang Anda sudah yakini. Jika Anda meyakini bahwa Bashar al-Assad itu penjahat, tak perlu berpikir bagaimana mempergunakan logika-logika yang manusiawi, cukup bertahanlah dengan apa yang Anda percayai: bahwa seluruh informasi yang bertentangan dengan yang Anda percayai adalah salah dan tak perlu dibaca. Bagi Anda yang percaya bahwa Assad bukan penjahat, saya justru bertanya, kenapa Anda percaya begitu? Bukankah apa yang terjadi di Suriah itu jauh dari jangkauan panca indera Anda?

Tapi jika Anda bertanya kepada saya kenapa saya mempercayai Assad bukan penjahat, saya menjawab bahwa saya bukan sedang mempercayai siapa pun sebagai apa pun, tapi saya sedang mempercayai otak dan hati nurani saya sendiri: bahwa yang bertentangan dengan otak dan hati nurani saya, maka saya akan tinggalkan. Ditambah lagi Syaikh Hassoon dan al-Syahid Syaikh Ramdhan Buthy, beliau-beliau adalah para ulama yang saya percayai kejujurannya. Cukuplah saya menyandarkan diri kepada para ulama, yaitu para ulama yang terkonfirmasi kepakarannya, bukan ulama yang saya sendiri belum pernah mengetahui kepakarannya. Sekian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s