Meluruskan Thalaq

Thalaq itu tidak jatuh secara fauran atau serta merta setelah kalimat thalaq diucapkan oleh suami. Dalam Tafsir al-Qurthubi, kata “kesaksian” dalam Qs. Al-Thalaq ayat 2 berlaku untuk ruju’ dan thalaq sekaligus.

Ada ikhtilaf antara ulama, Imam Syafii menganggap 2 orang saksi wajib dalam ruju’ dan sunnah dalam thalaq. Imam Abu Hanifah menganggapnya sunnah saja. Akan tetapi, sebagian ulama al-Syafi’iyyah berbeda, mereka menganggap bahwa thalaq tidak akan jatuh tanpa ada saksi.

Allah SWT berfirman dalam Qs. Al-Thalaq 2:

فَإِذَا بَلَغْنَ أَجَلَهُنَّ فَأَمْسِكُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ أَوْ فَارِقُوهُنَّ بِمَعْرُوفٍ وَأَشْهِدُوا ذَوَيْ عَدْلٍ مِنْكُمْ وَأَقِيمُوا الشَّهَادَةَ لِلَّهِ

“Maka apabila mereka telah mendekati akhir iddahnya, rujuklah mereka dengan baik atau lepaskanlah mereka dengan baik, dan persaksikanlah dengan dua orang saksi yang adil di antara kamu, dan hendaklah kamu tegakkan kesaksian itu karena Allah.” Continue reading Meluruskan Thalaq