Namanya Abdullah bin Qais. Ia berasal dari negeri Yaman. Abu Musa memiliki suara yang merdu dan indahnya bacaan Al-Qurannya. Abu Musa juga seorang ahli penunggang kuda yang langka. Rasulullah SAW memuji keberaniannya dengan mengatakan, “Pemimpin para penunggang kuda adalah Abu Musa.” Ia pemalu kepada Allah SWT. Ia bercerita tentang dirinya, “Sungguh, aku mandi di malam gelap sambil membungkukkan punggungku karena malu kepada Rabbku.” Bila tidur, ia mengenakan pakaian yang lebar karena takut auratnya terbuka. Suatu hari, ia berpidato di hadapan penduduk Bashrah, “Wahai segenap manusia, menangislah! Jika kalian tidak dapat menangis, maka berusahalah supaya menangis. Karena, sesungguhnya penghuni neraka itu menangis air mata hingga kering dan kemudian menangis darah sampai-sampai sekiranya perahu-perahu ditaruh di atasnya, niscaya perahu-perahu itu akan berlayar.”
Pada peristiwa Tahkim, Abu Musa Al-Asy’ari-lah yang ditunjuk untuk mewakili Ali, sedangkan dari pihak Mu’awiyah diwakili ‘Amr bin ‘Ash. Tetapi, ‘Amr menipunya saat menyuruhnya maju terlebih dahulu. Abu Musa maju ke atas mimbar dan mengumumkan pencopotan Ali dari kekhilafahan. Lalu ‘Amr pun maju setelahnya, namun ia justru menetapkan Mu’awiyah sebagai khalifah, setelah sebelumnya menyatakan persetujuannya terhadap keputusan Abu Musa. Maka, terjadilah fitnah yang amat dahsyat.
Menjelang kematiannya, Abu Musa berpesan, “Bila aku mati, janganlah ada suara yang mengiringiku dan dalamkanlah ruang kuburku.” Semoga Allah meridhai Abu Musa Al-Asy’ari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s