Pada hari ini, Kamis, tanggal Sepuluh, bulan Desember, tahun Duaribu Sembilan yang bertanda tangan di bawah ini masing-masing:
1. Nama : Pinkan Mampir
Alamat : Jl. Ramadhan No. 414
Jabatan : Marketing manager
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama PT. MotoGrosirindo yang untuk selanjutnya disebut Pihak Pertama.
2. Nama : Si Unyil
Alamat : Jl. Kacau Balau No. 1 Jakarta Tengah
Jabatan : Karyawan Swasta
Dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama diri sendiri yang untuk selanjutnya disebut Pihak Kedua.
Pihak Pertama dan Pihak Kedua menyatakan telah se-pakat untuk mengadakan perjanjian dengan syarat-syarat dan ketentuan-ketentuan sebagai berikut.
Pasal 1
Pihak Pertama akan menjual mobil kepada Pihak Kedua sebagaimana Pihak Kedua sudah bersedia membeli mobil dari Pihak Pertama dengan ketentuan sebagai berikut.
• Jenis mobil/merek : Blue Avanza
• Tahun perakitan : 2008
• Nomor mesin : XXXX

• Nomor polisi : XXXX
• Warna mobil : silver
Pasal 2
1. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat bahwa harga mobil yang diperjualbelikan di dalam perjanjian jual-beli ini sebesar Rp 150.000.000,00 (seratus lima puluh juta rupiah).
2. Pihak Kedua bersedia membayar biaya-biaya lain, seperti bea balik nama, Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB), Jasa Raharja SWPD dan asuransi sebesar Rp 10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah).
Pasal 3
Pembayaran harga mobil dan biaya-biaya lain sebagaimana sudah disebutkan di Pasal 2 (ayat 2) di atas secara tunai pada saat perjanjian jual-beli ini ditandatangani kedua belah pihak.
Pasal 4
Pihak Pertama akan menyerahkan mobil kepada Pihak Kedua dilakukan dengan cara diantar oleh Pihak Pertama ke alamat Pihak Kedua paling lambat 1 (satu) hari, hari kerja setelah perjanjian jual-beli ini ditandangani kedua belah pihak.
Pasal 5
1. Pihak Kedua memberikan garansi selama 1 (satu) tahun sejak mobil tersebut diserahkan oleh Pihak Pertama.
2. Selama masa garansi, Pihak Kedua bebas mengganti se-
bagian atau seluruh onderdil, bagian mobil, termasuk
mesin mobil yang rusak baik sebagian maupun seluruhnya.
Pasal 6
1. Pihak Pertama bertanggung jawab mengantar mobil ter-sebut ke alamat Pihak Kedua. Jika ada kerusakan dan/atau kehilangan mobil tersebut selama perjalanan ke alamat Pihak Kedua menjadi tanggung jawab Pihak Pertama.
2. Pihak Pertama bertanggung jawab memperbaiki kerusak-an mobil tersebut selama masa garansi, kecuali kerusakan-kerusakan karena kelalaian dari Pihak Kedua.
3. Pihak Pertama berhak mendapatkan pembayaran dari Pi-hak Kedua secara tunai saat perjanjian ini ditandatangani.
4. Pihak Kedua bertanggung jawab melakukan pembayaran seperti yang telah ditetapkan di perjanjian jual-beli ter-sebut dengan Pihak Pertama. Pembayarannya dilakukan secara tunai.
5. Selama masa garansi, Pihak Kedua berhak memperoleh pelayanan untuk perbaikan mobil yang dimaksudkan da-lam perjanjian jual-beli ini.
Pasal 7
Apabila sampai jatuh tempo yang ditetapkan, Pihak Pertama tidak dapat mengirimkan mobil tersebut pada waktunya, sedang hal ini tidak dikarenakan force majeure (hal-hal di luar kekuasaan Pihak Pertama) maka Pihak Pertama dikenakan denda sebesar Rp100.000,00 (seratus ribu rupiah) tiap-tiap hari dengan maksimum Rp 1.500.000,00 (satu juta lima ratus ribu rupiah) dari pembayaran Pihak Pertama, kecuali jika keterlambatan ini disebabkan oleh kesalahan Pihak Kedua sehingga Pihak Pertama tidak diwajibkan membayar denda.
Pasal 8
1. Pihak Pertama menjamin bahwa kendaraan tersebut ada-lah miliknya sendiri dan tidak ada orang atau pihak lain yang turut mempunyainya dan sebelumnya belum pernah dijual atau dipindahkan haknya, atau dijaminkan dengan cara bagaimana pun juga kepada orang atau pihak lain.
2. Pihak Pertama membebaskan Pihak Kedua dari segala tuntutan Pihak Ketiga berkaitan dengan status kepemilik-an mobil yang dimaksudkan dalam perjanjian jual-beli ini.
Pasal 9
1. Force Majeure yang dimaksud dalam perjanjian ini adalah suatu keadaan memaksa di luar batas kemampuan kedua belah pihak yang dapat mengganggu bahkan menggagal-kan terlaksananya perjanjian ini, seperti bencana alam, epi-demik, peperangan, pemogokan, sabotase, pemberontakan masya-rakat, blokade, kebijaksanaan pemerintah khususnya

di bidang moneter, kecelakaan atau keterlambatan yang di-sebabkan karena keadaan di luar kemampuan manusia.
2. Terhadap pembatalan akibat Force Majeure, Pihak Per-tama dan Pihak Kedua sepakat menanggung kerugiannya masing-masing.
Pasal 10
Perjanjian jual-beli ini berlaku selama satu tahun sejak di-tandatangani oleh kedua belah pihak dan berakhir sampai dengan tanggal sembilan, bulan Desember, tahun dua ribu sembilan.
Pasal 11
1. Apabila muncul perbedaan penafsiran atas pelaksanaan perjanjian ini dan atau hal-hal lain yang belum tercantum di dalam perjanjian ini akan dibicarakan serta diselesaikan secara kekeluargaan dengan cara musyawarah untuk mu-fakat oleh kedua belah pihak.
2. Apabila penyelesaian secara kekeluargaan dengan musya-warah untuk mufakat tidak memuaskan salah satu atau kedua belah pihak maka keduanya akan menempuh jalur hukum dan oleh karena itu Pihak Pertama dan Pihak Ke-
dua sepakat memilih tempat tinggal yang tetap dan se-umumnya di kantor kepaniteraan Pengadilan Negeri Jakarta Barat.
Pasal 11
Demikianlah surat perjanjian ini dibuat dalam rangkap 2 (dua) di antaranya bermaterai dua belas ribu rupiah yang masing-masing mempunyai kekuatan hukum yang sama dan berlaku sejak ditandatangani.
Jakarta, 10-12-2009
Pihak Pertama Pihak Kedua
Materai
Pinkan Mampir Tuan Si Unyil
Saksi-Saksi:
1. Lukaz Podolsky
2. Jose Mourinho

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s