Abdullah bin Salam adalah seorang laki-laki saleh. Ia tidaklah seperti yang disebutkan segelintir orang sebagai penyebar muslihat terhadap kaum muslimin jika tuduhan itu benar, tentu Rasulullahlah orang yang pertama kali mengetahuinya.
Ia berkata tentang dirinya, “Ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, orang-orang berdatangan mengerumuninya dan aku turut bersama mereka. Aku amati raut wajahnya ternyata beliau bukan seorang pendusta.” Kemudian ia masuk Islam. Bukhari meriwayatkan, “Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tiba di Madinah, datanglah Abdullah bin Salam kepada beliau lantas berkata, “Aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah dan engkau datang membawa kebenaran. Orang-orang Yahudi mengetahui bahwa aku adalah pemuka mereka dan anak dari pemimpin mereka – ayahnya adalah termasuk pemuka Yahudi. Mereka mengetahui bahwa aku adalah orang yang paling tahu diantara mereka dan putra orang yang tahu di kalangan mereka. Panggil dan tanyailah mereka [tentang diriku] sebelum mereka mengetahui bahwa aku telah memeluk Islam. Karena, jika mereka mengetahui bahwa aku telah memeluk Islam, mereka tidak akan mengatakan sebenarnya tentang diriku.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus seseorang untuk mengundang orang-orang Yahudi dan mereka datang menemui beliau. Setelah itu beliau berkata dihadapan mereka, “Wahai segenap kaum Yahudi, celaka kalian, bertawakallah kepada Allah. Demi Dzat Yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa aku adalah benar-benar utusan Allah dan aku datang membawa kebenaran. Karenanya, masuklah ke dalam Islam.” Mereka menyahut tiga kali, “Kami tidak mengetahuinya.” Nabi bertanya, “Siapakah Abdullah bin Salam?” mereka menjawab, “Dia adalah pemimpin kami dan putra pemimpin kami. Dia orang yang paling berilmu di antara kami dan anak orang yang paling berilmu dari kami.” Beliau kembali bertanya, “Bagaimana menurut kalian jika dia masuk Islam?” mereka menjawab tiga kali, ”Sungguh tidak mungkin dia memeluk Islam.” Nabi berseru, “Hai Abdullah bin Salam, keluarlah! ”Abdullah bin Salam keluar lalu berkata, “Wahai segenap kaum Yahudi bertawakallah kamu kepada Allah. Demi Allah Yang tidak ada Tuhan, kecuali Dia, sesungguhnya kalian mengetahui bahwa dia adalah Rasulullah dan datang membawa kebenaran.”Mendengar ucapan Abdullah itu, mereka menyahut, “Engkau dusta! ( Sirah Ibnu Hisyam) maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pun menyuruh mereka keluar.
Diriwayatkan pula oleh Bukhari dari Sa’ad bin Abi Waqqash bahwa ia berkata, “Belum pernah aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata kepada seorang pun yang berjalan dimuka bumi bahwa ia tergolong penghuni surga kecuali kepada Abdullah bin Salam. “Selain itu, ia meriwayatkan pula dari Yazid bin Umar bahwa ia bertutur, “Ketika kematian hendak menjemput, Mu’adz bin Jabal dimintai untuk menyampaikan wasiat. Maka, ia berkata,”Carilah ilmu kepada Abu Darda, Salman al-Farisi, Ibnu Mas’ud, dan Abdullah bin Salam yang dahulunya seorang Yahudi lalu masuk Islam, karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Abdullah bin Salam adalah orang kesepuluh dari sepuluh orang yang langsung masuk surga.”
Abdullah bin Salam dan orang-orang sepertinya dari Ahlul Kitab mengakui Islam dan membenarkannya. Al-Qur’an telah menunjukkan hal itu kepada anda pada saat membantah orang-orang musyrik yang tidak mendengar sedikit pun tentang risalah dan kitab suci, “Berkatalah orang-orang kafir, “Kamu bukan seorang yang dijadikan Rasul.” Katakanlah, “Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dengan kalian, dan diantara orang yang mempunyai ilmu al-Kitab.” (QS. Ar-Ra’ad: 41). Diantara Ahlul Kitab itu adalah Ka’ab al-Akhbar dan lainnya.
Keislaman Abdullah bin Salam merupakan bukti bahwa kendati pun Taurat telah diubah, namun masih ada penjelasan yang cukup di dalamnya tentang kebenaran Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Oleh karena itulah Allah ‘Azza wa Jalla menantang orang-orang Yahudi dengan firman-Nya, “Katakanlah, Maka bawalah Taurat itu lalu bacalah dia jika kamu orang-orang yang benar”. (QS. Ali Imran: 93)
Firman-Nya juga, “Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kishasnya.” (QS. Al-Miadah: 45). Semoga Allah meridhai Abdullah bin Salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s