Bangsa Bergurau dan Bangsa Berguru

Pengetahuan membuatmu pintar. Ilmu membuatmu ahli. Gurauan membuatmu senang. Gurauan berlebihan membuatmu seperti orang tak punya haluan.
Pengetahuan membuatmu pintar. Ilmu membuatmu ahli. Gurauan membuatmu senang. Gurauan berlebihan membuatmu seperti orang tak punya haluan.

Bergurau dalam KBBI adalah percakapan untuk bermain-main saja, kelakar, lelucon seperti olok-olok untuk tertawa-tawa. Sedangkan berguru bermakna belajar.

Bergurau bagi kesehatan konon ada gunanya. Berbagai buku psikologi atau kesehatan mental menjelaskannya bahwa bercanda itu dapat merilekskan tubuh, mengurangi rasa sakit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan mengurangi rasa takut. Bahwa dengan gurauan kehidupan yang ketat menjadi longgar. Kemampetan otak akibat efek negatif modernisme juga menjadi lega karena rasa humor. Bahkan ada seseorang yang sedang dioperasi otaknya, memainkan gitarnya untuk mengurangi rasa sakit dan ketakutannya. Inilah yang dinamakan sense of humor, menganggap masalah-masalah sebagai guru kehidupan yang niscaya. -lihat naskah lanjutannya>

Ramadhan Syndrome

Satu bambu yang gila saja bisa mempengaruhi begitu banyak orang. Bisa bayangkan jika separuh bangsa ini yang gila.
Satu bambu yang gila saja bisa mempengaruhi begitu banyak orang. Bisa bayangkan jika separuh bangsa ini yang gila.

Bulan Ramadhan adalah fenomena aneh. Bulan ini milik orang Islam, tapi yang menyambut bahagia adalah manusia seluruh dunia. Sadar atau tidak. Setidaknya itu kata Quantpedia dalam Ramadhan Effect-nya.

Umat Islam wajib berpuasa di bulan Ramadhan. Karena wajib, maka yang meninggalkannya bukan saja berdosa tapii secara sosial pasti malu. Sadar atau tidak.

Bagi orang-orang yang taat, berpuasa Ramadhan bukanlah beban. Dia lebih merupakan kerinduan yang terbalas. Bagi orang-orang yang Islamnya pura-pura, maka berpuasa adalah beban. Puasa bagi mereka adalah mau-tak-mau, daripada malu. Jadi, selama bulan Ramadhan, mereka merindukan datangnya hari Raya Idul Fitri. Menghitung hari-demi hari bulan Ramadhan jika semakin dekat dengan Idul Fitri. -lihat naskah lanjutannya>

Sabtu Malam, Karya, dan Harga Diri

Kesenangan itu buah dari perjuangan. Kesenangan yang berlebihan adalah buah dari kegalauan.
Kesenangan itu buah dari perjuangan. Kesenangan yang berlebihan adalah buah dari kegalauan.

Sabtu malam itu seperti tempat dudukmu di depan televisi. Kau tertawa dengan tangan kiri bersandar di sofa Chase Lounge, dan tangan kanan berkuasa atas pilihan-pilihan mewah White Truffle dari Piedmont, Chocopologie buatan Knipschildt, atau Macaroons Houte Couture, minumannya Henensy Cognag, di hadapan smart tv dengan SmartWorld App Store dan Skype. Suasanya ruanganmu lebih sejuk dengan Accent Lighting. Atau kau duduk di dingklik dalam ruangan yang temaram, nyamuk berseliweran di telingamu. TV-mu tak menampilkan apa-apa kecuali acara-acara lokal dengan aksen cembung dan gradasi warna tak beraturan akibat signal yang inlander. Di mejamu hanya ada koran zaman Majapahit: datang entah dari tukang sayur atau tukang nasi uduk. Tak ada pisang goreng atau keripik singkong. Gelas kopimu pun sudah membusuk.

Jika kau ada di jenis orang pertama, kau seperti hidup di dunia untuk selamanya. Hidup seperti mencintaimu. Alam semesta mendukungmu. Kau sangat menikmati hidup. Karirmu sukses. Usahamu lancar. Uang di saku dan tabunganmu cukup bahkan berlebihan. Doa-doamu seperti tak pernah tertolak. Kau sungguh bahagia. -lihat naskah lanjutannya>

Amerika Serikat Ada di Saku Celana Kita

Trik intervensi-kolonialisme Amerika Serikat telah lama terbaca. Melalu Proxy War-nya, kabel yang menghubungkan kekacauan dengan Remote Control-nya telah terlacak.
Trik intervensi-kolonialisme Amerika Serikat telah lama terbaca. Melalu Proxy War-nya, kabel yang menghubungkan kekacauan dengan Remote Control-nya telah terlacak.

MENURUT William Blum dalam Demokrasi: Ekspor Amerika Paling Mematikan, campur tangan Amerika ke Indonesia berawal dari Konfrensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda 1949. Dalam konferensi itu, Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dengan tiga syarat.

Pertama, Indonesia harus mempertahankan keberadaan perusahaan asing, kebanyakan dimiliki Amerika; Kedua, Indonesia harus mengakui IMF, Amerika sebagai pemegang saham tertinggi; Ketiga, Indonesia harus bersedia membayar hutang Hindia Belanda selama perang.

Dengan 3 butir ini, Amerika berhasil menancapkan kukunya dalam-dalam di Indonesia. Tujuannya hanya 1, agar jangan sampai kepentingannya terganggu. Dengan ini kemudian, Soekarno yang anti Amerika lengser digantikan Soeharto. Peralihannya, dan peralihan negara-negara Dunia Ketiga yang lain akan sama, dengan jalan kudeta dan bantuan militer.

Menurut Naom Chomsky dalam How the World Works, pasca Perang Dunia ke-2, Goerge Kennan, sebagai perencana pasca perang Kementrian Luar Negeri Amerika Serikat menyadari bahwa rekonstruksi pasca perang pada masyarakat industri adalah vital bagi korporasi AS, maka tatanan sayap kanan tradisional harus direstorasi menjadi dominasi bisnis. -lihat naskah lanjutannya>

Idul Fitri, Konsumerisme, dan Ilmu Nurus Bumi

Sehebat-hebatnya kedudukanmu, sehebat-hebatnya perjuanganmu untuk sukses di dunia, sekuat-kuatnya cita-citamu, kuburan adalah pencapaian terakhir yang akan kauraih. Baik-baiklah dalam bermuamalah....
Sehebat-hebatnya kedudukanmu, sehebat-hebatnya perjuanganmu untuk sukses di dunia, sekuat-kuatnya cita-citamu, kuburan adalah pencapaian terakhir yang akan kauraih. Baik-baiklah dalam bermuamalah….

RASULULLAH SAW bersabda, “Pada hari pertama Idul Fitri, ada (malaikat) memanggil-manggil, ‘Wahai kaum mukmin, pergilah kalian menghampiri penghargaan-penghargaanmu.’ Kemudian bersabda, ‘Wahai Jabir, penghargaan Allah tidaklah sama dengan penghargaan para raja.’ Kemudian berkata, ‘Itulah Hari Penghargaan’.”

Dinamakan Hari Penghargaan karena pada hari itu orang-orang yang berpuasa, melaksanakan shalat Qiyam Ramadhan (Tarawih), dan menaati segala perintah Allah pada bulan Ramadhan, mendapatkan pengampunan atas segala dosanya. Pertanyaannya, semua dosa, termasuk dosa besar, atau dosa kecil saja?

Kang Mustari mengatakan bahwa yang diampuni semua dosa minus dosa besar. Sedangkan Kang Ngadiman mengatakan bahwa yang diampuni adalah semua dosa, baik kecil maupun besar. Yang mana yang benar? Mosok yang diampuni hanya dosa-dosa tertentu saja? -lihat naskah lanjutannya>

Warga Negara Kelas Nol

Anak-anak adalah warga negara yang paling rentan menjadi korban kekerasan orang-orang dewasa.
Anak-anak adalah warga negara yang paling rentan menjadi korban kekerasan orang-orang dewasa.

WARGA NEGARA TERKECIL adalah anak-anak, baik dari segi umur maupun dari segi hak. Anak-anak tak mempunyai hak politik, sosial, maupun budaya. Bahkan hak memperoleh informasi paling sederhana pun anak-anak sangat lemah. Celakanya, di tangan anak-anaklah nasib bangsa ini ditentukan. Jika baik bangsa ini merawat dan mendidik mereka, akan baiklah masa depan bangsa ini.

Inilah fakta menyakitkan yang terjadi di negeri kita ini. Katakanlah DPR telah berjasa dalam menelurkan Undang-Undang Nomer 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Dalam bab III dari pasal 4 sampai pasal 19 undang-undang ini merinci hak-hak anak seperti hak untuk hidup, tumbuh, berkembang, dan berpartisipasi secara wajar serta mendapatkan perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 4). -lihat naskah lanjutannya>

Fokus, Jendral Gatot!

Jendral TNI tak saja harus memimpin TNI, tetapi harus pandai menerapkan geostrategy dan mengerti geopolitik.
Jendral TNI tak saja harus memimpin TNI, tetapi harus pandai menerapkan geostrategy dan mengerti geopolitik.

ANDA pasti akan kegirangan nggak karuan jika Anda tengah menghayalkan sesuatu, lalu tiba-tiba datang orang membawakan sesuatu itu untuk Anda. Sama dengan Anda, Indonesia pasti akan menyambut gembira jika ada orang yang mau memberikan jaminan keamanan atas Sumber Daya Alamnya.

Kita yang tengah dilanda kegalauan luar biasa atas kebesaran kita yang dikerdilkan oleh banyak fakta, tiba-tiba Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjanjikan akan fokus dalam mengembangkan dan memperkuat TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) secara serentak.

Wow! Saya seperti disodori menu takjil kurma Ajwa kesukaan saya. Senang dan berharap kurma Ajwa ini asli seasli kurma shayhan pada saat penyambutan Nabi di Madinah kala itu. -lihat naskah lanjutannya>

Mimpi-Mimpi Palsu Sekolah Konvensional Vs. Blue Ocean Strategy

Mengekspolorasi kemampuan dan bakat anak itu lebih penting daripada memaksa mereka mempelajari semua hal. Karena setiap orang dilahirkan berbeda-beda.
Mengekspolorasi kemampuan dan bakat anak itu lebih penting daripada memaksa mereka mempelajari semua hal. Karena setiap orang dilahirkan berbeda-beda.

GARY Hamel dan CK Prahalad mendorong para manajer untuk fokus pada tinjauan bisnis dan cita-cita strategis ke depan, agar tidak terjebak pada persaingan taktis yg merugikan dalam pasar yg sudah ada. Gary dan Prahalad dengan demikian memandang bahwa agar dapat mendominasi ruang baru, manajer dan usahawan harus menciptakan pasar yg disebut “ruang putih”.

Cara menciptakan ruang putih ini dulu disebut inovasi. Bahkan pelakunya disebut the pioneer. Orang-orang lalu beramai-ramai menciptakan hal-hal baru guna menciptakan bisnis yang tak ada persaingannya; membuat pasar terkaget-kaget lalu berharap mereka saling berebut untuk mendapatkan produk tersebut. Maka menciptakan bohlam, telfon, handphone, facebook, google, adalah termasuk dalam ruang putih ini. -lihat naskah lanjutannya>

Meluruskan Logika Jonru dan Jamaahnya

Negara ini dipertahankan dengan darah, air mata, dan nyawa oleh pendahulu kita. Para pengacau di negara ini adalah manusia rendah yang tak berperasaan.
Negara ini dipertahankan dengan darah, air mata, dan nyawa oleh pendahulu kita. Para pengacau di negara ini adalah manusia rendah yang tak berperasaan.

LOGIKA Jonru yang disebarkan di media sosial itu berbunyi begini: Jika gereja dibakar oleh wahabi, ISIS, Islam radikal, maka itu dinamakan pelanggaran HAM. Tp jika masjid yang dibakar, maka anjurannya adalah: Jangan terprovokasi, cek dan recheck dahulu. Kurang lebih Jonru ingin berkata, “Mana letak keadilan?”

Logika ala Jonru ini dinamakan fallacy Ipsi Dixitism. Yaitu kesesatan berpikir karena memaksakan premisnya menjadi kebenaran yg disepakati. Padahal kenyataann ya sangat jauh dari kebenaran apalagi disepakati.

Jonru memaksakan sebuah ‘kebenaran’ bahwa pembakaran musholla di tolikara adalah ulah orang-orang Kristen. Jonru menolak investigasi. Dia maunya Islam langsung berhadap-hadapan dengan orang-orang Kristen. -lihat naskah lanjutannya>

Islam Nusantara VS. Islam Berkemajuan

Tak ada yang lebih baik daripada persatuan. Tak ada persatuan yang lebih baik daripada bersatu untuk membangun.
Tak ada yang lebih baik daripada persatuan. Tak ada persatuan yang lebih baik daripada bersatu untuk membangun.

ANAK-ANAK muda NU menawarkan Islam Nusantara pada Muktamar NU yang akan digelar 1-5 Agustus mendatang. Sementara Muhammadiyah memajukan term Islam Berkemajuan dalam Muktamarnya yang berlangsung di 3-7 Agustus. Dua term ini tentu sangat berbeda.

Perbedaan term kedua organisasi besar ini bukanlah masalah utamanya. Yang menjadi masalah adalah cara pandang orang setelah membaca term ‘nusantara’ dan ‘berkemajuan’. Seolah-olah yang pertama menawarkan lokalitas dan yang kedua menawarkan modernitas. Sepintas tidak salah. Tapi tidak demikian jika kita telisik lebih dalam.

Islam Nusantara
Salah satu yang mendasari lahirnya pemikiran ini adalah kaidah fiqih al-amru idza dhaaqa ittasa’a wa idzaa ittasa’a dhaaqa (IDIWID). Sesuatu itu jika menjadi sempit maka harus dibuat longgar. Jika sesuatu itu meluas, maka harus disempitkan. -lihat naskah lanjutannya>

Islam Nusantara: Wacana atau Aksi?

Membuat konsep itu sangat mudah. Yang susah adalah mewujudkannya menjadi aksi dan perjuangan.
Membuat konsep itu sangat mudah. Yang susah adalah mewujudkannya menjadi aksi dan perjuangan.

WACANA Islam Nusantara sungguh sangat menarik di tengah-tengah kekacauan yang ditimbulkan oleh faham-faham Wahabisme. Wacana ini seperti ingin menyuguhkan wajah Islam yang berbeda dengan faham-faham ekstrem ala Wahabisme dan banyak pengikutnya, juga Islam alay.

Namun yang menjadi pertanyaan adalah: bagaimana ideologi Islam Nusantara ini akan eksis? Apakah ini akan hidup cukup hanya menjadi sebuah wacana, sebuah tumpukan (heap) atau sistem?

Sebuah entitas dapat dikenali sebagai jenis atau kategori tertentu karena memiliki identitas yang berbeda dengan yang lain. Entitas ini harus memiliki ciri keutuhan (unity) sebagai hasil dari relasi komponen-komponennya.Jadi, unity itu adalah syarat mutlak sebuah sistem. -lihat naskah lanjutannya>

Mentalitas Schadenfreude

Saya numpang eksis dulu ya....
Saya numpang eksis ya….

SCHADENFREUDE itu artinya senang melihat orang terkena musibah. Istilah ini berasal dari kata schaden (musibah) and freude (kegirangan). Jadi maknanya ‘kita senang kalau melihat orang lain mendapat musibah’. Atau dalam bahasa Inggrisnya sering disebut morose delectation, atau dalam kata kerjanya adalah to gloat.

Dalam ajaran agama apapun, mentalitas seperti ini sangat dilarang. Islam menyebutnya sebagai hasud. Dosa hasud itu menghapus semua amalan baik kita: dari shalat, puasa, zakat, sedekah, haji, dan seterusnya, habis karena perilaku schadenfreude ini. Dalam ajaran gereja zaman dahulu, morose delectation termasuk dosa besar. -lihat naskah lanjutannya>

Pesan Cinta Dari Tragedi Hercules

Agama itu cinta, cinta itu agama. Beragama tapi brutal itu hanya orang jahat yang berlindung di balik nama besar "agama"
Agama itu cinta, cinta itu agama. Beragama tapi brutal itu hanya orang jahat yang berlindung di balik nama besar “agama”

TIDAK KALI INI saja pesawat Hercules jatuh. Beberapa kali pesawat ini pernah jatuh, yaitu 11 Mei 2009 dengan korban jiwa satu orang. Pada 5 Oktober 1991 jatuhnya pesawat Hercules menewaskan 135 orang. Jatuh pada 20 November 1985 menewaskan 10 orang.

Bahkan di luar negeri tercatat pernah jatuh di tanggal 17 Agustus 1988 di Pakistan. Dalam pesawat itu Presiden Pakistan Muhammad Zia-ul-Haq yang turut menjadi korban. -lihat naskah lanjutannya>

Syndrom Buah Pala: Primitivisme Indonesia Modern

Walaupun otak dan kelakuan kami seperti monyet, tapi kami keren kan?
Walaupun otak dan kelakuan kami seperti monyet, tapi kami keren kan?

NGOMONGIN Indonesia, kompleksitasnya sungguh long and winding road, kata Paul McCartney. Saya curiga John Naisbitt yang menggagas Global Paradox itu terinspirasi dari kompleksitas Indonesia ini. Karena bangsa ini adalah ‘surga yang dirindukan’ semua bangsa di dunia.

Di eranya Nathaniel Courthope 1616, Indonesia itu seperti sebuah trend besar para saudagar bahkan ratu dan raja dunia. Hanya rempah-rempah seperti pala, cengkih, dan lada, menghanyutkan seluruh dunia menghayalkan Indonesia. Mereka menyebut buah-buahan itu sebagai Mysticia Fragrans. Buah yang penuh daya tarik magis dan mistis. -lihat naskah lanjutannya>