KITA TAK BISA MENGATUR CARA ALLAH MENCINTAI KITA

"Kita berdoa meminta pesawat terbang, Allah malah memberi kita masalah sebesar pesawat terbang. Bagi pengeluh, yang demikian adalah bukti bahwa doanya tidak dikabulkan. Namun bagi penyukur, dia mengerti Allah sedang memberinya sesuatu yang lebih besar dari sekedar pesawat terbang."
“Kita berdoa meminta pesawat terbang, Allah malah memberi kita masalah sebesar pesawat terbang. Bagi pengeluh, yang demikian adalah bukti bahwa doanya tidak dikabulkan. Namun bagi penyukur, dia mengerti Allah sedang memberinya sesuatu yang lebih besar dari sekedar pesawat terbang.”

Sepuluh tahun belakangan ini, kita sering dijejali dengan dakwah-dakwah instan. Bahwa dengan bersedekah sejumlah tertentu kita akan mendapatkan balasan 10 kali lipat atau bahkan 700 kali lipat langsung di dunia ini. Bahwa sedekah akan membuat kita kaya-raya. Dan bahwa sedekah itu adalah sebenarnya senjata orang-orang Islam untuk menguasai dunia.

Benarkah? Nabi SAW. secara de facto tidak kaya. Kalaupun Nabi adalah pemimpin yang hartanya seharusnya melimpah, tapi kenyataannya tidak tuh. Kenapa? Karena setiap kali Nabi Muhammad SAW. menerima harta, maka harta itu langsung habis diinfaq-kan. Nabi bahkan pernah setelah melaksanakan shalat berjamaah langsung terburu-buru pulang karena ingat ada emas yang belum diinfaq-kan. Nabi tidak mau ada harta menginap di rumahnya tanpa diinfaq-kan. -lihat naskah lanjutannya>

Advertisements

Semua Ada di Hatimu

"Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih."
“Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih.”

Tiada jurang yang paling berbahaya
Melebihi hati yang dengki
Tiada hati yang paling berbahaya
Melebihi hati yang tinggi

Ketinggian hanya milik Allah
Tak ada satu makhluk pun yang punya
Setan mengajarimu dengki dan pongah
Allah mengajarimu sabar dan sederhana
-lihat naskah lanjutannya>

MASIH TAKUT DAN BERHARAP KEPADA SELAIN ALLAH

"Engkau kepada Tuhanmu ibarat anak kepada orang-tuanya. Engkau semestinya merasa aman dalam aturan-Nya. Sedangkan cinta Tuhan kepadamu tak terhingga melebihi cinta orang-tua kepada anak-anaknya."
“Engkau kepada Tuhanmu ibarat anak kepada orang-tuanya. Engkau semestinya merasa aman dalam aturan-Nya. Sedangkan cinta Tuhan kepadamu tak terhingga melebihi cinta orang-tua kepada anak-anaknya.”
Iman melahirkan rasa takut dan harapan: takut terhadap berbagai keburukan, dan harapan terhadap berbagai kebaikan. Makrifat melahirkan rasa takut dan harapan: yaitu takut dan berharap terhadap yang telah berlalu. Tauhid melahirkan rasa rakut dan harapan terhadap berbagai hakikat. Rasa takut ini mengacu kepada pe-nyaksian Tuhan, yaitu, takut kepada Allah swt. tanpa takut kepada selain-Nya, dan berharap kepada-Nya tanpa pernah berharap kepada selain-Nya. -lihat naskah lanjutannya>

QAIDAH TADĀKHUL DALAM SIKAP ANTI KEBENARAN

"Menjadi Pandawa atau Kurawa adalah pilihan. Dan pilihan terbaik adalah pilihan yang membuatmu menjadi manusia berakhlak baik."
“Menjadi Pandawa atau Kurawa adalah pilihan. Dan pilihan terbaik adalah pilihan yang membuatmu menjadi manusia berakhlak baik.”

Menurut Babad Tanah Jawi, Sumatera, Madura, Bali itu dulunya adalah pulau Jawa. Kemudian th 1208 M terjadi gempa yg memisahkan Jawa dengan Sumatera, dan tahun 1254 gempa memisahkan Jawa dengan Madura. Sedangkan pulau Jawa sendiri awalnya adalah bagian dari India dengan nama Nusa Kendang. Yang kemudian berpisah karena letusan Gunung menjadi Pulau Jawa dan Bali.

Pada kitab yang sama diceritakan perwatakan orang Jawa, yang menurut saya bukan saja Jawa tetapi sekarang menjadi Indonesia, bahwa watak mereka itu persis seperti cerita Kurawa yang menggambarkan perwatakan satria jahat. Pandawa adalah perwatakan satria baik. Kresna adalah lambang satria yang membela pandawa dgn berbagai konsekwensinya. Karna adalah lambang pembela kurawa dgn berbagai konsekwensinya. Terhadap tokoh Karna ini, menurut Babad Tanah Jawi, terdapat ambivalensi kepribadian orang jawa. -lihat naskah lanjutannya>

AKAL MUSTAFAD MENGHUBUNGKAN MANUSIA DENGAN ALAM MALAKUT DAN KETUHANAN

"Akalmu adalah alam semestamu. Jika pemikiranmu sempit, pertanda alammu sempit. Takutnya kuburmu juga akan sempit."
“Akalmu adalah alam semestamu. Jika pemikiranmu sempit, pertanda alammu sempit. Takutnya kuburmu juga akan sempit.”

akal mustafat
Setiap orang mempunyai akal mustafad. Akal ini menghubungkannya dengan alam malakut atau Ketuhanan. Pernahkah engkau terbersit dalam hatimu hendak melaksanakan kebaikan tertentu, lalu sepersekian detik setelah itu engkau langsung diuji atas kehendak baikmu itu? Saya sendiri mengalaminya. Dan banyak orang yang saya wawancara mengalaminya. Saya yakin setiap orang mengalaminya. Inilah salah-satu pengejawantahan dari QS. al-Ankabut: 2-3 yang berbunyi “Apakah manusia mengira bahawa mereka akan dibiarkan mengatakan: Kami telah beriman, sedang mereka belum diuji?” -lihat naskah lanjutannya>