Negara Ketoprak Humor

Saat aku pusing, aku selalu menyempatkan diri pergi menemui guruku, mas Tarjo Urip Karto. Karena dia selalu memberikanku obat penghilang pusing, baik fisik maupun psychis. Ya, ya… lumayan kan, punya guru tombo pusing. Aku pusing banget-banget ini, mikirin Indonesia yang nggak punya harga diri. Moso negoro diopyak-opyak orang kok diem saja. Aku saja, kalau rumahku dimasukin orang tanpa izin, ndak usah sampai 5 kali enam kali, sekali saja, sudah aku obrak-abrik tuh orang. Bukannya emossional, tapi kan memang begitu peraturannya. Rumah kita adalah istana kebesaran kita. Tidak boleh ada satu orang pun yang mengganggu kedaulatan itu. Ngono toh kang Tarjo?
“Eyalah tole tole… Awakmu pusing toh sekarang? Lagi-lagi kok mikirin masalah negoro, apa ndak ada urusan lain?” -lihat naskah lanjutannya>

Advertisements

Petak Umpet ala Politisi

Indonesia adalah negara yang banyak sekali menciptakan berbagai macam produk budaya, termasuk jenis permainan lokal yang unik. Salah satu di antaranya adalah petak umpet, yaitu jenis permainan yang dimainkan oleh beberapa orang, dimana salah satu diantara mereka harus mencari yang lain yang sedang ngumpet alias bersembunyi. Dalam petak umpet ini orang dapat bersembunyi di mana saja asalkan tidak ketahuan. Jika sudah ketahuan, maka yang dia akan menjadi orang yang mencari orang-orang lain yang bersembunyi. Dan demikian seterusnya. Yang menarik dari permainan ini adalah bahwa sebenarnya tempat-tempat persembunyian sebenarnya di situ-situ saja, dan pasti cepat atau lambat diketahui juga, ini hanya masalah siapa duluan yang ketahuan.

Hanya saja, belakangan ini, di Indonesia ada jenis permainan baru, yaitu petak umpet politik. -lihat naskah lanjutannya>

Janji Politik Yang Dapat Dipercaya

Dalam keseharian, kita sering berjanji atau menerima janji-janji dari orang lain. Kadangkala, janji-janji yang kita ucapkan enak didengar dan meyakinkan alias dapat dipercaya. Sering juga kita menemui janji-janji yang dari awalnya saja kita sudah dapat merasakan apakah janji-janji tersebut dapat dipercaya. Maka dari itu, kita dapat membedakan apakah sebuah janji dapat dipercaya atau tidak. Bagaimana caranya? -lihat naskah lanjutannya>

NEGERI PARA PENGEMIS

Kita tak pernah tau anak2 siapa yang mereka exploitasi untuk mengemis
Kita tak pernah tau anak2 siapa yang mereka exploitasi untuk mengemis
Kita tak mungkin tidak mengetahui masalah-masalah seperti anak-anak mengemis di jalan, ibu-ibu membawa bayi sambil mengemis, anak kecil—bahkan masih balita—mengamen. Semua itu adalah hal-hal yang sepertinya tidak aneh kita tonton setiap hari. Namun, apakah benar fenomena di atas adalah hal yang wajar-wajar saja? Coba kita bahas sebentar saja. -lihat naskah lanjutannya>

President Pilihan Rakyat

Siapakah President pilihan rakyat Indonesia? Ini adalah pertanyaan yang gampang-gampang susah dijawab. Gampang, karena President pilihan rakyat pasti orang yang popular di mata rakyat dengan berbagai cara. Susah, karena semestinya dalam keadaan negara yang pas-pasan (kalau tak mau dikatakan susah) ini rakyat seperti dihadapkan pada tumpukan jerami untuk mencari satu jarum di dalamnya.

Tapi, itu kondisi untuk masyarakat yang sehat dan wajar. Bagi Indonesia, yang masyarakatnya masih sakit, jawabannya gampang saja. Siapa yang dengan mudahnya mendekati rakyat dengan uang tanpa terjerat tuduhan money politics dialah yang akan menjadi President. Itu saja. Karena masyarakat Indonesia didominasi oleh orang-orang yang serba kekurangan dan membutuhkan hal yang riil, yaitu uang, tidak ada lain. -lihat naskah lanjutannya>

Tips Menyelesaikan Pertengkaran Suami-Istri

Dalam berumah-tangga, tidak ada satu pun rumah tangga yang selamat dari yang namanya pertengkaran. Pasti ada saja jalan yang menuju ke sana. Nabi pun tak luput dari itu, meskipun yang terjadi pada nabi dan isteri-isterinya tidak tepat jika disebut pertengkaran—lebih tepatnya kesalahpahaman isterinya saja, bukan dari pihak nabi. Karena manusia disebut manusia karena mempunyai akal pikiran. Pemikiran setiap orang itu pasti berbeda satu sama lain. Nah, kadangkala dalam memenej perbedaan inilah terjadi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan timbulnya gesekan-gesekan atau pertengkaran dalam rumah tangga.

Pertengkaran ada kalanya datang dari pihak isteri atau sebaliknya, bisa juga datang dari keduabelah pihak. Ini sudah biasa terjadi pada rumah tangga. Itu artinya, setiap orang yang berumahtangga mesti siap menghadapinya. Nah, letak permasalahannya adalah di sini. Jika suami-istri tidak mengetahui cara menyelesaikan pertengkaran itu, maka hal yang biasa (perselisihan) menjadi hal yang luar biasa (tidak diinginkan terjadinya). Lalu, bagaimana tips agar suami istri dengan cepat dapat menyelesaikan pertengkaran itu? Inilah tips dari saya. -lihat naskah lanjutannya>

Bodohmu adalah Kemakmuranku

JIKA ADA makhluk yang paling brengsek—tapi masih saja ada dan makmur—di dunia ini tak lain tak bukan adalah politikus. Mereka mencari dukungan rakyat dan memanfaatkan dukungan itu hanya untuk keperluan pribadi, keluarga dan golongannya. Bahkan, mereka dengan ikhlasnya membodohi rakyat pemilihnya berulang-ulang untuk berbagai alasan: melanggengkan kekuasaan, meraih simpati—sembari menyukuri kebodohan rakyat, dan seterusnya dan seterusnya.

Prilaku ini terus saja dilakukan tak mengenal waktu. Baik pada saat kampanye maupun pada saat memerintah. Tindakan seperti ini sudah pasti dilakukan karena mengira bahwa pendengarnya, yaitu rakyat, tidak mengerti tipuan-tipuan yang sedang dilakukan. Mereka ada benarnya, tapi banyak salahnya. Rakyat Indonesia terbagi dalam tiga bagian: rakyat bodoh, rakyat pintar tak berdaya dan rakyat pintar yang berdaya. Rakyat bodoh, memang tidak sedikit jumlahnya di Indonesia. Mereka terdiri dari anak balita, orang jompo, dan orang-orang idiot. Sedangkan bagian kedua, yaitu orang pintar tak berdaya adalah bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Mereka terdiri dari berbagai lapisan masyarakat: dari tukang becak sampai Direktur dan Menteri-Menteri.

Lho, apa tidak aneh tuh? Kalau tukang becak tidak berdaya itu wajar, lah ini Direktur dan Menteri? Kok bisa? -lihat naskah lanjutannya>

MENIPU RAKYAT ADALAH DOSA BESAR

Dalam Al-Qur’an sedikitnya ada 5 istilah perbuatan dosa yang mengakibatkan turunnya siksaan Allah. Istilah-istilah itu adalah:
1. al-Khati’ah (penyelewengan) yaitu melakukan perbuatan dosa yang dilakukan secara sengaja.
2. Al-Dzanb (perbuatan salah) seperti dosa perbuatan maksiat kepada Allah Swt.
3. Al-Sayyi’ah (perbuatan jelek) seperti tidak jujur terhadap diri sendiri maupun terhadap orang lain, sombong, bakhil, dan seterusnya.
4. Al-itsm (perbuatan dosa) yaitu perbuatan yang tidak dihalalkan (haram), seperti menipu.
5. Al-Fusq (kelur dari jalan yang benar) yaitu berbuat maksiat yang melanggar perintah Allah.
Rasulullah bersabda:
“Apabila seorang mukmin melakukan dosa, hatinya akan ternoda oleh titik hitam. Apabila ia mau bertaubat dan tidak mengulangi perbuatan dosa lagi dan beristighfar, hatinya akan menjadi bersih kembali. Apabila berbuat tambah dosa, titik hitamnya juga tambah. Titik hitam itulah yang dimaksud dalam firman Allah: sekali-sekali tidak (demikian) sebenarnya yang mereka lakukan membuat noda hitam dalam hatinya (HR. Ibn Majjah dan Imam Ahmad). -lihat naskah lanjutannya>

Bilik Zikir

Hujan mengguyur bumi sangat lebat. Orang-orang di jalan berlari berteduh di toko-toko sepanjang trotoar. Para pengendara motor berebut tempat parkir di emperan toko. Pedagang kaki lima bergegas mengemas dan menutupi barang dagangannya dengan terpal. Hanya mobil-mobil angkot yang tetap antri dalam pengapnya kemacetan. Di Seberang jalan dekat tiang listrik yang hampir roboh, seperti berhari-hari sebelumnya, seorang pemuda berpayung tertegun di tengah guyuran hujan. Sesekali pemuda itu mengusap keningnya yang terkena tampyas. Wajahnya yang cekung terhapus oleh sorot matanya yang bagaikan ingin menerkam apa saja. Mata itu memandang ke langit. Dari mata itu terlahir idealisme: jangan pernah mengaku manusia, jika tak dapat menjadi yang luar biasa. -lihat naskah lanjutannya>

Lukisan

Cerpen Ak. Mustafit

AKU tidak tahu harus sedih atau senang kehilangan dia. Namun, kerlingan jahat sepasang mata itu, membekas selamanya. Tubuhnya yang bagai sutra, semampai, dan berwarna merah pudar itu, dengan sepasang mata yang berpendar menjerat hati, membuat hidupku tersulut dan mencair perlahan.
Keterpagutan sapuan warna hatiku dan hatinya, membuatku terasing dari daur kehidupan manusia: aku melupakan fenomena alamiah hidup. Aku galau dan berlindung di bawah payung lintingan ganja dan khamr. Aku melahap guratan waktu hanya untuk melukis di atas kulit tangan, kulit kaki, buah dada, malah pernah di atas lidah perempuan gila, juga ekstase dalam lintingan ganja dan khamr di dalam kamar kerjaku, tidak, di dalam ruangan persegi empat yang temaram dan menjijikkan. -lihat naskah lanjutannya>

Mohammad Jevera Lateef

SEMAK-SEMAK yang dilaluinya berduri. Tangan dan kakinya berdarah. Dia berlari terengah menuju arah sinar kecil di ujung matanya. Tanah yang gembur oleh hujan terasa menggelitik sela-sela jari kaki. Udara yang lembab seperti memeluk seluruh tubuh, terasa seperti selimut lembut membalut kulit. Sinar kecil semakin membesar. Ujung matanya tak pernah lepas dari sinar itu. Sesekali terdengar lolongan anjing. Jangkrik juga tak henti-hentinya bersuara. Semakin ke depan, gundukan tanah semakin mengeras, tak lagi gembur. Terasa oleh telapak kakinya seperti ada karang. Hentakan kakinya membauat sakit tulang tumit. Tapi duri semak sudah berlalu. Sinar itu semakin jelas. Itu berasal dari rumah. Terengah-engah nafasnya terdengar. Diraba ujung kanan pinggulnya, tercerabut sebuah tempat minum. Tetapi dia memasam saat mengetahui kocokannya terhadap tempat minum itu tak berbalas air. Dia tersedu, mengeluarkan air mata. Terduduk memegangi lutut. Merebahkan kepala di atas lutut. -baca lanjutan ceritanya>

Menimba Teladan dari Abdullah Bin ‘Amr Al-Anshari

Jika ada orang yang paling tepat untuk dijaikan icon konsistensi dan kesetiaan, maka Abdullah bin ‘Amr-la orangnya. Abdullah bin’ Amr adalah seseorang yang masuk Islam pada peristiwa Bai’at al-Aqabah. Setelah masuk Islam, dia termasuk dari 12 orang pemimpin yang diutus oleh Rasulullah SAW ke Madinah. Abdullah bin ‘Amr pun merupakan salah seorang yang ikut serta pada pertempuran Badar. Pada perang Uhud, ‘Amr termasuk dari sedikit orang yang setia melakasanakan perintah Rasul sementara banyak lainnya desersi. Pada perang Uhud itulah, tentara musyrik akhirnya membunuh Abdullah bin’ Amr dan menyayat-nyayat mukanya. -lihat naskah lanjutannya>

SBY VS. Abdullah bin Abbas

Tulisan ini jelas tidak ingin membandingkan SBY dengan Abdullah bin Abbas dari segi kedalaman spiritual atau perbandingan head to head kedalaman keilmuan antara keduanya. Jelas tidak sebanding. Tulisan ini ingin memberikan teladan yang baik bagi orang-orang semacam SBY untuk bertindak dan berperilaku.
***********
AKHIR-AKHIR ini rakyat melihat SBY—yang dulunya lembut dan santun, bahkan dialah orang yang dibesarkan oleh tindakan zalim yang ditujukan kepadanya—sangat arrogant dan cenderung mengabaikan kepentingan bangsa.
Hitung-hitugannya sih masuk akal: bahwa dia akan menang dalam PIPLRES dan sudah tentu berkuasa lagi selama 5 tahun. Namun, 5 tahun kekuasannya akan de javu, yaitu pemerintahan yang kurang solid dan tidak kuat.
Sebagai pemimpin yang hebat, mestinya -lihat naskah lanjutannya>

Antasari Azhar VS Abbad Bin Basyar

Konsistensi adalah sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh manusia. Jika macan mati meninggalkan belangnya, gajah meninggalkan gadingnya, maka manusia mati meninggalkan konsistensinya. Karena hanya dengan konsistensi manusia mempunyai nilai.

Baik tidaknya seseorang dapat dilihat dari konsistensinya. Jika konsisten, tak mudah membelot, apalagi berkhianat, maka nilai kemanusiaannya sangat tinggi. Dalam kehidupan di banyak bidang, orang seperti inilah yang dibutuhkan, tak peduli seperti apa awalnya. Tapi jika inkonsisten, mudah membelot, dan mudah berkhianat, maka nilai kemanusiannya sangatlah rendah. Orang seperti ini tidak akan diterima di mana-mana. Hidupnya persis seperti burung perusak, setelah menclok pada satu dahan, dia menclok ke dahan lain. Dia tidak bisa kembali ke dahan-dahan itu, karena dahan-dahan itu telah rusak dibuatnya. Dia selalu mencari dahan baru setiap harinya, tanpa bisa kembali ke dahan lama. Begitu terus.

Konsistensi, menurut Oscar Wilde, adalah tempat perlindungan terakhir tanpa fantasi -lihat naskah lanjutannya>