MENGENAI SITI AMINAH


Imam Muhammad Yusuf al-Shalihi al-Syami dalam kitabnya Subulul Huda Wa al-Rasyād Fī Sīrati Khair al-Ibād dalam bab Wafatnya Aminah Binti Wahab Juz 2, menukil riwayat Abu Nuaim tentang syair Siti Aminah:

بارك فيك الله من غلام # يا ابن الذي من حومة الحمام
نجا بعون الملك المنعام # فودي غداة الضرب بالسهام
بمائة من إبل سوام # إن صح ما أبصرت في منامي
فأنت مبعوث إلى الأنام # من عند ذي الجلال والاكرام
تبعث في الحل وفي الحرام # تبعث بالتحقيق والإسلام
دين أبيك البر إبراهام # تبعث بالتخفيف والإسلام
أن لا تواليها مع الأقوام # فالله أنهاك عن الأصنام

Engkau adalah seorang anak yang telah diberkahi Allah, wahai anak yang telah selamat dari kematian… Engkau telah selamat dengan pertolongan Yang Mahakuasa, Maha Memberi segala nikmat…engkau telah ditebus dari pukulan pedang… Dengan seratus unta yang gemuk… Sungguh benar apa yang telah aku lihat di dalam mimpi tentangmu…. Engkau akan diutus kepada segenap makhluk sebagai seorang nabi dari Allah Yang Maha Agung dan Maha Mulia.. Engkau diutus tentang halal dan haram, engkau akan diutus dengan kebenaran dan dengan Islam… Agama moyangmu yang baik, yaitu Ibrahim. Agar jangan bersama kaum-kaum itu engkau bersandar kepada berhala-berhala itu…

Pertanyaannya, mana mungkin orang yang pengetahuannya sangat baik tentang Islam dam agama Ibrahim (lihat frasa millata abīkum Ibrahīm huwa sammākum al-muslimīn dalam al-Quran) ini bukan termasuk ahnāf seperti Handzalah bin Shafwan, Khalid bin Sinan, As’ad Abu Karb al-Himyāri, Umayyah bin Abi al-Shalt al-Tsaqafi, Abu Qais Sharmah bin Anas, Ka’b bin Lu-aiy bib Ghalib, dst? Mana mungkin juga kaum watsaniyah mengharamkan berhala atas dirinya dan calon anaknya?

Sekali lagi, berhati-hatilah Anda dengan para takfiri yang bahkan kepada orangtua Nabi SAW pun mereka berani mengkafirkan, hanya dengan bukti naskah hadis: tanpa syarah tanpa penelusuran lebih jauh. Ini kan persis seperti Anda membenci seseorang. Karena benci, Anda mencari dan menunggui kesalahannya. Sekali ada celah untuk menyalahkannya, tanpa bertabayyun dll Anda langsung menyerangnya berdasarkan bukti kesalahan yang belum jelas validitasnya itu. Semua karena kebencian, sadar atau tidak. Segala bukti yang menyangkal keyakinan Anda atas dugaan kesalahan dari orang yang Anda benci itu akan Anda tangkal habis-habisan, karena Anda memang sangat membenci orang itu. Kalaupun Anda ke mana-mana mengaku pengikut orang itu, itu hanya karena Anda tidak ingin kehilangan keuntungan saja. Masa iya Anda mau bermakmum di belakang orang-orang pembenci Nabi SAW itu?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s