Garis Strategi Dan Pencitraan


Topeng adalah kebanggaan setiap pemerintah. Rakyat yang ingin melihatnya adalah musuh bagi rakyat yang menyukai topeng itu.
Topeng adalah kebanggaan setiap pemerintah. Rakyat yang ingin melihatnya adalah musuh bagi rakyat yang menyukai topeng itu.

Menurut Jomini, Garis Strategis dan Titik Strategis itu berbeda. Beberapa orang menyatakan yang penting adalah titik strategi geografis. Sementara yang lain dapat mengambil nilai dari relasi musuh dan perusahaan-perusahaan yang dapat diarahkan untuk melawan musuh itu, ini disebutnya sebagai manuver strategis. Artinya, ada beberapa poin yang level kepentingannya itu sekunder, sedangkan yang lain mempunyai level kepentingannya sangat besar dan konstant, yaitu titik strategi yang desicive. Manuver strategis itu seperti memelihara anjing untuk mengusir kucing. Sedangkan titik strategis itu merawat kebaikan untuk memanen kebaikan-kebaikan dari generasi ke generasi, lintas kepentingan politik golongan.

Menurut Napoleon, the policies of all powers are inherent in their geography, yang berarti bahwa politik negara berada dalam geografinya. Negara yang penguasaan geografinya rendah, tidak ngopeni kepada titik ini, kekuatan politiknya sangat lemah. Namun, pada kesempatan lain Napoleon menyatakan, bahwa empat surat kabar yang berlawanan dengan pemerintah itu lebih menakutkan daripada seribu bayonet. Mafhum mukhalafahnya adalah bahwa jika pemerintah menguasai media massa, maka persoalan politik akan selesai.

Yang menjadi masalah adalah apakah mengurus negara ini hanyalah urusan memoles media saja? Padahal pengopenan terhadap kepentingan geografis itu juga sangat penting. Memang dalam media, pemerintah dapat menyebarkan berita-berita pembangunan yang sudah sangat baik dijalankan. Tetapi, jika pada level geografis pembangunan itu hanyalah sebuah term yang dibesar-besarkan, maka sesungguhnya kekuatan politik itu berada pada level antara ada dan tiada. Antara kuat dan tidak.

Saya tidak mengerti apakah mengurus jalan tol itu level kesulitannya sangat tinggi sehingga hanya untuk urusan kartu tol saja negara ini sudah sangat kesulitan. Malaysia 12 tahun yang lalu sudah menerapkan sistem tol berbarcode. Mobil yang melewati pintu tol hanya berhenti kurang dari 1 detik, untuk disorot barcodenya secara otomatis. Di Jakarta, mobil yang memiliki kartu e-money bisa menghabiskan waktu lebih dari 10 detik untuk menggesek kartu agar pintu gerbang terbuka. Celakanya, ada banyak mobil yang terpaksa harus mundur karena kartu tak berhasil digesek. Lebih cekala lagi, mobil yang mengantri di belakangnya sudah mengular, yang membuat mobil yang gagal gesek tadi tak mungkin mundur lagi. Walhasil, kemacetan pun terjadi. Dan ini, setiap hari terjadi di depan muka kita, tentu—juga—di depan muka Presiden, menteri, dan para pejabat lainnya.

Well, urusan jalan tol mestinya sangat mudah. Ini hanya masalah pengadaan mesin terbaik dan operator terbaik pula. Bagaimana mungkin pembangunan itu dikatakan nyata padahal masalah yang realitasnya dapat dilihat dengan mata telanjang saja tidak terselesaikan. Belum lagi masalah yang lain, seperti kebersihan, misalnya. Jakarta, sebagai ibu kota negara, adalah kota kotor, yang penuh dengan sampah dan lalat-lalat. Jangankan di pinggir jalan, makan di restoran mall saja lalat masih berkeliaran. Saya dan banyak warga negara yang lain tentu saja tidak dapat mengonfirmasi apakah kabar-kabar tentang pembangunan yang bertebaran di media massa itu benar adanya, karena yang jelas-jelas dapat saya akses adalah yang ada di depan mata saya. Belum lagi masalah penderekan mobil yang parkir di pinggir jalan; padahal di banyak tempat di Jakarta ini masih banyak mobil-mobil yang parkir di pinggir jalan dan dilegalkan. Siapakah yang melegalkan? Kenapa dilegalkan, padahal di tempat-tempat lain hal itu dianggap illegal?

Pemerintah jangan hanya menerapkan Garis Strategis dan meninggalkan Titik Strategis, jika tak mau menghadapi kenyataan yang berbeda dari yang ada di media di masa yang akan datang. Karena Garis Strategi hanyalah berita-berita, belum tentu fakta.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s