Sabtu Malam, Karya, dan Harga Diri

Kesenangan itu buah dari perjuangan. Kesenangan yang berlebihan adalah buah dari kegalauan.
Kesenangan itu buah dari perjuangan. Kesenangan yang berlebihan adalah buah dari kegalauan.

Sabtu malam itu seperti tempat dudukmu di depan televisi. Kau tertawa dengan tangan kiri bersandar di sofa Chase Lounge, dan tangan kanan berkuasa atas pilihan-pilihan mewah White Truffle dari Piedmont, Chocopologie buatan Knipschildt, atau Macaroons Houte Couture, minumannya Henensy Cognag, di hadapan smart tv dengan SmartWorld App Store dan Skype. Suasanya ruanganmu lebih sejuk dengan Accent Lighting. Atau kau duduk di dingklik dalam ruangan yang temaram, nyamuk berseliweran di telingamu. TV-mu tak menampilkan apa-apa kecuali acara-acara lokal dengan aksen cembung dan gradasi warna tak beraturan akibat signal yang inlander. Di mejamu hanya ada koran zaman Majapahit: datang entah dari tukang sayur atau tukang nasi uduk. Tak ada pisang goreng atau keripik singkong. Gelas kopimu pun sudah membusuk.

Jika kau ada di jenis orang pertama, kau seperti hidup di dunia untuk selamanya. Hidup seperti mencintaimu. Alam semesta mendukungmu. Kau sangat menikmati hidup. Karirmu sukses. Usahamu lancar. Uang di saku dan tabunganmu cukup bahkan berlebihan. Doa-doamu seperti tak pernah tertolak. Kau sungguh bahagia. -lihat naskah lanjutannya>

Advertisements