Idul Fitri, Konsumerisme, dan Ilmu Nurus Bumi

Sehebat-hebatnya kedudukanmu, sehebat-hebatnya perjuanganmu untuk sukses di dunia, sekuat-kuatnya cita-citamu, kuburan adalah pencapaian terakhir yang akan kauraih. Baik-baiklah dalam bermuamalah....
Sehebat-hebatnya kedudukanmu, sehebat-hebatnya perjuanganmu untuk sukses di dunia, sekuat-kuatnya cita-citamu, kuburan adalah pencapaian terakhir yang akan kauraih. Baik-baiklah dalam bermuamalah….

RASULULLAH SAW bersabda, “Pada hari pertama Idul Fitri, ada (malaikat) memanggil-manggil, ‘Wahai kaum mukmin, pergilah kalian menghampiri penghargaan-penghargaanmu.’ Kemudian bersabda, ‘Wahai Jabir, penghargaan Allah tidaklah sama dengan penghargaan para raja.’ Kemudian berkata, ‘Itulah Hari Penghargaan’.”

Dinamakan Hari Penghargaan karena pada hari itu orang-orang yang berpuasa, melaksanakan shalat Qiyam Ramadhan (Tarawih), dan menaati segala perintah Allah pada bulan Ramadhan, mendapatkan pengampunan atas segala dosanya. Pertanyaannya, semua dosa, termasuk dosa besar, atau dosa kecil saja?

Kang Mustari mengatakan bahwa yang diampuni semua dosa minus dosa besar. Sedangkan Kang Ngadiman mengatakan bahwa yang diampuni adalah semua dosa, baik kecil maupun besar. Yang mana yang benar? Mosok yang diampuni hanya dosa-dosa tertentu saja? -lihat naskah lanjutannya>