Meluruskan Logika Jonru dan Jamaahnya

Negara ini dipertahankan dengan darah, air mata, dan nyawa oleh pendahulu kita. Para pengacau di negara ini adalah manusia rendah yang tak berperasaan.
Negara ini dipertahankan dengan darah, air mata, dan nyawa oleh pendahulu kita. Para pengacau di negara ini adalah manusia rendah yang tak berperasaan.

LOGIKA Jonru yang disebarkan di media sosial itu berbunyi begini: Jika gereja dibakar oleh wahabi, ISIS, Islam radikal, maka itu dinamakan pelanggaran HAM. Tp jika masjid yang dibakar, maka anjurannya adalah: Jangan terprovokasi, cek dan recheck dahulu. Kurang lebih Jonru ingin berkata, “Mana letak keadilan?”

Logika ala Jonru ini dinamakan fallacy Ipsi Dixitism. Yaitu kesesatan berpikir karena memaksakan premisnya menjadi kebenaran yg disepakati. Padahal kenyataann ya sangat jauh dari kebenaran apalagi disepakati.

Jonru memaksakan sebuah ‘kebenaran’ bahwa pembakaran musholla di tolikara adalah ulah orang-orang Kristen. Jonru menolak investigasi. Dia maunya Islam langsung berhadap-hadapan dengan orang-orang Kristen. -lihat naskah lanjutannya>

FALLACY TENTANG JOKOWI

Belum lama ini kita mendengar Guruh Soekarno Putra mengatakan bahwa Jokowi belum pantas mencalonkan diri menjadi President. Guruh juga mengatakan bahwa popularitas Jokowi itu hanyalah produk media, rakyat yang tidak mengerti politik tidak mengerti apa yang mereka pilih, maka oleh karena itu Jokowi belumlah pantas untuk dicalonkan menjadi Presiden Indonesia. -lihat naskah lanjutannya>