ANAKKU AUTIS ATAU INDIGOKAH KAU?

Selama bersekolah di TKAI (Taman Kreativitas Anak Indonesia), anak saya, Mohammad Jevera Lateef (dipanggil J) begitu gembira. Hari-hari bersekolah di sana tampak begitu menyenangkan bagi kehidupannya, walaupun—seperti yang akan dijelaskan pada pembahasan nanti—anak-anak seperti J ini mestinya sangat susah untuk menyenangi tempat seperti sekolah.

Dahulu, sebelum bersekolah di TKAI—di tingkat Taman Kanak-Kanak A—J begitu sulit tidur, baik pada siang maupun malam hari. Bagi J, tidur jam 02.00 sudah biasa baginya, padahal siang harinya dia tidak tidur sama sekali. Bahkan, tidak jarang pula J tidur malam jam 04.00 dini hari. Tetapi, setelah beraktivitas di Taman Kanak-Kanak A, J tidurnya mulai teratur, yaitu antara jam 21.00 dan jam 21.30 wib.

Sebagai anak yang diidentifikasi mengidap autis PDD NOS (Pervasive Developmental Disorder Not Otherwise Specified) J memang sering menunjukkan perilaku autistic: tidak bisa tenang, sering berteriak, mempunyai rasa khawatir yang berlebihan, “anti sosial”, gerakan badan yang tidak seimbang, refleks yang jelek, -lihat naskah lanjutannya>