Bodohmu adalah Kemakmuranku

JIKA ADA makhluk yang paling brengsek—tapi masih saja ada dan makmur—di dunia ini tak lain tak bukan adalah politikus. Mereka mencari dukungan rakyat dan memanfaatkan dukungan itu hanya untuk keperluan pribadi, keluarga dan golongannya. Bahkan, mereka dengan ikhlasnya membodohi rakyat pemilihnya berulang-ulang untuk berbagai alasan: melanggengkan kekuasaan, meraih simpati—sembari menyukuri kebodohan rakyat, dan seterusnya dan seterusnya.

Prilaku ini terus saja dilakukan tak mengenal waktu. Baik pada saat kampanye maupun pada saat memerintah. Tindakan seperti ini sudah pasti dilakukan karena mengira bahwa pendengarnya, yaitu rakyat, tidak mengerti tipuan-tipuan yang sedang dilakukan. Mereka ada benarnya, tapi banyak salahnya. Rakyat Indonesia terbagi dalam tiga bagian: rakyat bodoh, rakyat pintar tak berdaya dan rakyat pintar yang berdaya. Rakyat bodoh, memang tidak sedikit jumlahnya di Indonesia. Mereka terdiri dari anak balita, orang jompo, dan orang-orang idiot. Sedangkan bagian kedua, yaitu orang pintar tak berdaya adalah bagian terbesar dari rakyat Indonesia. Mereka terdiri dari berbagai lapisan masyarakat: dari tukang becak sampai Direktur dan Menteri-Menteri.

Lho, apa tidak aneh tuh? Kalau tukang becak tidak berdaya itu wajar, lah ini Direktur dan Menteri? Kok bisa? -lihat naskah lanjutannya>

Advertisements