Semua Ada di Hatimu

"Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih."
“Cinta itu milik ruhani yang halus. Sedangkan kebencian adalah milik jasmani yang kasar. Penuhilah ucapan dan perilakumu dengan kehalusan, maka engkau akan melahirkan cinta-kasih.”

Tiada jurang yang paling berbahaya
Melebihi hati yang dengki
Tiada hati yang paling berbahaya
Melebihi hati yang tinggi

Ketinggian hanya milik Allah
Tak ada satu makhluk pun yang punya
Setan mengajarimu dengki dan pongah
Allah mengajarimu sabar dan sederhana
-lihat naskah lanjutannya>

Advertisements

Su’ul Khatimah

Su’ul Khatimah adalah akhir yang buruk, disebut juga Su’ul Aqibah, atau dalam bahasa gaulnya unsatisfying ending.

Kita semua kepingin mati khusnul khatimah. Sebagaimana kita semua kepingin hidup bahagia di dunia dan akhirat. Tapi, apakah bisa? Bukankah tak semua orang adalah orang baik. Dan bukankah tak semua orang itu menjadi pemenang, sebagaimana Surat al-Hasyr menyatakan, pemenang akan masuk surga sedangkan the looser akan masuk neraka. Itu artinya, tak semua orang bisa memasuki surga karena kenyataannya akan ada yang kalah dan mau tak mau akan masuk neraka. -lihat naskah lanjutannya>

Ini Negara Kita, Bung!

Ak. Mustafit

Ini negara kita, Bung
Tak pantas kau berbuat seolah-olah ini hanya negara golonganmu
Sehingga kau menghukum siapa saja yang ada di luarmu

Ini negara kita, Bung
Sejak kapan ini hanya menjadi negara golongan dan agama tertentu saja?

Ini negara kita, Bung
Yang diperjuangkan dengan darah dan air mata
Di mana rasa malumu?
Sampai kapan kalian akan mengorupsi asset rakyat?

Ini negara kita, Bung
Negara yang dihuni keluarga dan anak-anak
Yang membutuhkan perlindungan dan masa depan
Yang mereka tahu hanyalah bahwa negara ini adalah negara yang indah
Yang bermasa depan indah dan menyenangkan

Ini negara kita, Bung
Bukan negara Presiden dan kroni-kroninya
Bukan negara para pengusaha politik
Bukan juga negara para politikus yang mengais rejeki di senayan
Bukan juga negara para importir illegal yang dilegalkan

Ini negara kita, Bung
Negara seluruh jiwa yang dilahirkan di atas bumi nusantara
Negara yang dihuni banyak suku dan agama
Negara yang rakyatnya sangat ramah dan berbudi
Negara dimana akhlak mulia dijunjung tinggi

Ini negara kita, Bung
Jangan kaurusak dengan anarkisme dan tindakan immoral
Jangan kauajari generasi negara ini dengan perbuatan emosional dan irrasional

Ini negara kita, Bung
Negara rakyat Indonesia
Rakyat yang rela berjuang demi kemerdekaan dan kesejahteraannya
Bukan negara Nurdin M. Top, Azhari, atau penyanjung Ibnussaud

Ini negara kita, Bung
Ini negara kita semua orang-orang Indonesia

Negara Ketoprak Humor

Saat aku pusing, aku selalu menyempatkan diri pergi menemui guruku, mas Tarjo Urip Karto. Karena dia selalu memberikanku obat penghilang pusing, baik fisik maupun psychis. Ya, ya… lumayan kan, punya guru tombo pusing. Aku pusing banget-banget ini, mikirin Indonesia yang nggak punya harga diri. Moso negoro diopyak-opyak orang kok diem saja. Aku saja, kalau rumahku dimasukin orang tanpa izin, ndak usah sampai 5 kali enam kali, sekali saja, sudah aku obrak-abrik tuh orang. Bukannya emossional, tapi kan memang begitu peraturannya. Rumah kita adalah istana kebesaran kita. Tidak boleh ada satu orang pun yang mengganggu kedaulatan itu. Ngono toh kang Tarjo?
“Eyalah tole tole… Awakmu pusing toh sekarang? Lagi-lagi kok mikirin masalah negoro, apa ndak ada urusan lain?” -lihat naskah lanjutannya>

Bilik Zikir

Hujan mengguyur bumi sangat lebat. Orang-orang di jalan berlari berteduh di toko-toko sepanjang trotoar. Para pengendara motor berebut tempat parkir di emperan toko. Pedagang kaki lima bergegas mengemas dan menutupi barang dagangannya dengan terpal. Hanya mobil-mobil angkot yang tetap antri dalam pengapnya kemacetan. Di Seberang jalan dekat tiang listrik yang hampir roboh, seperti berhari-hari sebelumnya, seorang pemuda berpayung tertegun di tengah guyuran hujan. Sesekali pemuda itu mengusap keningnya yang terkena tampyas. Wajahnya yang cekung terhapus oleh sorot matanya yang bagaikan ingin menerkam apa saja. Mata itu memandang ke langit. Dari mata itu terlahir idealisme: jangan pernah mengaku manusia, jika tak dapat menjadi yang luar biasa. -lihat naskah lanjutannya>

Lukisan

Cerpen Ak. Mustafit

AKU tidak tahu harus sedih atau senang kehilangan dia. Namun, kerlingan jahat sepasang mata itu, membekas selamanya. Tubuhnya yang bagai sutra, semampai, dan berwarna merah pudar itu, dengan sepasang mata yang berpendar menjerat hati, membuat hidupku tersulut dan mencair perlahan.
Keterpagutan sapuan warna hatiku dan hatinya, membuatku terasing dari daur kehidupan manusia: aku melupakan fenomena alamiah hidup. Aku galau dan berlindung di bawah payung lintingan ganja dan khamr. Aku melahap guratan waktu hanya untuk melukis di atas kulit tangan, kulit kaki, buah dada, malah pernah di atas lidah perempuan gila, juga ekstase dalam lintingan ganja dan khamr di dalam kamar kerjaku, tidak, di dalam ruangan persegi empat yang temaram dan menjijikkan. -lihat naskah lanjutannya>

Mohammad Jevera Lateef

SEMAK-SEMAK yang dilaluinya berduri. Tangan dan kakinya berdarah. Dia berlari terengah menuju arah sinar kecil di ujung matanya. Tanah yang gembur oleh hujan terasa menggelitik sela-sela jari kaki. Udara yang lembab seperti memeluk seluruh tubuh, terasa seperti selimut lembut membalut kulit. Sinar kecil semakin membesar. Ujung matanya tak pernah lepas dari sinar itu. Sesekali terdengar lolongan anjing. Jangkrik juga tak henti-hentinya bersuara. Semakin ke depan, gundukan tanah semakin mengeras, tak lagi gembur. Terasa oleh telapak kakinya seperti ada karang. Hentakan kakinya membauat sakit tulang tumit. Tapi duri semak sudah berlalu. Sinar itu semakin jelas. Itu berasal dari rumah. Terengah-engah nafasnya terdengar. Diraba ujung kanan pinggulnya, tercerabut sebuah tempat minum. Tetapi dia memasam saat mengetahui kocokannya terhadap tempat minum itu tak berbalas air. Dia tersedu, mengeluarkan air mata. Terduduk memegangi lutut. Merebahkan kepala di atas lutut. -baca lanjutan ceritanya>

BULE LAGI BULE LAGI

Oleh Ahmad Khoiron Musfit

Kalau ada Negara yang selama bertahun-tahun disakiti oleh orang bule tapi masih mengagung-agungkan mereka ya cuma Indonesia, nggak ada duanya bok! Bagaimana tidak? Dari perampokan besar-besaran yang dimotori belanda pada jaman penjajahan dulu sampai kasus-kasus anyar semacam pendudukan secara terang-terangan Sumber daya minyak dan gas Indonesia oleh Exxon Mobil, Caltex, British Petroleum, dan sederet industri migas lainnya. Pertanyaannya adalah, sampai kapan kita begini terus? Tidakkah sebagai bangsa kita merasa sakit hati, direndahkan bahkan dibodohi terus-menerus?

Mungkin jawabannya cliché dan basi—karena -baca naskah lanjutannya>

KRISIS GLOBAL: STARTING POINT KEMAJUAN BANGSA

Oleh Ahmad Khoiron Mustafit

Bulan Syawwal tahun ini adalah bulan syawwal terseru sekaligus terpanas. Awal-awal Syawwal 1429 H ditandai dengan jebloknya bisnis property di Amrik yang berpengaruh global. Pengaruhnya menggucang seluruh sector financial di hampir semua Negara di bumi ini. Ada apakah gerangan? Apakah benar ini pengaruh keperkasaan kapitalisme Amerika? Atau cuma pikiran picik kita saja yang terlalu mengagungkan ‘keperkasaan’ Amerika? Marilah kita cari jawabannya bersama-sama.

-baca naskah lanjutannya>