BIAS KONFIRMASI FANBOY VS HATERS


fanboys-vs-haters

Bias konfirmasi, disebut juga confirmatory bias, atau Bias myside, adalah suatu kecenderungan bagi orang-orang untuk mencari bukti-bukti yang mendukung pendapat atau kepercayaannya serta mengabaikan bukti-bukti yang menyatakan sebaliknya.

Ini adalah jenis bias kognitif dan penalaran induktif yang menampilkan kesalahan sistematis. Orang melakukan bias ini untuk mendukung posisi atau pilihan mereka. Pencarian informasi, interpretasi dan memori yang bias digunakan untuk menjelaskan polarisasi keyakinan, pemikran yang irasional, dan ilusi-ilusi yang telah lama hidup di benak banyak orang.

Orang lebih suka dengan orang yang setuju dengannya, bukan sebaliknya. Orang cenderung merasa terganggu oleh individu-individu, kelompok-kelompok, dan sumber-sumber berita yang bertentangan dengan kepercayaan yang dipercayainya. Yang begini ini oleh psikolog tingkah laku B.F. Skinner disebut sebagai cognitive dissonance (kognisi yang meruntuhkan keyakinan).

Orang yang mengalami bias konfirmasi selalu takut dengan cognitive dissonance. Perbuatannya akhirnya cenderung merujuk pada perspektif-perspektif yang mendukung pandangannya saja, dan pada saat yang sama mengabaikan atau menganggap pandangan-pandangan lain tidak benar—tidak peduli betapapun valid-nya pandangan lain tersebut.

Situasi ini akhirnya merambah kearah Ingroup Bias atau bias kelompok. Bias ini sangat dipengaruhi oleh oxytacin atau molekul cinta. Hormon ini naik dan turunnya sangat dipengaruhi oleh kondisi emosional. Hormon ini akan naik jika orang merasa tidak ada dukungan, berada di lingkungan yang asing, terlalu stress dan emosi, cemas dan khawatir, dan takut.

Orang-orang bias ini sebenarnya tidak mau menemukan kebenaran. Yang mereka pikir hanyalah ketenangan menjalankan apa yang mereka percayai. Jika kelompok yang dirasa bertentangan dengan mereka memilih pemimpin A, sebenar apapun pemimpin itu, maka pemimpin itu akan menjadi musuh orang-orang bias ini. Maka, mereka mencari ingroup yang sesuai dengan kepercayaan mereka.

Pendapat para bias ini, sadar atau tidak, adalah: apapun yang terjadi, yang penting bukan elu! Mau benar, mau salah, yang penting kami akan selalu ada di pihak yang berseberangan dengan kalian!

Dalam konteks politik, para bias ini adalah jamaah medsos yang terjaring dalam arahan pemikir medsos pujaannya. Mereka akan terbagi menjadi dua kelompok besar yang sangat bertentangan. Jika satu kelompok (sebut saja kelompok madzhab fanboy) mendukung pemimpin A, maka kelompok yang lain (sebut saja kelompok madzhab haters) pasti akan menentang pemimpin A itu. Jika ada berita yang baik tentang pemimpin yang didukung oleh madzhab fansboy, maka kelompok madzhab haters akan mencak-mencak mengatakan itu berita hoax dll.

Antara dua kelompok ini—sadar atau tidak—adalah kelompok bias yang irrasional. Mereka membawa issue-issue kerusuhan luar negeri masing-masing dan berperang di medsos atas dasar issue itu. Jika kelompok luar negeri madzhab fansboy dijelek-jelekkan, maka kelompok madhzhab haters mencak-mencak tanpa argumen yang jelas. Dan begitu sebaliknya. Sadar atau tidak, kedua kelompok besar ini adalah kelompok orang-orang yang wujuduhu ka-adamihi, yaitu keberadaan mereka seperti ditelan oleh eksistensi pemikiran pujaan-pujaan mereka; persis seperti zombie yang bahkan tujuan hidup pun mereka tak mengetahui.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s