BANDWAGON EFFECT


Kesenangannya orang bodoh adalah mengikuti arus besar: pokoknya asal banyak yang melakukan, mereka akan melakukannya juga.
Kesenangannya orang bodoh adalah mengikuti arus besar: pokoknya asal banyak yang melakukan, mereka akan melakukannya juga.

Ini hanya tentang ilmu logika. Saya berharap agar tulisan jelek ini mentrigger orang untuk belajar logika atau mantiq. Ilmu ini sangat penting untuk mengarungi kehidupan yg dikuasai oleh informasi2 dan tokoh2 palsu ini. Menguasai ilmu ini, Anda tak mudah ikut arus, apalagi sampai terjebak menjadi jamaah besar sebuah kelompok yg berperang ideologi dengan kelompok ideologi lain, alias menjadi cecunguk.

Tulisan ini mengambil angle dari kalimat yg dilontarkan oleh Anton Medan. Sekali lagi, ini hanya soal logika, bukan masalah Ahok atau calon gubernur lain. Karena disamping dukung mendukung gubernur itu terlalu sempit cakupannya, saya pun juga tidak tertarik membahas calon2 gubernur itu. Kalimatnya berbunyi begini: “Tuhan saja ada yg membenci, apalagi Ahok.”

Memasukkan perbandingan “Tuhan saja ada yg membenci, apalagi ahok” kedalam rumus logika, itu seperti memasukkan bogem orang dewasa kedalam gelas kecil, tak akan bisa masuk sama sekali. Coba kita masukkan kalimat tadi kedalam rumus premis MK-SK=SK (AE=E):

Semua orang mencintai Tuhan,
Tidak ada yang mencintai Tuhan membenci Ahok,
Hasilnya adalah= Tidak ada orang membenci Ahok.

Jelas logika ini salah. Karena faktanya ada yg membenci Ahok. Yang kedua, kita akan mencoba masukkan kalimat tadi kedalam rumus MK-MK=MK (AA=A):

Setiap orang mencintai Tuhan,
Setiap yang mencintai Tuhan membenci Ahok
Hasilnya adalah= Setiap orang membenci Ahok.

Ini jelas salah, karena banyak juga yg cinta sama Ahok. Yang ketiga, mari kita coba memasukkan kalimat tadi kedalam rumus MJ-SK=SJ (IE=O):

Sebagian orang mencintai Tuhan,
Tidak ada orang yang mencintai Tuhan membenci Ahok,
Hasilnya adalah= Tidaklah sebagian orang mencintai Ahok.

Jelas ini salah, karena mendudukkan posisi Ahok setinggi itu berarti menyamakan Ahok dengan Nabi. Jadi, kalimat yg berbunyi: “Jangankan Ahok, Tuhan dan Nabi Muhammad saja ada yang membenci” itu qiyas atau logika yg salah. Ini seperti mengatakan kalimat begini: “Allah saja sabar, masak kita sebagai manusia tidak sabar?” Tentu ini logika yang kacau. Karena kalau kita masukkan kedalam premis2, jadinya begini:

Allah Maha Sabar,
Setiap yang Maha Sabar adalah manusia,
Hasilnya adalah= Allah adalah manusia.

Sangat kacau bukan? Nah begitulah jika berbicara tanpa memakai ilmu bicara. Kesalahan berbicara dan logika yang salah ini bertebaran di muka bumi ini, baik yg berkenaan dengan informasi atau cara berpikir. Misalnya seperti cara berpikir para pelanggar lalu-lintas. Mereka melihat banyak orang melawan arus, maka orang2 yang lain pun ikut2an melawan arus. Ini fallacy argumentum ad populum, yaitu cara berpikir yg mengandalkan kuantitas yg melakukannya. Itulah yg disebut sebagau bandwagon effect. Cara berpikir seperti ini bukan hanya dipakai oleh para pelanggar lalulintas, tetapi juga dipakai oleh rata2 masyarakat umum (awam), seperti para supporter sepak bola yg ikut2an mempunyai hobby membuat kerusuhan, para politisi yg sama2 memiliki hobby korupsi yg seragam, juga para peraya hari raya, yang sama2 memiliki hobby merayakan hari raya dengan menyulut petasan atau berperilaku konsumtif. Semua ini dilakukan karena saling melihat bahwa banyak orang juga melakukannya. Kata orang madura, ini disebut sebagai cara berpikir norok buntek.

Ilmu logika atau mantiq, dengan demikian, adalah ilmu yg dapat mengurai kesalahan berpikir masyarakat awam ini. Menguasainya, lalu menerapkannya dalam kehidupan, apalagi mengajarkannya kepada anak2 dan keluarga Anda, merupakan saddu al-dzariah bagi kebodohan2, sekaligus fathu al-dzariah bagi kebaikan2.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s