MENISTAKAN NABI YANG TERBIASA DAN PELAJARAN FIQIH MANDI JUMAT


Lucu ya, malam jumat gahal gara-gara istri haidh.
Lucu ya, malam jumat gagal gara-gara istri haidh.

Mungkin karena saking bencinya kepada Yahudi dan Nashrani, sampai-sampai berhubungan intim suami-istri malam jumat saja banyak diantara umat Islam yang memahami bahwa berhubungan intim di malam Jumat (bagi suami-istri) maksudkan agar mendapatkan pahala membunuh 100 yahudi. Sadis betul.

Padahal, Anda tau, hadis itu, Anda cari-caru sampai kapan pun tidak bakalan ada di kitab hadis mana pun. Tapi betapa hebatnya istilah “maljuman” alias melakukan sunnah Rasul SAW membunuhi 100 Yahudi hanya dengan bersetubuh itu.

Bertahun-tahun istilah ini menghabisi kehalusan budi pekerti Nabi SAW, seolah-olah sunnah Nabi di malam jumat itu adalah bersenggama dan membunuh Yahudi.

Come on bro, sis, saya tidak lagi punya syahwat membahas penistaan agama, karena faktanya umat Islam sendirilah yang paling sering menistakan agamanya sendiri. Tapi agar tulisan ini berguna, maka akan saya tambahi dengan keterangan para ulama mengenai bersenggama di hari Jumat, yang dipelesetkan; tak sadar Nabinya sendiri diolok-olok sedemikian rupa.

Imam Suyuthi dalam Tanwirul Hawālik dan beliau menguatkan sebuah hadis yang berarti begini:

“Barangsiapa yang mandi pada hari Jum’at dengan mencuci kepala dan anggota badan lainnya, lalu ia pergi di awal waktu atau ia pergi dan mendapati khutbah pertama, lalu ia mendekat pada imam, mendengar khutbah serta diam, maka setiap langkah kakinya terhitung seperti puasa dan shalat setahun.” (HR. Tirmidzi no. 496)

Assuyuthi kemudian berkata: Apakah kalian lelah menyetubuhi istri kalian pada setiap hari Jumat? Karena menyetubuhi saat itu mendapat dua pahala: (1) pahala mandi Jum’at, (2) pahala menyebabkan istri mandi. Kata2 mandi jumat ini mengindikasikan bahwa yang dimaksud dengan hari Jumat adalah pagi hari pada hari jumat, bukan Kamis malam. Apa pelajaran fiqih yg bisa diambil dari sini? Pelajarannya adalah boleh menggabungkan niat mandi Jumat dengan mandi junub (al-Nawawi, al-Majmu’, 1: 326)

Setelah saya tambahi keterangannya, apakah Anda merasa bahwa Islam ini sudah dihabisi oleh umatnya sendiri dengan ketaktahuannya tentang agamanya sendiri?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s