MELARANG PERINGATAN ASYURA’


hal-14-foto-2-2-klm-tinggi-7-cm-jpg

Sekelompok orang menolak peringatan hari Asyura. Mereka berdalih aktivitas ini tidak ada dasarnya dalam al-Quran dan hadis, alias bid’ah. Dengan cara yang sama mereka mengharamkan maulid dan tahlil.

Sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan dari sekelompok orang itu. Karena disamping jumlahnya kecil, mereka sebenarnya adalah kumpulan oranf bingung. Anda bisa bayangkan jika para ulama dibodoh-bodohkan oleh mereka, tetapi pada saat yang sama pun mengikuti apa yang mereka sebut sebagai ulama.

Apakah ini fenomena kebodohan atau kemunafikan (munafik bahasa Indonesia)? Mungkin saja bodoh. Karena sesungguhnya peristiwa Karbala yang menjadi saksi bisu kesyahidan Sayyiduna Husain itu juga direkam oleh para ulama. Dalam bab Min Fadhil Yawmi Asyura’ Syekh Abdul Qadir Jailani, dalam kitabnya yang berjudul al-Ghunyah, mengatakan bahwa Asyura itu termasuk ‘Asyirul Karomah (hari berkeramat yang ke-10).

Peristiwa Asyura dianggap sejajar dengan peristiwa Nuzulul Quran, Lailatul Qadr, Maulid Rasul, Isra dan Mi’raj, Yaumil Arafah, Malam ‘Idain (Idul Fitri dan Idul Adha), dan termasuk yang ke-10 adalah hari yang penuh keramat, penuh kemuliaan bagi umat Islam adalah hari Asyura, dimana Sayyidina Husain syahid bersama keluarga dan para pembelanya.

Peristiwa-peristiwa lain yang terjadi selain itu adalah: penciptaan langit, penciptaan gunung-gunung, lautan, al-Qalam, san Lauh Mahfudz, penciptaan Adam dan dimasukkannya Adam as. ke surga, dilahirkannha Nabj Ibrahim dan diselamatkan dari api namrud, digantikannya Nabi Ismail dgn sembelihan yang agung, ditenggelamkannya Firaun, penyelamayan nabi Ayyub dari Bala, diterimanya taubat Nabi Adam, dilahirkannya Nabi Isa, dan hari Kiamat terjadi pada hari Asyura’.

Oleh karena itu, memperingati peristiwa Karbala bukan milik Syiah saja mestinya, tetapi menjadi milik semua umat Islam, lebih-lebih aswaja NU.

Melarang peringatan Asyura’–dengan demikian–seperti melarang penghormatan kepada peristiwa-peristiwa agung itu. Mengenai Karbala, Syaikh Abdul Qadir, sebagai panutan orang NU, pun menyangkutpautkannya dengan perayaan hari Asyura’ tersebut. Terimakasih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s