Ayah-Bunda Nabi SAW. Bukan Penyembah Berhala


penyembah berhala
Jika kepada anak-istrimu saja Anda pasti memilah-milah kabar yang berhembus tentang mereka, lalu bagaimana mungkin Anda menyatakan cinta kepada Rasulullah, sedangkan Anda bernafsu sekali memilih hadis-hadis yang mengkafirkan ayah-bunda beliau? Padahal itu adalah hadis bermasalah.

Hari-hari ini saya benar-benar mual mendengar orang membahas dengan bahagianya bahwa ayah-bunda Nabi SAW. pasti masuk neraka hanya bersandar pada hadis yang tak mutawatir. Yang penting perawinya Bukhari-Muslim pasti merupakan kebenaran. Jadi ukuran kebenaran berpindah dari kevalidan sanad dan matan menjadi asal diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim, maka hadis lain bahkan ayat alQuran, yaitu ayat fatrah, menjadi salah. Atau ini hobby mengkafirkan yg akut, sampai2 orangtua Nabi SAW yg mulia saja tak luput dari hobby buruk mereka.

Para ulama berbeda pendapat ttg masalah ibunda dan ayahanda Rasulullah SAW. Pertama adalah kelompok yg berpendapat bahwa siapapun yg mati sblm Rasul diutus, maka matinya adalah selamat. Ini dikemukakan oleh al-Suyuthi dan ulama2 al-Syafi-iyyah. Kelompok kedua berpendapat bahwa yg selamat selama masa fatrah (masa ketiadaan seorang Rasul) hanyalah anak2. Ini dikemukakan oleh ibnu hazm, ibnu hajar al-asqalani, imam Qurtuby, dan Ibnu al-Jauzi.

Imam Nawawi jelas menyampaikan bahwa orang musyrik pada masa fatrah (jahiliyah) adalah yang menyembah berhala. Sedangkan kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wasallam tidaklah menyembah berhala. Silahkan baca tulisan tentang bagaimana akhlak kedua orangtua beliau pada berbagai referensi, Demikian juga dengan Ibnu Hajar, beliau pernah berkata yang menyampaikan ucapan Al Kirmaniy bahwa Kabar Aahaad dipakai hanya pada amal perbuatan, bukan pada I’tiqadiyyah (Fathul baari Almasyhur Juz 13 hal 231), termasuk karya-karya Imam Nawawi.

Menurut Fakhruddin al-Rāzi, ayah dan ibunda Nabi bahkan tak pernah musyrik. Mereka itu seperti halnya Zaid bin Amr bin Nufail dan Waraqah bin Naufal. Dalam kitabnya Asrār al-Tanzīl Fakhruddin al-Rāzi berkata bahwa Āzar itu bukan bapaknya Nabiyullah Ibrāhim a.s. Azar itu pamannya Nabi Ibrāhim. Beliau berpegangan pada dalil bahwa sesungguhnya bapak2 para Nabi itu bukan orang musyrik. Ini diperkuat oleh Qs. Al-Syuara 220

الذي يراك حين تقوم وتقلبك في الساجدين
Yaitu pada frasa watuqallibuka fi al-sājidiin, yg artinya Allah memindahkan cahaya-Nya dari al-sājid (orang yg bersujud) kepada al-sājid yg lain.

Ayat ini adalah tanda bahwa semua nenek moyang Nabi SAW. adalah muslim. Ini juga diperkuat oleh hadis

لم أزل أنقل من أصلاب الطاهرين إلى أرحام الطاهرات .

Senantiasa aku dipindahkan dari sulbi yang suci kepada rahim yang suci juga.

Ada lagi hadis riwayat Bukhari-Muslim yg berbunyi:

إن أبي وأباك في النار
“Sesungguhnya bapakku dan bapakmu (badui yg bertanya) di dalam neraka.”

Hadis ini ‘katanya” shahih karena diriwayatkan oleh duo shahih Bukhari Muslim. Tp hadis ini bukan hadis mutawatir, seperti yg diungkapkan oleh Mahmud al-Zain dalam Minhāj al-Wafā fī Najāti Wālid al-Mushtafā. Hadis yg tak mutawatir itu mengandung prasangka, kejanggalan, dan kesalahan. Berbeda dengan ayat alQuran. Sedangkan pendapat yg diterima adalah bahwa riwayat hadis ini salah dan syādz. Hadis ini pun bukan penerang ayat fatrah (Kami tidak menyiksa sampai Kami mengutus seorang Rasul).

Imam al-Suyūthi berpendapat dalam al-Hāwiy (2/368) bahwa nenek moyang sebagai jalur silsilah Nabi adalah orang2 yg beriman. Ini sesuai dgn hadis riwayat Muslim (2276), “Sesungguhnya Allah memilih Kinānah dari anak Ismāil, memilih Quraysh dari Kinānah, dan memilih Quraysh dari Bani Hāsyim.” Kemudian pada hadis (2/370), “Menjadi maklum bahwasannya kekhususan, keterpilihan, dan pilihan itu adalah dari Allah, keutamaan adalah milik-Nya, tak akan mungkin keterpilihan berkumpul dengan kesyirikan.” “Sesungguhnya syirik itu najis.” Maka sangatlah jauh antara kenajisan dan keterpilihan oleh Allah.

Dan ingatlah, bahwa siapapun yg menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknatnya di dunia dan di akhirat. Bagi mereka disediakan azab yang pedih.

إِنَّ الَّذِينَ يُؤذُونَ اللهَ ,ورَسُولَهُ لَعنَهُمُ اللهُ فِى الدُّنيَا ,الأَخِرَةِ ,أَعَدَّ لَهُم عَذَاباً مُّهِيناً

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s