Allah Memakai Penanggalan Syamsiyah Tapi Sebagian Muslim Mengkafirkannya


"Baik bulan maupun matahari adalah ciptaan Allah yang luar biasa, lalu kenapa pula sebagian kita sampai mengkafirkan matahari dan mengislamkan bulan?"
“Baik bulan maupun matahari adalah ciptaan Allah yang luar biasa, lalu kenapa pula sebagian kita sampai mengkafirkan matahari dan mengislamkan bulan?”

Setiap malam tahun baru pasti saya menerima broadcast tentang haramnya perayaan tahun baru dan bahwasannya tahun baru Masehi (Syamsiah) bukanlah penganggalan Islam. Menurut broadcaster penanggalan Islam hanyalah penanggalan Qamariyah. Sedangkan penanggalan Syamsiah adalah penanggalan kafir.

Baiklah, kita langsung aku menuju ke sasaran.

Dalam surat Al-Kahfi ayat 25 disebutkan, “Dan mereka tinggal dalam gua mereka (selama) tiga ratus tahun ditambah sembilan tahun.”

Agar enak, mari kita ketik ulang perhitungan 1 tahun menurut penanggalan Syamsiah dan Qamariyah. Dalam penanggalan Syamsiyah, 1 tahun sama dengan 365 hari. Sedangkan Menurut penanggalan Qamariyah 1 tahun adalah sama dengan 354 hari. Maka, 365-354=11 hari. Nah, 11 sebelas hari ini adalah selisih antara bulan Qamariyah dan Syamsiyah. Ingat ya 11 hari.

Pertanyaannya adalah, kenapa dalam surat al-Kahfi ayat 25 di atas Allah menyatakan 300+9 tahun, dan bukan 309 tahun langsung?

Seperti yang saya ceritakan di atas, bahwa perbedaan antara perhitungan penanggalan Syamsiah dan Qamariyah itu 11 hari setiap tahunnya. Jika selisih 11 hari ini terjadi selama 300 tahun, maka 11 x 300 = 3.300 hari. Atau sama dengan kurang-lebih 9 tahun. Ini seperti Allah mengatakan bahwa lamanya Ash-habul Kahfi berada di goa itu adalah 300 tahun secara penanggalan Qamariah, dan 309 tahun jika dihitung dengan penanggalan Syamsiah.

Itu artinya bahwa Allah SWT. mengakui penanggalan Syamsiyah disamping penanggalan Qamariyah. Walaupun harus kita akui, bahwa dalam Islam, penggunaan penanggalan Qamariyah ini sangat penting terutama bagi penghitungan bulan haji, Ramadhan, Hari Raya Id, dan banyak bulan-bulan ibadah lainnya.

”Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji.”(QS. Al-Baqarah: 189)

Tafsir al-Thabari mengutip beberapa hadis yang menafsirkan ayat di atas. Diantaranya adalah hadis di bawah ini:

Dari Qatadah berkata, “Mereka bertanya kepada Nabi saw. Tentang bulan, kenapa diciptakan bulan sabit? Maka, Allah swt. Menurunkan ayat di atas dengan jawaban: “Bulan sabit adalah tanda-tanda waktu bagi manusia.” Maka Allah menjadikannya sebagai penanda bagi puasa dan iftharnya kaum muslimin; bagi manasik dan hajji mereka; bagi perhitungan waktu untuk kaum muslimah, dan bagi banyak waktu-waktu ibadah lainnya. Hadis ini diakhiri dengan kata: “Dan Allah lebih Mengetahui apa yang baik bagi makhluk-Nya.”

Artinya, bahwa bulan Qamariyah memang dikhususkan untuk perhitungan waktu-waktu ibadah dan keperluan-keperluan lain yang bertalian dengan ibadah bagi kaum Muslimin. Sedangkan pengharaman atau pernyataan bahwa penanggalan Syamsiyah itu dilarang bagi Islam itu tidak ada. Bagi saya, keduanya dengan demikian adalah sama-sama penanggalan yang Islami, terbukti karena Allah pun memakainya dalam perhitungan lamanya ash-habul kahfi mendiami goa. Demikain terimaksih.

One thought on “Allah Memakai Penanggalan Syamsiyah Tapi Sebagian Muslim Mengkafirkannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s