Fokus, Jendral Gatot!


Jendral TNI tak saja harus memimpin TNI, tetapi harus pandai menerapkan geostrategy dan mengerti geopolitik.
Jendral TNI tak saja harus memimpin TNI, tetapi harus pandai menerapkan geostrategy dan mengerti geopolitik.

ANDA pasti akan kegirangan nggak karuan jika Anda tengah menghayalkan sesuatu, lalu tiba-tiba datang orang membawakan sesuatu itu untuk Anda. Sama dengan Anda, Indonesia pasti akan menyambut gembira jika ada orang yang mau memberikan jaminan keamanan atas Sumber Daya Alamnya.

Kita yang tengah dilanda kegalauan luar biasa atas kebesaran kita yang dikerdilkan oleh banyak fakta, tiba-tiba Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menjanjikan akan fokus dalam mengembangkan dan memperkuat TNI Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU) secara serentak.

Wow! Saya seperti disodori menu takjil kurma Ajwa kesukaan saya. Senang dan berharap kurma Ajwa ini asli seasli kurma shayhan pada saat penyambutan Nabi di Madinah kala itu.

Bebaskan Langit Kepri, Jendral!

Alkisah Inggris selaku penjajah Malaya, Singapura dan Borneo Utara melakukan perjanjian dengan Belanda. Perjanjian ini dibuat agar Inggris dapat dengan bebas melintas di langit Kepulauran Riau yang meliputi Batam, Dumai, dan Natuna. Ini terjadi tahun 1930.

Singkat cerita, perjanjian Inggris-Belanda yang ditandatangani pada tahun 1930 ini sampai sekarang masih berlaku! Walaupun kesepakatan terakhir menyatakan bahwa Singapura akan menyerahkan Flight Information Region (FIR) pada tahun 2024. Ini berarti sampai 2024 nanti pesawat-pesawat TNI AU harus meminta izin dulu ke otoritas udara Singapura jika hendak mengudara di sana! Bahkan membayar fee melintas di atas langit negara kita sendiri. Ajib!

Tiba-tiba Jendral Gatot berjanji akan memperkuat TNI AU dan AL. Sekali lagi saya senang. Saya jujur berharap pak Gatot yang bertubuh atletis ini berjiwa seperti Wisanggeni, yang mampu terbang seperti Gatot Kaca dan masuk ke bumi seperti Antareja, dan menguasai lautan seperti Antasena.

Mungkin kelahirannya tidak diinginkan oleh beberapa orang, tapi Wisanggeni yang dibesarkan oleh Batara Baruna (Dewa Penguasa Lautan) dan Hyang Antaboga (Rajanya ular yang tinggal di dasar bumi), membuat titisan Sang Hyang Wenang ini luput dari upaya makar oleh Batara Brama kakeknya atas perintah Batara Guru, karena menurut Batara Guru, kelahiran Wisanggeni menyalahi kodrat.

Hendaknya pak Gatot menyemburkan bara api atas dipercepatnya pengambil-alihan wilayah kita sendiri. Bukankah Presiden Jokowi pernah mengancam akan menyerang Singapura jika negeri itu menolak mengembalikan wilayah udara Kepri yang mereka kuasai. Kala itu Presiden Jokowi langsung memerintahkan KSAU untuk segera mengambil alih wilayah udara Indonesia yang dikuasai Singapura.

Sebagai putra Batara Baruna, Lautan adalah kekuasaan Wisanggeni. Langkah-langkah awal yang telah ditempuh oleh Menteri Sussi Pudjiastuti, harusnya dengan mudah dapat dibackup, disempurnakan, dan dijadikan sebuah sistem oleh Jendral Gatot.

Ancaman keamanan laut Indonesia, baik symetric threat maupun asymetic threat menjadi semakin cangih. Terutama ancaman asymetric, malah datang dari berbagai pihak global. Ini membutuhkan fokus tingkat tinggi dari Jendral Gatot.

Come on, Jendral, jadilah seperti Wisanggeni dalam hal keberaniannya membela negara, memberantas kekacauan, menyempurnakan sistem alutista. Kebangkitan Indonesia sudah tak sabar lagi meletus dari kungkungan gunung-gunung keterpurukan. Fokus, Jendral Gatot!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s