Nerimo Itu Level Kesuksesan Tertinggi


Pemberian Allah yang terindah kepada manusia adalah rasa percaya kepada-Nya atas apapun yang direncanakan-Nya.
Pemberian Allah yang terindah kepada manusia adalah rasa percaya kepada-Nya atas apapun yang direncanakan-Nya.
Jangan kira nerimo itu budaya pemalas. Nerimo itu budaya tertinggi yang akan mengantarkanmu kepada kesuksesan sejati. Tergantung engkau ingin kesuksesan apa, dunia apa akherat? Tapi jika engkau inginkan kesuksesan akherat, maka engkau akan mendapatkan kesuksesan dunia.

Ada sembilan level iman. Jika engkau tidak menempati 1 pun diantara sembilan level itu, maka cukuplah bagimu menghindarkan diri dari menyakiti orang lain, dan berusaha semaksimal mungkin agar berguna bagi diri sendiri dan keluargamu.

Sembilan level itu adalah tobat, zuhud, sabar, syukur, takut, rida, harap, tawakal, dan cinta. Semua maqam itu akan tercapai dengan baik dan sempurna jika disertai dengan sikap pasrah sepenuhnya kepada pengaturan dan pilihan Allah swt.

Taubat
Taubat biasanya adalah dari dosa. Dan ini adalah taubat yang utama. Tetapi, ada tingkatan taubat yang akan membuat imanmu sempurna, yaitu bertaubat dari dalam pengaturan bersama Tuhan.

Mengatur dan memilih termasuk dosa-besar. Cara bertaubatnya adalah dengan kembali kepada Allah swt. dari segala perbuatanmu yang tidak diridai-Nya. Keterlibatan dalam pengaturan Allah merupakan bentuk syirik atas rububiyah-Nya dan kufur terhadap nikmat akal.

Allah tidak meridai hamba-Nya berbuat kufur. Bagaimana bisa taubat seseorang dianggap benar sementara ia merisaukan pengaturan dunianya dan mengabaikan baiknya pemeliharaan Tuhan?

Contoh merisaukan pengaturannya adalah jika engkau berdoa kepada-Nya dengan reasoning yang seolah-olah engkau lebih mengetahui reasoning itu daripada Allah.

Zuhud
Sama halnya, zuhud pun hanya akan benar bila keluar dari sikap mengatur. Pengaturanmu termasuk dalam sikap yang mesti dijauhi dan kau harus zuhud dari sikap semacam itu.

Ada dua macam zuhud, yaitu zuhud lahiriyah dan zuhud batiniyah. Zuhud lahiriyah adalah zuhud terhadap barang halal yang berlebihan, baik berupa makanan, pakaian, dan sebagainya. Sementara, zuhud batin adalah zuhud terhadap kepemimpinan dan perasaan senang dilihat orang. Zuhud terhadap sikap mengatur bersama Allah termasuk zuhud batin.

Engkau boleh memiliki uang, engkau boleh kaya-raya. Tapi tindakan berlebihan dalam hal kekayaan ini adalah di luar kezuhudan. Tanda orang yang zuhud terhadap dunia yaitu tanda ketika memiliki harta dan tanda ketika tidak memilikinya. Ketika memiliki harta seorang zahid selalu mendahulukan orang lain. Dan ketika tidak memilikinya, ia selalu bersikap lapang.

Orang yang mendahulukan kepentingan orang lain berarti mensyukuri nikmat keberadaan. Dan orang yang merasa lapang ketika tidak punya berarti mensyukuri nikmat ketiadaan. Itulah buah pemahaman dan makrifat. Sebab, anugerah Allah tidak hanya berupa pemberian harta. Dia tidak memberi pun merupakan salah satu bentuk anugerah-Nya. Bahkan ketika tidak memberi nikmat-Nya menjadi lebih sempurna.
Dunia bagi para zahid hanya ada di genggaman tangan dan tidak ada di hati mereka. Dunia dicari adalah karena kemanusiaan mereka. Tetapi mereka tak pernah merasa memilikinya.

Sabar
Sabar dan syukur pun hanya bisa dicapai dengan meninggalkan sikap ikut mengatur. Orang yang sabar akan berusaha menjauhkan diri dari segala sesuatu yang tidak disukai Allah, termasuk di dalamnya sikap ikut mengatur dan memilih bersama-Nya.

Sabar terhadap yang dilarang adalah kemauan keras bahkan sekeras-kerasnya dalam menahan nafsu syahwat agar menjauhi larangan-larangan-Nya. Sabar terhadap yang wajib adalah kemauan sekaras-kerasnya dalam menjalankan kewajiban-kewajiban kita sebagai muslim baik yang langsung kepada Allah maupun terhadap sesama manusia. Sabar terhadap pengaturan dan pilihan-Nya adalah kerelaan luar biasa atas kehendak-Nya, pengaturan-Nya kepada kehidupan kita dan semua orang.

Maka sabar adalah sabar dari sejumlah keinginannya sebagai manusia dan sabar terhadap berbagai konsekuensi sebagai hamba yang di antaranya tidak ikut mengatur bersama Allah swt.

Syukur
Syukur seseorang bisa dianggap benar jika ia tidak ikut mengatur bersama Allah swt. Sebagai manusia yang diberikan akal, kita hanya boleh mengusahakan yang terbaik sesuai dengan level kemanusiaan kita.

Sebagai pekerja, kita harus mengusahakan yang terbaik bagi terselenggaranya segala pekerjaan yang diberikan kepada kita. Menyelesaikan tugas-tugas itu juga bagian daripada bersyukur kepada Allah atas segala nikmat pekerjaan dan kesehatan yang diberikan oleh-Nya. Namun sebagai manusia, kita dilarang keras mengatur-atur Allah atas nikmat-nikmat itu. Biarkanlah doa-doa kita mengalirkan rasa syukur kepada-Nya. Biarkanlah doa-doa kita hanya mengagungkan-Nya, memuja-Nya. Jika pun harus meminta, maka permintaan kita itu adalah bentuk dari kelemahan kita yang tidak berdaya ini dalam menyelesaikan urusan-urusan dunia kita.

Takut dan Harap
Ikut campur dalam pengaturan bersama Allah juga bertentangan dengan level takut dan harap. Apabila rasa takut telah merasuk ke dalam hati seseorang, ia tidak akan ikut-ikutan mengatur urusan Allah. Orang yang takut kepada juragannya tak akan berani ikut-ikutan mengatur urusan rumah bossnya. Dia hanya berani melakukan, melakukan, dan melakukan. Karena dia mengetahui juragannya ini orang yang sangat pandai. Kalau dia salah dalam tindakannya melakukan itu, dia pasti akan ditegur dan dibenarkan oleh juragannya. Apalagi dengan Allah. Orang yang takut kepada Allah 1 juta kali lebih takut daripada kepada juragan ini.

Begitu juga harapan. Hati orang yang berharap akan diliputi suka-cita kepada Allah dan ia akan selalu disibukkan oleh hubungannya dengan Allah swt. semata.

Tawakal
Sikap ikut campur juga bertentangan dengan tawakal. Sebab, tawakal berarti menyerahkan kendali kepada Allah dan bersandar dalam segala urusan kepada-Nya. Akibatnya, ia tidak akan ikut campur dan bersikap pasrah menerima segala ketentuan-Nya. Orang yang bertawakkal menyerahkan semua urusannya kepada Pencipta-Nya. Pencipta ini tak pernah tidur. Dia selalu Mengawasinya. Dia Mencintai siapapun yang bertawakkal kepada-Nya. Maka, orang yang bertawakkal selalu tersenyum karena mengetahui Allah selalu Mengawasinya.

Keterkaitan antara keengganan untuk ikut campur dengan tawakal dan rida lebih jelas daripada dengan berbagai tingkatan lainnya.

Cinta
Level cinta pun bertentangan dengan sikap ikut campur. Seorang pecinta akan tenggelam dalam cintanya dan menyerahkan segala pilihan kepada kekasihnya. Pilihan sang kekasih adalah pilihannya. Seorang pecinta tak punya waktu untuk ikut mengatur bersama-Nya. Ia telah disibukkan oleh rasa cintanya kepada Allah. Maka, siapa yang tulus mencintai Allah, ia akan melalaikan segala sesuatu selain Dia.

Orang boleh saja mengejar dunia, tapi kegiatannya mengejar dunia bukanlah untuk dunia. Dia mengejar dunia karena dia tidak mengetahui karenanya atau alasannya. Dia hanya menjalankannya. Seperti dia juga mengetahui bahwa jika dia mendapatkan dunia itu, maka dunia itu bukanlah tujuannya. Ada banyak mulut, nyawa, kantong-kantong kemiskinan yang menikmatinya. Jika dia merugi, maka kerugian itu tidak membuatnya bersedih. Dia tersenyum kepada-Nya atas aturan-aturan-Nya.

Rela
Level Rela (ridha) pun menolak sikap ikut campur. Orang yang rela merasa cukup dengan pengaturan Allah untuknya. Bagaimana mungkin ia akan ikut mengatur bersama-Nya, sementara ia telah rela terhadap pengaturan-Nya? Tidakkah kautahu bahwa cahaya rela dapat menghapus hasrat hati untuk ikut mengatur?

Cahaya kerelaan akan membuat orang yang rela terhadap segala ketentuan-Nya. Ia tidak akan ikut mengatur bersama-Nya. Ia merasa cukup dengan pengaturan-Nya yang baik.

3 thoughts on “Nerimo Itu Level Kesuksesan Tertinggi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s