Jika Anak Gunung Krakatau Meletus


Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.Dan gunung-gunung dihancurleburkan sehancur-hancurnya.Lalu gunung-gunung itu pun berubah menjadi debu beterbangan dan berhamburan.
Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancurleburkan sehancur-hancurnya. Lalu gunung-gunung itu pun berubah menjadi debu beterbangan dan berhamburan.

Krakatau Purba
Dalam buku Pustaka Raja Parwa yang diperkirakan berasal dari tahun 416 Masehi, konon pernah ada ledakan gunung yang memisahkan pulau Jawa menjadi dua, sekaligus melahirkan pulau baru, Sumatera.

Pakar geologi Berend george Escher dan beberapa ahli lainnya berpendapat bahwa kejadian yang diceritakan oleh Pustaka Raja Parwa itu adalah meletusnya Gunung Krakatau Purba. Menurut buku Pustaka Raja Parwa tersebut, tinggi Krakatau Purba ini mencapai 2.000 meter di atas permukaan laut.

Ledakan Krakatau Purba yang diperkirakan berlangsung selama 10 hari memuntahkan isi perut bumi sebanyak 1 juta ton per detik, yang membentuk perisai atmosfer setebal 20-150 meter, menurunkan temperatur sebesar 5-10 derajat selama 10-20 tahun.. Penyakit sampar mewahab karena temperatur mendingin dan secara signifikan mengurangi jumlah penduduk di muka bumi.

Menurut Prof. Arysio Santos dari Brazil, Indonesia (yang menurut penelitiannya selama 30 tahun adalah Situs Atlantis) menghilang dari peta dunia. Bahkan, letusan gunung ini mengakhiri zaman es, mengakhiri masa kejayaan Persia Purba, berakhirnya peradaban Arabia Selatan, punahnya kota besar Maya, Tikal dan jatuhnya peradaban Nazca di Amerika Selatan.

Anak Gunung Krakatau

Sejak Gunung Krakatau meletus, di tengah ramainya kapal-kapal yang hilir mudik mengeruk kekayaan alam, pertumbuhan anak krakatau semakin lama semakin besar, kurang lebih sekitar 20 inci perbulan dia bertambah tinggi. Saat ini tingginya kurang lebih 230 meter di atas permukaan laut. Sementara gunung krakatau sebelumnya memiliki tinggi kurang lebih 813 meter di atas permukaan air laut.

Faktanya, Gunung Krakatau pernah meletus tanggal 27 Agustus 1883 dan menyemburkan awan panas dan menelan korban jiwa kurang lebih 36 ribu orang tewas. Letusan itu mengikabatkan Tsunami terjadi hampir di sekeliling Bumi. Tsunami mengelilingi bumi sebanyak tujuh kali, bahkan di sekitar pesisir pantai utara pulau jawa atau disekitar Anyer dan carita, Tsunami mencapai ketinggian 30 meter (US national Geophisycal Data Center). Dahsyatnya letusan itu menimbulkan korban jiwa sekitar 36 ribu orang tewas sesuai. Di jakarta, Tsunami itu setinggi 2 meteran. Juga terjadi ombak besar di Hawaii, Amerika Selatan, bahkan sampai ke Prancis dan Inggris.

Letusan Gunung Krakatau juga melontarkan isi perut bumi sebanyak 12 kilo meter kubik. Lontaran material tersebut menutup langit dunia setinggi 27 KM dalam beberapa hari. Di Jakarta, cuaca sangat dingin tidak seperti biasanya. Saking dahsyatnya ledakan Krakatau, letusannya yang seperti meriam terdengar sampai ke pedalaman Australia, Pulau Rodrigues samudera Hindia bahkan sampai hampir terdengan ke 1/3 wilayah belahan bumi.

Beberapa tahun sesudahnya, matahari tertutup debu dalam jangka waktu yang lama, sedangkan temperatur bumi terganggu selama lima tahun sesudahnya sehingga normal kembali sekitar tahun 1888.

Tiga bulan setelah letusan (November 1883) terjadi kebakaran hebat di New York, sebagai efek dari langit karena partikel akibat dari letusan Gunung Krakatau. Padahal di saat bersamaan dilaporkan salju turun di sekitar Amerika setelah letusan Gunung Krakatau yang maha dahsyat itu.

Jika Meletus

Allah berfirmah dalam al-Waqiah: Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya.Dan gunung-gunung dihancurleburkan sehancur-hancurnya.Lalu gunung-gunung itu pun berubah menjadi debu beterbangan dan berhamburan.

Gunung Kelud yang baru saja meletus seperti memberikan gambaran nyata kepada mata-mata kita yang lemah, bahwa jika hanya 1 Kelud saja membuat Jawa Timur dan Jawa Tengah tertutup abu, maka apalah jadinya jika Anak Gunung Krakatau yang diledakkan, disusul Gunung Papandayan, Gunung Wilis, Lawuh, Arjuna, Muria, Penanggungan, dan yang lain?

Padahal, jika hanya meledakkan anak Krakatau saja, kemungkinan Pulau Jawa, Sumatera, bahkan seluruh Indonesia akan punah terkena dampaknya.

Apa Yang Kaucari?

Pertanyaannya, hidup macam apa yang tengah Anda semua jalani di muka bumi ini? Hidup penuh kecurangan? Bergelimang maksiat? Hidup penuh kebohongan? Suka melakukan hal-hal yang sia-sia? Lupa diri bahwa Anda adalah hamba-hamba Allah yang diciptakan untuk beribadah, hanya untuk beribadah? Sibuk mengumpulkan dunia dan lupa tugas utama, yaitu ibadah? Menjadi anak durhaka? Menjadi suami yang brengsek? Menjadi ayah yang tak bertanggungjawab? Menjadi budak dunia? Dll? Atau apa?

Jika Anda tak menyadari tanda-tanda kematian yang diberikan oleh Allah berupa sakit, musibah, kesusahan, umur yang makin bertambah, sifat lupa yang tambah akut, maka Anda adalah orang yang bodoh. Karena dunia ini sesungguhnya sangat baik kepada kita semua, dengan memberikan tanda-tanda akan kelemahannya sendiri.

Segeralah bertaubat, menghambakan diri sekali lagi kepada Allah, dan meminta ampun kepadaNya atas segala kesalahan kita. Karena akhirat jauh lebih berat daripada dunia. Jika di dunia Anda masih diberikan waktu untuk sadar, maka di akhirat waktu itu sudah tak ada lagi. Anda hanya akan menghadapi KONSWEKWENSI, lain tidak.

Jika di dunia Anda baik, maka konswekwensinya hidupmu di akhirat akan baik. Tapi jika sebaliknya, maka konsweksensinya, ledakan yang 1 juta kali lebih dahsyat daripada ledakan Gunung Krakatau Purba akan terjadi di setiap helaan nafasmu. Think about it.

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s