Ustadz pun Bisa Sering Mencuri


Sabar itu menahan amarah pada pukulan pertama.  Gagal bersabar pada pukulan pertama, bisa jadi engkau kehilangan moment untuk bersabar
Sabar itu menahan amarah pada pukulan pertama.
Gagal bersabar pada pukulan pertama, bisa jadi engkau kehilangan moment untuk bersabar

Sabar itu kemampuan menahan diri dari melakukan sesuatu yang dilarang oleh Allah. Sesuatu yang dilarang oleh Allah itu dinamakan juga maksiat (berkhianat terhadap nikmat Allah dalam berbagai bentuknya).

Sabar dari marah (emosi) adalah menahan diri untuk tidak berkhianat kepada beberapa nikmat Allah, seperti jantung, otak, tekanan darah—oleh karena itu—kesehatan, dan akhlak mulia. Jika Anda marah kepada anak Anda yang mengganggu Anda saat bekerja, membentaknya dengan suara keras, lalu setelah itu Anda tersadar bahwa perbuatan Anda adalah salah, maka Anda sudah tidak dikatakan bersabar.

Orang yang marah memiliki kecenderungan lebih stress dan tidak bahagia. Dari stres akibat rasa marah dapat menimbulkan tekanan darah tinggi, tekanan mental dan emosi yang semakin tidak terkendali. Marah yang berlebihan malah bisa menyebabkan pecahnya pembuluh darah di otak dan serangan jantung. Akibat yang lain dari marah adalah, karena pelapasan hormon kortisol selama kemarahan, tubuh rentan terhadap nyeri otot dalam jangka panjang. Maka, bisa dipastikan, seorang pemarah akan mudah terserang penyakit.

Sabar dari mencuri adalah menahan diri tidak mengambil hak-hak orang lain. Agar tidak mengambil hak-hak orang lain, maka kita harus juga bersabar dalam menjaga dan mensyukuri apa yang kita punyai. Sabar seperti ini diberlakukan agar kita tidak tamak atau rakus.

Hak-hak orang lain tidak hanya terbatas pada benda-benda berharga atau properti seperti rumah, tanah, kebun, atau sawah. Setiap hal yang berhak dipergunakan, dimanfaatkan, dan dinikmati oleh manusia itu juga disebut hak orang lain. Oleh karena itu, orang-orang yang kebut-kebutan di jalan raya atau jalanan kompleks juga disebut pencuri: mereka mengambil hak orang lain mempergunakan jalan, menikmati kenyamanan berkendara, dan sebagainya. Instansi pemerintahan yang menahan informasi yang seharusnya diketahui publik juga sama seperti mencuri. Mereka mencuri hak publik untuk mengetahui informasi mengenai tender dalam keterangan yang sebenarnya, misalnya, itu adalah pencurian. Orang-orang yang bermain petasan pada saat kapan pun di perumahan dengan suara keras adalah mencuri. Mereka telah mencuri hak-hak orang lain menikmati suasana tenang dengan cara yang tidak selayaknya (berbeda dengan suara berisik kendaraan bermotor yang melewati perumahan, karena memakai kendaraan bermotor itu adalah kebutuhan publik). Seorang da’i yang berdakwah dengan informasi yang dia sendiri belum mempelajarinya dengan benar dengan jalan mempelajari berbagai literatur yang valid juga mencuri. Dia mencuri hak-hak ummat untuk mengetahui ajaran agama yang valid karena sudah divalidasi olehnya. Dan seterusnya.

Orang-orang yang sudah mencuri hak orang lain, lalu setelah itu tersadar bahwa perbuatannya adalah salah, maka dia sudah kehilangan moment untuk bersabar, karena mungkin saja orang-orang yang dicuri hak-haknya sudah dirugikan serugi-ruginya.

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s