Apa Yang Membuatmu Merasa Selalu Dilindungi Allah?


Ingatkah kita dengan kisah Nabi Zakariyya? Ketika beliau dikejar-kejar oleh pasukan Bani Israil, beliau melarikan diri ke hutan. Di hutan, dia temukan sebuah pohon yang kopong tengahnya. Beliau lalu bersembunyi di dalamnya. Aneh, kemudian pohon itu pun menutup, membuat Nabi Zakariyya as. seperti menyatu dengan pohon tersebut.

Saat tenggelam orang kaya sekalipun inginnya cuma satu, SELAMAT whatever it takes
Saat tenggelam orang kaya sekalipun inginnya cuma satu, SELAMAT whatever it takes
Entah bagaimana (ada yang mengatakan Iblis yang menyerupai manusia yang memberitahukan keberadaan Nabi Zakariyya as. kepada pasukan Bani Israil) akhirnya keberadaan Nabi Zakariyya diendus oleh pasukan Bani Israil.

Kemudian Pasukan Bani Israil itu menggergaji pohon tersebut. Ketika gergaji mulai mengenai kepada Zakaria, ia menjerit. Allah Ta’ala lalu mewahyukan kepadanya, “Wahai Zakaria, jika jeritanmu yang kedua semakin keras, Aku akan menghapus namamu dari daftar kenabian.” Zakaria as. Menggigit jarinya untuk menahan rasa sakit sehingga akhirnya ia terpotong menjadi dua bagian.
Setidaknya ada beberapa hal yang harus dicermati dalam kisah ini. 1. Ada seperti keajaiban yang melindungi Nabi Zakariyya yaitu pohon yang kopong tengahnya lalu menutup diri. 2. Nabi Zakariyya yang seorang Nabi (kekasih Allah) pun dibiarkan digergaji oleh musuh-musuh Allah tanpa diselamatkan. 3. Sesungguhnya iman kepada Allah itu tak pernah mudah.

Keajaiban Dalam Hidup

Banyak orang yang senantiasa membanggakan diri mereka dengan kehidupan yang mereka miliki yang senantiasa ‘diliputi oleh keajaiban-keajaiban’. Orang-orang ini merasa bahwa doa-doanya tak pernah tertolak. Mereka merasa bahwa bukti dari tidak tertolaknya doa-doa mereka adalah bahwa semua keinginan duniawi mereka hampir semua terwujud. Rumah mewah, pekerjaan (proyek) yang tak pernah kalah tender, relasi-relasi kaya yang mendukung bisnis mereka, anak-anak yang sukses, asset yang semakin hari semakin banyak, jualan apapun laku keras, dikenal banyak orang, dan seterusnya. Mereka merasakan bahwa Allah mengasihinya dengan semua kemewahan itu.

Orang-orang seperti ini berarti melihat sebaliknya, bahwa orang-orang yang rumahnya reot, pekerjaannya tak jelas, berpakian lusuh, anak-anak yang tak tampan bahkan cacat dan sakit-sakitan, penderitaan demi penderitaan selalu menimpa mereka, adalah orang-orang yang jauh dari Tuhan yang harus bertaubat dari dosa-dosa mereka dan patut dikasihani karena sudah pasti doa-doa mereka tak pernah dikabulkan oleh Allah.

Sesungguhnya fenomena tersebut tidaklah aneh lagi, khususnya di Indonesia. Orang yang berlimpah kekayaan dan kemewahan-kemewahan selalu merasa bahwa diri mereka dekat dengan Allah. Bukti bahwa mereka dekat dengan Allah adalah bahwa kemewahannya itu. Sedangkan bukti bahwa orang-orang miskin itu jauh dari Allah adalah kemiskianan dan penderitaan-penderitaannya itu. Dan inilah yang dianggap sebagai kebenaran oleh rata-rata orang Indonesia. Bahkan seorang pejabat yang biasa korupsi tetapi selamat dari jerat KPK pun merasa bahwa dia diselamatkan oleh Allah, dan bahwa berarti hal-hal yang dilakukannya kemarin itu adalah bukan korupsi melainkan bentuk kasih-sayang Allah atas dirinya dan keluarganya yang dekat dengan Allah.

Oleh karena itu, tidaklah heran kita sering melihat ada orang-orang yang merasa apa yang dilakukannya adalah dosa besar. Tetapi, tidak lama kemudian dia merasa menjadi orang yang paling suci dan boleh melakukan dosa-dosa kembali. Anda tahu kenapa? Karena mereka merasa bahwa Allah masih memberinya kasih-sayangnya dengan menakdirkannya pergi ke Tanah Haram untuk menunaikan umroh hampir setiap bulan. Oleh karena itu, mereka merasa bahwa apapun yang dilakukan setelah itu adalah masih dalam ridha Allah swt.

Apa yang terjadi kepada Nabi Zakariyya itu sesungguhnya adalah cobaan besar buat Nabi Zakariyya as., dimana Allah seolah-olah ingin memperlihatkan kepada kita bahwa kekasih yang sangat Dia cintai saja dicoba begitu beratnya, apalagi kita yang seujung kukunya Nabi Zakariyya pun belum tentu. Nabi Zakariyya saja tidak aman dari cobaan yang sampai memenggal tubuhnya menjadi dua bagian, apalagi kita yang seringkali tak tahan walau hanya dengan sakit biasa-biasa saja.
Lalu apa yang membuat diri Anda aman dari cobaan yang bisa membinasakan Anda dan keluarga Anda? Apa yang membuat Anda merasa dekat dengan Allah? Bukankah Nabi Zakariyya lebih berhak diberikan kekayaan dan kemewahan-kemewahan mengingat beliau adalah salah satu dari kekasih-kekasih-Nya?

Maka, diantara kita ada yang diuji cacat sejak lahir, ada yang diuji ditinggal mati suaminya padahal anak-anaknya begitu banyak dan bahkan dia sedang mengandung anak pada saat itu, ada yang diuji memiliki anak yang autis, ada yang diuji selalu ditipu orang dalam berbisnis, ada yang diuji memiliki penyakit yang tak sembuh-sembuh, ada yang diuji dengan kemiskinan, ada yang diuji buta mata, ada yang diuji memiliki suami/istri yang brengsek, dst.

Itulah kehidupan yang sesungguhnya. Jangan sampai Anda selalu beruntung, selalu memiliki kemewahan tak pernah bangkrut atau rugi, menang tender, dst. Karena itu adalah tanda-tanda Anda tidak diperhatikan oleh Allah, atau sedang dalam jebakan Allah. “Sesungguhnya Allah Yang Mahamulia lagi Mahaagung telah membuat perjanjian dengan hamba-Nya yang beriman akan adanya bencana, seperti seorang suami membuat perjanjian dengan isterinya akan adanya kebajikan.” (Al-Fudhail bin Iyadh)

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s