SOMBONG


Sombong tidak harus berjalan dengan membusungkan dada, atau berdiri bersedekap sambil muka diangkat keatas, atau berdiri dengan kedua tangan di pinggang dan berkata-kata kasar dan keras kepada bawahan. Itu juga sombong. Ada lagi sombong yang membuat kita terdegredasi kualitas kemanusiaan kita di hadapan Allah, yaitu sombong kepada diri sendiri.

Bagaimana itu sombong kepada diri sendiri? Begini, Anda ini manusia sejak awal penciptaannya terbuat dari bahan yang menjijikkan dan kotor. Sejak kelahiran pertamanya, Anda adalah seonggok tanah. Kemudian pada kelahiran berikutnya, Anda adalah air sperma yang anyir dan menjijikkan. Anda pasti tau proses pengeluaran sperma tersebut, dari permainan sex dua orang yang sedang telanjang, yang sudah pasti sedang tidak dalam keadaan suci. Ketika lahir, Anda kotor sekali dengan air lendir yang menyelimuti diri Anda. Anda tidak dapat bicara, hanya bisa menangis, lain tidak. Anda benar-benar lemah dan sangat pantas dikasihani. Lalu, ketika besar, Anda merasa bahwa Anda bisa melakukan apa-apa sendiri. Anda sukses karena kerja keras Anda. Anda punya jabatan Anda merasa karena jerih-payah dan kecerdasan Anda. Inilah kesombongan kepada diri
sendiri.

Kesombongan ini akhirnya membawa Anda kepada sifat angkuh saat shalat dan menjalankan ibadah-ibadah lainnya. Coba ingat ketika Anda sedang melakukan shalat, jika Anda tidak berpikir tentang materi dan jabatan-jabatan Anda, atau rencana bisnis Anda, maka Anda adalah orang yang sangat tawadhlu kepada diri Anda sendiri. Tapi jika sebaliknya, maka itulah yang seringkali terjadi. Sajadah, mesjid, musholla hanyalah nama lain dari kantor, mall-mall dan bahkan—maaf—tempat-tempat hiburan.

Ketahuilah, diri kita ini tak akan sanggup melakukan apa-apa, even hanya membuang air besar, tanpa bantuan Allah melalui malaikat yang memberikan kekuatan. Jika malaikat itu malas kepadamu suatu saat nanti, maka kualitas kemanusiaanmu yang sudah lama terdegradasi akan hancur rata dengan bumi.

Cobalah untuk merendahkan diri di hadapan Allah, dengan merendahkan ego dan kepercayaan diri Anda yang terlalu tinggi. Bahkan saat Anda berpikir pun, jika tak mendapat restu dari Allah, Anda tak akan dapat melakukannya. Anda pernah terkena stroke? Yang belum pernah mudah-mudahan tidak pernah mengalaminya. Saat Anda mengalami stroke itu, pasti seringkali muncul kesadaran bahwa kita ini tak punya kuasa apa-apa kepada tubuh kita sendiri, bahkan untuk bicara saja tidak bisa. Maka, rendahkanlah diri Anda setiap saat, apalagi saat menghadap Allah secara formal. Karena pada hakekatnya, kita ini menghadap Allah setiap helaan nafas kita.

Saat daam kandungan kita begitu tawadlu
Saat daam kandungan kita begitu tawadlu

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s