Pikiran Supersadar Bagi Para Salikin


kebijaksanaan itu adalah kebahagiaan
kebijaksanaan itu adalah kebahagiaan
Ada 4 jenis pikiran dalam kehidupan manusia yang dianugerahkan oleh Allah kepada manusia. 4 jenis pikiran ini adalah hikmah luar biasa. Jika dimanfaatkan secara baik, maka baiklah kehidupan manusia. Dan jika dilewatkan, tidak dihiraukan, maka hilanglah kemanusiaan dari manusia.

Sifat-sifat kemanusiaan itu seperti berbuat baik, menolong sesama, sopan santun, menghormati yang besar, menyayangi yang kecil, menebar cinta kepada setiap makhluk-Nya, bijaksana menghadapi segala hal, dan seterusnya. Maka kehidupan macam apa yang Anda hadapi selama ini? Seperti sifat-sifat diataskah? Atau sebaliknya? Dan padahal kita tahu, bahwa kemunduran apapun di muka bumi ini, sekarang ini, detik ini, adalah karena hilangnya sifat-sifat manusia itu dari kehidupan kita semua.

4 jenis pikiran itu adalah:

1. Pikiran Tak Sadar (Unconscious Mind)
Ada dua fungsi utama dari pikiran tak sadar: Mempertahankan kehidupan dan melestarikan keturunan. Jika ada orang yang terlalu takut mati, takut sakit, takut miskin atau tidak bisa mengendalikan nafsu seks-nya, itulah contoh dari orang yang tidak mampu menguasai pikiran tidak sadarnya.

2. Pikiran Bawah Sadar (Subconscious Mind)
Pikiran Bawah Sadar terbentuk dari pengalaman hidup, oleh karena itu, pikiran Bawah Sadar disebut juga sebagai memori. Bahkan ingatan yang sudah terlupakan bisa dimunculkan lagi apabila seseorang bisa membuka pikiran bawah sadarnya. Jika Anda mengenal ada orang yang punya mental block, yakin bahwa dirinya lemah, tidak mampu melakukan banyak hal, tidak bisa mengubah kebiasaan buruknya atau terlalu fanatik terhadap keyakinannya (tidak open minded), itulah contoh orang yang terbelenggu oleh pikiran bawah sadarnya.

3. Pikiran Sadar (Conscious Mind)
Inilah yang disebut sebagai pusat dari logika, kehendak, kemampuan analisa, perencanaan dan alasan. Ketika pikiran kehendak pikiran sadar seseorang selaras dengan kehendak bawah sadar, maka tidak akan terjadi masalah. Jika terjadi sebaliknya, maka berbagai persoalan bisa muncul, seperti kesehatan fisik, kesehatan mental, kesuksesan, dan seterusnya.

4. Pikiran Supersadar (Superconscious Mind)
Disebut juga pusat kebijaksanaan dan spiritualitas. Dalam pikiran supersadar hanya ada kedamaian, cinta, kebahagiaan dan kebijaksanaan. Inilah tingkat tertinggi dari semua pikiran. Banyak orang bermeditasi, beribadah, bertapa, melakukan Yoga, dzikir, thoriqoh dan semacamnya untuk mendapatkan “pencerahan” yang sebetulnya adalah tercapainya pikiran supersadar. Pikiran supersadar inilah yang seringkali dicapai oleh para abidin, baik dalam shalat, puasa, berzakat, berzikir, dan lain-lain. Hanya saja tak banyak yang mengetahui dimana dan kapan pikiran supersadar ini timbul saat kita melakukan shalat, misalnya. Dan kalau dia bisa timbul, bagaimana cara menimbulkannya?

Apa gunanya pikiran supersadar ini? Jika orang mencapai pikiran supersadar ini, maka segala sesuatu akan menjadi mudah. Ketika mendapatkan kebahagiaan, dia tidak akan lupa untuk berbagi dalam kesunyian; ketika mendapatkan kesusahan, dia tidak akan lupa untuk bersyukur dan tersenyum. Dia tahu betul bahwa masalah apapun Allah-lah Penciptanya. Dia juga tahu betul bahwa sebanyak apapun masalah di muka bumi ini, lebih banyak lagi solusi yang diciptakan oleh Allah Azza wa Jalla. Dia juga tahu betul bahwa masalah itu hanyalah debu, sedangkan Allah telah menciptakan air jernihnya. Dia tahu betul bahwa cobaan itu hanyalah kerikil, sedangkan Allah telah menciptakan ladang hijau yang subuh untuknya.

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s