Pertolongan Allah Untuk Penyabar


Sabar itu adalah menahan amarah pada pukulan pertama.
Gagal bersabar pada pukulan pertama, bisa jadi Anda sudah
kehilangan moment untuk bersabar.

cropped-header-bagus-deh1.jpgApakah yang dinamakan sabar itu? Sabar itu adalah jika Anda mampu menahan amarah pada pukulan pertama. Karena jika Anda baru bersabar pada pukulan ke2, sedangkan pada pukulan pertama Anda marah-marah, mengumpat, membanting gelas, dll, itu tidak dinamakan sabar.

Seorang ayah yang sedang menyelesaikan pekerjaannya di rumah, tiba-tiba dilempar bola oleh anaknya, tepat pada jari-jarinya yang sedang menggambar sketsa yang harus dipakai untuk presentasi esok harinya, lalu si ayah berteriak keras membentak anaknya tersebut, “Dasar anak sialan kamu!! Kamu tau tidak, besok ini harus dipresentasikan!! Kalau ayah tidak bisa menyelesaikan ini, maka karier ayah akan terancam!!! Dan kamu pun bisa jadi tidak makan!!! Sialan…!!” Begitulah Anda mengomel tak karuan, membicarakan hal-hal yang sangat tidak mungkin dimengerti oleh anak Anda yang baru berumur 7 tahun. Anda pun menaikkan tensi darah Anda dengan mengomel tak berarti begitu. Yang lebih mengerikan lagi, anak Anda merekam semua omelan kasar Anda itu dalam alam bawah sadarnya, yang kelak akan dia keluarkan entah kapan.
Kemudian Anda tersadar bahwa hal itu salah, lalu Anda memeluk anak Anda dan meminta maaf telah berkata-kata kasar kepadanya. Tapi sayang, Anda sudah kehilangan waktu untuk bersabar. Anak Anda sudah merekam kata-kata kasar Anda. Kata-kata kasar itu sudah keluar. Anda pun bisa jadi akan kehilangan mood yang baik untuk melanjutkan pekerjaan Anda.

Jika pada saat bola itu mengenai tangan Anda dan Anda menyadari bahwa Anda harus meluangkan waktu satu-dua menit untuk memperhatikan anak Anda dan berkata, “Eh, anak ayah hebat bisa main bola… Tepuk tangannya mana? Ciumannya mana?” Lalu Anda menggendong anak Anda yang manis itu dan meminta bantuan istri Anda untuk bermain sebentar dengannya. Tidak ada salahnya juga jika Anda mengatakan bahwa Anda sedang bekerja sekarang, jika Anda tidak bekerja, maka Anda tidak bisa membelikan bola lagi deh… Jika pun anak Anda masih tidak mau mengerti, minimal Anda sudah bersabar pada pukulan pertama. Selanjutnya Anda bisa mengatur hati Anda, menunggu tangan Allah membimbing Anda menyelesaikan pekerjaan Anda. Bisakah? Cobalah, karena Allah telah berjanji, bahwa Allah akan bersama orang-orang yang bersabar. Dan Dia tak pernah mengingkari janjiNya.

Free Automatic Link

Backlink Gratis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s