Tips Menyelesaikan Pertengkaran Suami-Istri


Dalam berumah-tangga, tidak ada satu pun rumah tangga yang selamat dari yang namanya pertengkaran. Pasti ada saja jalan yang menuju ke sana. Nabi pun tak luput dari itu, meskipun yang terjadi pada nabi dan isteri-isterinya tidak tepat jika disebut pertengkaran—lebih tepatnya kesalahpahaman isterinya saja, bukan dari pihak nabi. Karena manusia disebut manusia karena mempunyai akal pikiran. Pemikiran setiap orang itu pasti berbeda satu sama lain. Nah, kadangkala dalam memenej perbedaan inilah terjadi kesalahan-kesalahan yang mengakibatkan timbulnya gesekan-gesekan atau pertengkaran dalam rumah tangga.

Pertengkaran ada kalanya datang dari pihak isteri atau sebaliknya, bisa juga datang dari keduabelah pihak. Ini sudah biasa terjadi pada rumah tangga. Itu artinya, setiap orang yang berumahtangga mesti siap menghadapinya. Nah, letak permasalahannya adalah di sini. Jika suami-istri tidak mengetahui cara menyelesaikan pertengkaran itu, maka hal yang biasa (perselisihan) menjadi hal yang luar biasa (tidak diinginkan terjadinya). Lalu, bagaimana tips agar suami istri dengan cepat dapat menyelesaikan pertengkaran itu? Inilah tips dari saya.

1. Jangan merasa paling benar. Penyakit terparah manusia adalah jika dia merasa paling benar. Karena sesungguhnya, sebesar apapun kepercayaan kita akan kebenaran sesuatu, belum tentu itu yang paling benar, biarpun itu kita lihat dengan mata kepala kita sendiri. Misalnya (contoh pertama), kita melihat ada pohon roboh di depan kita. Lalu kita ceritakan di depan teman kita. Anda bilang begini, “tadi, saya melihat pohon-pohon roboh di jalan A.” Lalu, teman Anda merasa bahwa Anda salah. Anda tidak boleh langsung berkata dengan amarah bahwa Andalah yang betul. Padahal, kalau Anda dengarkan baik-baik cerita teman Anda, Anda pasti akan malu sendiri. Padahal teman Anda tadi mau berkata demikian, “Pohon itu bukan roboh, tapi tadi paman saya yang tinggal di jalan A tadi cerita bahwa orang-orang yang tinggal di jalan a tersebut sedang demo dengan membentangkan 4 pohon di jalan umum.” Nah, kan, ternyata apa yang Anda percayai paling benar bisa menjadi tidak begitu benar jika dibandingkan dengan kebenaran orang lain. Misalnya lagi (contoh kedua), seorang suami melihat isterinya sedang menerima telfon. Pada saat sedang asyik bicara di telfon, Anda tidak sengaja mendengar sepotong kata-kata isteri Anda: “Iya sih, suami saya memang payah, dia tidak….” Sampai di situ, lalu kata-kata itu Anda permasalahkan. Anda marah-marah bahwa isteri Anda telah menjelek-jelekkan Anda. Anda tidak mau mendengarkan penjelasan isteri. Padahal, yang terjadi adalah begini: isteri Anda menerima telfon dari seorang tetangga usil, yang suka mengorek-orek rumah tangga orang lain. Sang tetangga bilang begini, “gimana sih jeng, masa isteri pejabat kok cuma naik mobil butut..” Lalu isteri Anda menjawab, “iya, suami saya memang payah, dia tidak pernah mau tuh ikut-ikutan korupsi seperti teman-temannya. Tapi saya bangga punya suami seperti dia.” Tuh kan, Anda akan malu lagi.
2. Lihat sisi baiknya. Caranya begini, jika isteri/suami kita suka marah-marah di rumah, syukurilah bahwa dia masih marah-marah di rumah, dan bukan menggunjing di luar rumah. Jika isteri-suami Anda suka boros, syukurilah bahwa dia masih bisa boros, berarti ada kelebihan rejeki. Jika isteri/suami Anda hanya suka berlamas-malasan di rumah, syukurilah bahwa dia di rumah dan bukan bermesraan dengan isteri orang lain di luar rumah, yang paling penting, jika isteri/suami Anda suka bikin jengkel Anda, syukurilah bahwa mereka masih bersama Anda di rumah dan tidak menghabiskan waktu di luar rumah—yang itu adalah lebih menjengkelkan bagi Anda—dan seterusnya dan seterusnya.
3. Hentikan segala suasana yang mendorong kearah pertengkaran. Anda pasti hafal, suasana yang seperti apa yang membuat rumah-tangga Anda jadi bete. Jika itu terjadi, sebelum merembet ke mana-mana, hentikan suasana itu dan carilah suasana yang baru, misalnya jika Anda sedang menyetel tv, gantilah dengan film dvd kesukaan Anda. Atau jika Anda tidak punya dvd, gantilah tv dengan channel kesukaan. Atau jika tv yang bikin bete, Anda bisa mengambil langkah dengan meninggalkan tempat Anda duduk menuju ke tempat kesayangan, ke taman, ke teras rumah, atau malah keluar rumah untuk ngobrol bersama tetangga Anda.
4. Berusahalah menjadi lebih dewasa dari pasangan Anda. Ada kalanya, pada diri manusia, muncul masa-masa di mana mereka cenderung lebih kekanak-kanakan dari biasanya. Anda pun bisa demikian. Ada kalanya seorang suami yang semestinya menjadi imam dalam keluarga bersikap tidak masuk akal dan kekanak-kanakan, seperti mudah marah, sensitive, narsis, dan seterusnya. Nah, jika itu terjadi, maka kita mesti membuka kesadaran kita terus-menerus agar tetap tenang dan tidak ikut-ikutan kekanak-kanakan. Jadilah orang yang lebih dewasa daripada isteri/suami Anda. Karena mesti disadari bahwa tindakan kekanak-kanakan, dilakukan oleh siapa pun, pasti konyol dan memalukan.
5. Cintailah isteri/suami Anda dalam keadaan apapun. Cara inilah yang paling ampuh untuk menghentikan perselisihan dalam rumah tangga. Suami kita yang ganteng, bisa saja berubah menjadi tidak ganteng seiring dengan berubahnya waktu dan kondisi, isteri yang cantik juga demikian, waktu dan kondisi dapat merubah segalanya. Suami/isteri yang biasanya sayang dan perhatian kepada kita, bisa saja sewaktu-waktu berubah menjadi super cuek dan menjengkelkan kita. Jika itu terjadi, tapi cinta kita kepada mereka tetap terjaga, maka saya yakin itu tidak akan menjadi masalah bagi Anda. Malahan, ini adalah bumbu yang baik bagi terciptanya kemesraan yang lebih hangat.

2 thoughts on “Tips Menyelesaikan Pertengkaran Suami-Istri

    1. mas Rifcki, istri Anda susah diatur dalam posisi ANda benar, atau merasa paling benar? Jika ANda dalam posisi yang benar, maka Anda harus mengajak bicara dia baik2. Tapi cara yang paling baik dalam mendidik orang, termasuk isteri adalah dengan iqtida’ atau contoh. Lakukanlah banyak hal yang baik2 sehingga dicontoh oleh isteri Anda. Tapi, jika cara itu tak mempan juga, maka masi Rifcki lebih tau kondisi mas rifcki sendiri. Kalau boleh tau susah diaturnya gimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s