Antasari Azhar VS Abbad Bin Basyar


Konsistensi adalah sesuatu yang mutlak harus dimiliki oleh manusia. Jika macan mati meninggalkan belangnya, gajah meninggalkan gadingnya, maka manusia mati meninggalkan konsistensinya. Karena hanya dengan konsistensi manusia mempunyai nilai.

Baik tidaknya seseorang dapat dilihat dari konsistensinya. Jika konsisten, tak mudah membelot, apalagi berkhianat, maka nilai kemanusiaannya sangat tinggi. Dalam kehidupan di banyak bidang, orang seperti inilah yang dibutuhkan, tak peduli seperti apa awalnya. Tapi jika inkonsisten, mudah membelot, dan mudah berkhianat, maka nilai kemanusiannya sangatlah rendah. Orang seperti ini tidak akan diterima di mana-mana. Hidupnya persis seperti burung perusak, setelah menclok pada satu dahan, dia menclok ke dahan lain. Dia tidak bisa kembali ke dahan-dahan itu, karena dahan-dahan itu telah rusak dibuatnya. Dia selalu mencari dahan baru setiap harinya, tanpa bisa kembali ke dahan lama. Begitu terus.

Konsistensi, menurut Oscar Wilde, adalah tempat perlindungan terakhir tanpa fantasi. Apapun yang terjadi pada awal kehidupan seseorang yang inkonsisten, akhirnya, inkonsistensinya akan membunuhnya dengan pasti. Seorang politikus yang “sukses”, anti korupsi, tegas, tak kenal kompromi dalam menjalankan tugasnya, dan oleh karena itu dicintai orang, jika sebenarnya dia inkonsisten, pasti pada akhirnya inkonsistensinya akan membunuhnya.

Antasari Azhar
Melalui proses pemilihan, Komisi Hukum DPR menetapkan Direktur Penuntutan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Antasari Azhar sebagai Ketua KPK. Dia mengalahkan rekannya Chandra M Hamzah dengan suara yang sangat telak: 41 banding 8 suara. Menandakan begitu bergantungnya masyarakat kepadanya untuk memberantas korupsi di negeri ini. Wow, tampaknya begitu hebat. Tampak, sosok malaikat yang garang yang dapat membereskan segala persoalan korupsi.
Tak lama setelah pengangkatan Antasari digelar, sekumpulan perempuan yang tergabung dalam Aliansi Perempuan Anti Korupsi memasuki ruangan sidang. Mereka meletakkan mawar beserta selembar kertas bertulisan ”Gunakan Hati Nurani, Jangan Pilih Antasari” lengkap dengan 10 Alasan.

Di antara ke-10 alasannya adalah Antasari terlibat deal menyelamatkan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia, sengaja memperlambat perkara Tommy Soeharto, memperlambat eksekusi kasus korupsi anggota DPRD Sumatera Barat, dan biasa melakukan praktek suap kepada wartawan.

Tapi, kenyataannya, sekuat apapun desakan untuk tidak mengangkat Antasari Azhar sebagai ketua KPK, dia tetap melengang kangkung. Bak pahlawan, dia seolah menjadi the punisher bagi para koruptor. Rakyat dibuat buta seolah negara ini telah menjalankan apa yang dinamakan dengan “pemberantasan korupsi”. Malahan, di acara Kick Andy, ada seorang ibu yang mengarang puisi buatnya, mengangkatnya setinggi-tingginya, menempatkannya di posisi pahlawan tanpa tanda jasa. Wow..

Di akhir kariernya, dia dituduh sebagai dalang pembunuh seorang direktur di BUMN. Bahkan, seperti burung perusak, dia tidak bisa kembali ke tempat asalnya, Kejaksaan Agung, karena sudah mengundurkan diri.

Abbad bin Basyar

Pada peperangan Dzat ar-Riqa’, bersama Ammar bin Yasir, Abbad bin Basyar bertugas dsalam penjagaan. Tatkala is sedang shalat, sebusur anak panah beracun mengenai tubuhnya dan dengan segera ia pun mencabutnya lalu melanjutkan shalatnya. Kemudian, anak panah yang lain kembali mengenainya, kedua dan ketiga kalinya, dan ia pun hanya mencabutnya lalu kembali meneruskan shalatnya. Setelah itu, ia membangunkan Ammar sambil berkata, “Hai Ammar, bangunlah! Sekarang giliranmu untuk jaga karena aku terkena panah.” Ammar berteriak membangunkan tentara Muslimin dan menakut-nakuti musuh yang mengintai. Lalu Ammar berkata kepadanya, “Mengapa engkau tidak membangunkan diriku pada saat pertama kali terkena panah itu?” la menjawab, “Sewaktu dalam shalat, aku membaca ayat-ayat yang memenuhi kalbuku dengan rasa takut kepada Allah sehingga aku tidak ingin memutuskan bacaanku.”

Abbad dikenal sebagai seorang yang memiliki cahaya dari Allah dan diberi cobaan yang baik pada pertempuran Yamamah. Ia menganjurkan orang-orang untuk banyak berkorban demi agama. Abbad selalu bersama Rasulullah SAW di barisan terdepan dalam setiap pertempuran.

Ummul Mukminin Aisyah berkata, “Tiga orang dari kaum Anshar yang tidak ada seorang pun melebihi keutamaan mereka: Sa’ad bin Mu’adz, Usaid bin Hudhair, dan Abbad bin Basyar.” (HR. Ibnu Ishaq)

Hidup Abbad bin Basyar diakhiri dengan sesuatu yang mengesankan, gugur saat memimpin satu pasukan menghadapi Musailamah al-Kadzab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s