FLU BABI: ANTARA KEBODOHAN DAN KEKUFURAN


SEJAK AWAL, Islam langsung mengharamkan babi, tidak seperti pengharaman minuman keras dan riba, mereka diharamkan secara bertahap. ini bukan tidak ada sebabnya, tetapi karena babi adalah hewan yang menjijikkan, baik dari segi kesehatan maupun tingkah-lakunya. Berikut adalah faktanya:

1. Babi adalah hewan yang kerakusannya dalam makan tidak tertandingi hewan lain. Ia makan semua makanan di depannya. Jika perutnya telah penuh atau makanannya telah habis, ia akan memuntahkan isi perutnya dan memakannya lagi.
2. Ia memakan kotoran apa pun di depannya, entah kotoran manusia, hewan atau tumbuhan, bahkan memakan kotorannya sendiri, hingga tidak ada lagi yang bisa dimakan di hadapannya.
3. Ia mengencingi kotoranya dan memakannya.
4. Ia memakan sampah dan kotoran hewan lain.
5. Ia adalah hewan mamalia satu-satunya yang memakan tanah, memakannya dalam jumlah besar dan dalam waktu lama, jika dibiarkan.

Dulu, ketika Imam Muhammad Abduh mengunjungi Perancis dan mendengar orang Prancis berkata, “Umat Islam mengatakan bahwa babi haram, karena ia memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba-mikroba dan bakteri-bakteri lainnya. Hal itu sekarang ini sudah tidak ada. Karena babi diternak dalam peternakan modern, dengan kebersihan terjamin, dan proses sterilisasi yang mencukupi. Bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya.?”

Imam Muhammad Abduh kemudian membuktikan sesuatu dengan menghadirkan dua ekor ayam jantan beserta satu ayam betina, dan dua ekor babi jantan beserta satu babi betina. Pertama-tama, beliau melepas dua ekor ayam jantan bersama satu ekor ayam betina dalam satu kandang. Kedua ayam jantan itu berkelahi dan saling membunuh, untuk mendapatkan ayam betina bagi dirinya sendiri, hingga salah satu dari keduanya hampir tewas. Setelah itu, kemudian beliau meminta mereka melepas dua ekor babi jantan dansatu babi betina. Di dalam kandang, babi jantan yang satu membantu temannya sesama jantan melakukan hubungan seksualnya, tanpa rasa cemburu. Imam Abduh berkata, “Lihatlah, menularkan kelainan sexual kepada kalian. Seorang lelaki dari kalian melihat isterinya bersama lelaki lain, dan membiarkannya tanpa rasa cemburu, dan seorang bapak di antara kalian melihat anak perempuannya bersama lelaki asing, dan kalian membiarkannya tanpa rasa cemburu dan was-was.”

Dr. Muhammad Abdul Khair, dalam bukunya Ijtihâdât fi at Tafsîr al Qur’an al Karîm, menyebutkan beberapa penyakit yang disebabkan oleh daging babi: “Daging babi mengandung benih-benih cacing pita dan cacing trachenea lolipia. Cacing-cacing ini akan berpindah kepada manusia yang mengkonsumsi daging babi tersebut. Dan generasi babi belum terbebas dari cacing-cacing ini. Beliau menyebutkan bahwa ada banyak penyakit yang ditularkan oleh daging babi di antaranya:

1. Kolera babi
2. Keguguran nanah yang disebabkan oleh bakteri prosillia babi
3. Kulit kemerahan, yang ganas dan menahun. Yang pertama bisa menyebabkan kematian dalam beberapa kasus, dan yang kedua menyebabkan gangguan persendian
4. Penyakit pengelupasan kulit
5. Benalu eskares yang berbahaya bagi manusia.

Flu Babi akibat Kebodohan dan Kekufuran
Babi sering kali dikatakan sebagai ladangnya virus. Burung tidak bisa menularkan virus flunya kepada manusia, sedangkan babi sangat rentan mengidap virus ini. Sudah lama para ahli mengkhawatirkan virus yang diidap oleh babi ini bermutasi menjadi virus yang lebih berbahaya dan bisa menular ke hewan dan bahkan manusia, dan saat ini mungkin adalah kekhawatiran yang sudah menjadi kenyataan.
Flu babi merupakan penyakit pernafasan yang sering diidap oleh babi. Menurut WHO Babi yang mengidap flu ini persentase kematiannya hanya sekitar 1-4% saja.
Flu babi yang saat ini menyerang masyarakat meksiko berbeda dengan flu biasa yang diderita manusia dan babi. Flu ini terdiri dari genetik babi, burung dan manusia, dimana jenis baru ini bisa menular antar manusia.
Babi adalah hewan yang dalam waktu bersamaan dapat menderita beberapa jenis flu dengan tipe virus yang berbeda-beda. Bahkan virus influenza yang menyerang manusiapun dapat menyerang babi. Hal inilah yang dapat meningkatkan risiko terjadinya mutasi. Mutasi virus ini sekarang berkembang menjadi virus yang dapat menular ke manusia, sehingga sekarang manusia dapat menderita flu babi.

Bukankah al-Quran telah mengharamkan babi? Dan bukankah para ulama Islam telah memaparkan hikmah tasyri’ dari pengharaman babi? Flu babi, oleh karenanya, adalah masalah kebodohan dan kekufuran manusia. Bodoh karena membiarkan otak tumpulnya melawan pengetahuan Tuhan. Kufur karena tidak mempercayai aturan Allah swt.

Lebih bodoh lagi ketika kemudian manusia hanya mencari obat dan melakukan travel warning atau travel advisory. Padahal, menurut penulis, cara yang paling jitu adalah mengenyahkan babi-babi itu. Kasihan kan? Begitu menderitanya tuh babi mengidap banyak penyakit berabad-abad. Bukankah lebih baik kita membantu mereka dengan melenyapkan mereka dari muka bumi ini? []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s