Suami yang Pelit

Seorang pria bekerja sepanjang hidupnya dan menabung semua uang hasil kerjanya. Dia adalah seorang yang pelit jika menyangkut uangnya. Dia mencintai uang lebih dari apa saja, dan tepat sebelum ia meninggal, ia berkata kepada istrinya, “Sekarang dengarkan, ketika aku mati, aku ingin kau untuk mengambil semua uang saya dan meletakkannya di peti mati bersanaku. Aku ingin mengambil uang untuk hidup di akhirat. “

Nah, saat ia meninggal. Ia dibaringkan di dalam peti mati. Istrinya duduk di sebelah sahabat karibnya. Ketika mereka selesai upacara pemakaman, tepat sebelum jenazah siap-siap dimasukkan ke liang lahat, sang istri berkata “Tunggu sebentar!”

Dia membawa sebuah kotak sepatu, dan meletakkannya di peti mati. Sebelum akhirnya peti mati itu dimasukkan kedalam liang lahat. Temannya berkata, “Saya harap Anda tidak cukup gila untuk menaruh semua uang itu dalam peti mati.”

“Ya,” si istri berkata, “Aku berjanji. Aku adalah orang yang taat, saya tidak bisa bohong. Aku berjanji padanya bahwa aku akan memasukkan uang itu dalam peti mati dengan dia.”

“Kau mau bilang bahwa kau menaruh setiap sen uangnya di peti mati bersamanya?”

“Tentu saja. Saya sudah memasukkan semua uang almarhum ke dalam account saya. Yang saya masukkan kedalam kotak sepatu bersama dengan peti mati itu adalah jumlah seluruh uang yang aku tulis di atas cek.”

One thought on “Suami yang Pelit

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s